9:13 AM

(0) Comments

Pandji Pragiwaksono: Bisnis Yes, Manajer No

The Team of Spirit

"Hole in the wall, sreeezep!!" seru pembawa acara di RCTI itu sambil berlagak terempas ke dinding. Kocak. Itulah gaya Pandji Pragiwaksono, yang belakangan ini banyak dibicarakan.


Menggeluti dunia hiburan bukan niat Pandji. Cita-citanya saat SMA adalah menjadi komikus. Beberapa goresan tangannya masih bisa ditemui di blognya. Ya, kartunlah sarana Pandji berkisah tentang hidupnya yang unik, lucu, kacau, aneh, atau kesedihannya yang tersembunyi. Tapi, menjelang akhir kuliah, Pandji mengubur keinginan menjadi kartunis. Proyek tugas akhirnya memakan banyak biaya. "Pokoknya lagi kere banget, saya butuh uang tidak sedikit," ucapnya.


Singkat cerita, dari iklan di koran, Pandji melihat lowongan pekerjaan di Hard Rock FM, Bandung. Banyak hal berubah pada diri Pandji setelah menjalani pelatihan penyiar radio, misalnya ketebalan suaranya.


Menjadi penyiar radio juga lumayan menjawab khayalan remajanya. Dari radio, hokinya berlanjut ke televisi. Dulu ia selalu takjub melihat penampilan Ary Sudarsono, pembawa acara olahraga basket di televisi. "Asyik lihat dia ngomong basket dengan gaya, berjas di studio yang sejuk," katanya. Sayang, saat Pandji justru bisa merambah ke dunia televisi, ia tak berjodoh dengan program olahraga. Lewat acara reality show Kena, Deh!, orang mulai mengenalnya.


Uniknya, meski belakangan ini jadwalnya kian padat, Pandji tak punya manajer atau asisten untuk membantu. Segala urusan bisnis, proyek, atau wawancara diaturnya sendiri. "Nggak kebayang aja ada orang yang mengambil keputusan untuk hidup saya," kata pria yang telah meluncurkan album pertamanya, Provocative, Proactive, beberapa bulan lalu ini.


Di tengah berbagai kesibukan dunia hiburan, ada hal yang patut dicontoh dari lelaki bertubuh tonjang ini. Ia aktif di Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia atau Community for Children with Cancer. Keterlibatannya di organisasi tersebut berawal saat diajak seorang teman menengok anak-anak pengidap kanker di Rumah Sakit Dharmais. Pengalaman itu meninggalkan bekas yang mendalam di hatinya sehingga ia memutuskan berkiprah lebih serius untuk membantu anak-anak yang menderita kanker.


Pandji sering merasa jengah ketika orang menganggap membantu anak-anak pengidap kanker sebagai usaha sia-sia, "Kita memang nggak bisa bilang bantuan kita pasti menjamin mereka tetap hidup dan sembuh," ucapnya. "Umur itu memang urusan Tuhan. Tapi apa salahnya membagi sedikit kebahagiaan dalam hidup mereka?"


Sayang, kegemarannya berbagi kebahagiaan itu tak berlaku ketika ia meninggalkan acara humor Lenong Betawi di Trans TV. "Waktu itu saya tak memiliki kepercayaan diri sebesar saat ini. Lagi pula mungkin Pandji ternyata nggak lucu," katanya terkekeh.


Ia lalu berjalan dengan tangan melambai layaknya waria, sambil berujar, "Eh, mau difoto, kan? Pandji dandan dulu ah…."

Sumber: Koran Tempo
0 Responses to "Pandji Pragiwaksono: Bisnis Yes, Manajer No"