<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074</id><updated>2011-11-27T15:51:00.613-08:00</updated><category term='Manajemen'/><category term='motivasi'/><category term='Franchise'/><category term='kisah sukses'/><category term='entrepreneur'/><category term='pemasaran'/><category term='Inspirasi'/><category term='tips'/><category term='News'/><title type='text'>Business Success</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>56</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-4976670223369207613</id><published>2008-09-09T07:59:00.001-07:00</published><updated>2008-09-09T07:59:49.916-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>Proses Teknis Pendirian Yayasan di Indonesia</title><content type='html'>Pendirian suatu Yayasan berdasarkan Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 mengenai Yayasan, yang diubah dengan Undang-Undang No. 28 Tahun 2004, diatur dalam pasal 9 UU No. 16/2001, yaitu:&lt;br /&gt;1. Minimal didirikan oleh satu orang atau lebih.&lt;br /&gt;Yang dimaksud “Satu orang” di sini bisa berupa orang perorangan, bisa juga berupa badan hukum. Pendiri yayasan boleh WNI, tapi juga boleh orang asing (WNA atau Badan hukum asing). Namun demikian, untuk pendirian yayasan oleh orang asing atau bersama-sama dengan orang asing akan ditetapkan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah (pasal 9 ayat 5).&lt;br /&gt;2. Pendiri tersebut harus memisahkan kekayaan pribadinya dengan kekayaan Yayasan.&lt;br /&gt;Hal ini sama seperti PT, dimana pendiri “menyetorkan” sejumlah uang kepada Yayasan, untuk kemdian uang tersebut selanjutnya menjadi Modal awal/kekayaan Yayasan.&lt;br /&gt;3. Dibuat dalam bentuk akta Notaris yang kemudian di ajukan pengesahannya pada Menteri Kehakiman dan Hak Azasi Manusia, serta diumumkan dalam berita negara Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dalam prakteknya, jika seseorang ingin mendirikan suatu yayasan, maka pertama-tama orang tersebut harus memiliki calon nama. Nama tersebut kemudian di cek melalui Notaris ke Departemen Kehakiman. Karena proses pengecekan dan pengesahan yayasan masih dalam bentuk manual (berbeda dengan PT yang sudah melalui sistem elektronik), maka untuk pengecekan nama tersebut calon pendiri harus menunggu selama 1 bulan untuk mendapatkan kepastian apakah nama tersebut dapat digunakan atau tidak. Karena proses yang cukup lama tersebut, sebaiknya calon pendiri menyiapkan beberapa nama sebagai cadangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menunggu persetujuan penggunaan nama tersebut, calon pendiri dapat menyiapkan beberapa hal yang akan dicantumkan dalam akta pendirian yayasan (lihat contoh akta pendirian yayasan), yaitu:&lt;br /&gt;1. Maksud dan tujuan yayasan, secara baku terdiri dari 3 unsur saja, yaitu: sosial-kemanusiaan, dan keagamaan.&lt;br /&gt;2. Jumlah kekayaan yang dipisahkan dari kekayaan pendirinya, yang nantinya akan digunakan sebagai modal awal yayasan.&lt;br /&gt;3. Membentuk Susunan Pengurus yang minimal terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara (pasal 32 ayat 2) untuk jangka waktu kepengurusan selama 5 tahun.&lt;br /&gt;4. Membentuk Pengawas (minimal 1 orang), yang merupakan orang yang berbeda dengan pendiri maupun pengurus (pasal 40 ayat 2 dan ayat 4).&lt;br /&gt;5. Menyiapkan program kerja Yayasan, yang ditanda-tangani oleh Ketua, sekretaris dan bendahara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah nama yang dipesan disetujui, maka pendiri harus segera menindak lanjuti pendirian Yayasan tersebut dengan menanda-tangani akta notaris. Notaris akan segera memproses pengesahan dari Yayasan tersebut dalam waktu maksimal 1 (satu) bulan sejak persetujuan penggunaan nama dari Departemen Kehakiman. Karena apabila proses pengesahan tidak dilakukan dalam waktu 1 bulan sejak persetujuan penggunaan nama, maka pemesanan nama tersebut menjadi gugur dan nama tersebut bisa digunakan oleh yayasan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melengkapi legalitas suatu yayasan, maka diperlukan ijin-ijin standard yang meliputi:&lt;br /&gt;1. Surat keterangan domisili Perusahaan (SKDP) dari Kelurahan/kecamatan setempat&lt;br /&gt;2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama Yayasan&lt;br /&gt;3. Ijin dari Dinas sosial (merupakan pelengkap, jika diperlukan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial) atau&lt;br /&gt;4. Ijin/terdaftar di Departemen Agama untuk Yayasan yang bersifat keagamaan (jika diperlukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, sekali lagi perlu dicermati bahwa pendirian yayasan pada saat ini harus di ikuti tujuan yang benar-benar bersifat sosial. Karena sejak berlakunya Undang-Undang No. 16/2001, maka yayasan tidak bisa digunakan sebagai sarana kegiatan yang bersifat komersial dan harus murni bersifat sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-4976670223369207613?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/4976670223369207613/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=4976670223369207613' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/4976670223369207613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/4976670223369207613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/09/proses-teknis-pendirian-yayasan-di.html' title='Proses Teknis Pendirian Yayasan di Indonesia'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-5325776709160810338</id><published>2008-09-09T07:52:00.001-07:00</published><updated>2008-09-09T07:52:56.765-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>PROSES TEKNIS PENDIRIAN PT</title><content type='html'>1.Pemesanan nama ps. 9 (2) (+ 3 hari)&lt;br /&gt;-kuasa pengurusan hanya bisa kepada Notaris&lt;br /&gt;-dalam jangka waktu maksimal 60 hari, harus diajukan&lt;br /&gt;pengesahannya ke Departemen Kehakiman atau nama menjadi&lt;br /&gt;expired&lt;br /&gt;2. Pembuatan akta Notaris (ps. 7 (1))&lt;br /&gt;3. Pengurusan ijin domisili &amp; Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)&lt;br /&gt;Perseroan sekaligus pembayaran Penerimaan Negara Bukan&lt;br /&gt;Pajak (PNBP) &amp; Berita Negara Republik Indonesia (BNRI) (jangka&lt;br /&gt;waktu + 2 minggu)&lt;br /&gt;4. Pembukaan rekening Perseroan dan menyetorkan modal ke kas&lt;br /&gt;Perseroan&lt;br /&gt;5. Permohonan pembuatan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)&lt;br /&gt;atau Ijin Usaha lain yang terkait sesuai dengan maksud &amp;&lt;br /&gt;tujuan usaha ( jangka waktunya + 2 minggu)&lt;br /&gt;6. Pembuatan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) sekaligus&lt;br /&gt;Pendaftaran Perseroan untuk memenuhi criteria Wajib Daftar&lt;br /&gt;Perusahaan (WDP) (jangka waktunya + 2 minggu sejak berkas&lt;br /&gt;lengkap). Pada waktu pendaftaran, asli-asli dokumen harus&lt;br /&gt;diperlihatkan&lt;br /&gt;7. Pengumuman pada BNRI (jangka waktu + 3 bulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-5325776709160810338?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/5325776709160810338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=5325776709160810338' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/5325776709160810338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/5325776709160810338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/09/proses-teknis-pendirian-pt.html' title='PROSES TEKNIS PENDIRIAN PT'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-584238171466491280</id><published>2008-09-09T07:51:00.001-07:00</published><updated>2008-09-09T07:51:38.434-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS (PT)</title><content type='html'>Dalam melangsungkan suatu bisnis, para pengusaha membutuhkan suatu wadah untuk dapat bertindak melakukan perbuatan hukum dan bertansaksi. Pemilihan jenis badan usaha ataupun badan hukum yang akan dijadikan sebagai sarana usaha tergantung pada keperluan para pendirinya. Sarana usaha yang paling populer digunakan adalah Perseroan terbatas (PT), karena memiliki sifat, ciri khas dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bentuk badan usaha lainnya, yaitu:&lt;br /&gt;•Merupakan bentuk persekutuan yang berbadan hukum&lt;br /&gt;•Merupakan kumpulan modal/saham&lt;br /&gt;•Memiliki kekayaan yang terpisah dari kekayaan para perseronya&lt;br /&gt;•Pemegang saham memiliki tanggung jawab yang terbatas&lt;br /&gt;•Adanya pemisahan fungsi antara pemegang saham dan pengurus&lt;br /&gt;atau direksi&lt;br /&gt;•Memiliki komisaris yang berfungsi sebagai pengawas&lt;br /&gt;•Kekuasaan tertinggi berada pada RUPS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dasar Hukum pembentukan PT, masing-masing sebagai berikut:&lt;br /&gt;•PT Tertutup (PT Biasa) : berdasarkan UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas ( ii-companylawelucidation-law40.pdf )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•PT. Terbuka (PT go public):&lt;br /&gt;berdasarkan UU No. 40/2007 dan UU No. 8/1995 tentang Pasar&lt;br /&gt;Modal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•PT. PMDN : berdasarkan UU No. 6/1968 juncto UU No. 12/1970&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•PT. PMA : berdasarkan UU No. 1/1967 juncto UU No. 11/1970 tentang PMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•PT. PERSERO&lt;br /&gt;berdasarkan UU No. 9/1968 tentang Bentuk-Bentuk Usaha Negara&lt;br /&gt;juncto PP No. 12/1998 tentang Perusahaan Perseroan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun syarat-syarat pendirian PT secara formal berdasarkan UU No. 40/2007 (i-company-law-law-40.pdf) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.Pendiri minimal 2 orang atau lebih (ps. 7(1))&lt;br /&gt;2.Akta Notaris yang berbahasa Indonesia&lt;br /&gt;3.Setiap pendiri harus mengambil bagian atas saham, kecuali dalam&lt;br /&gt;rangka peleburan (ps. 7 ayat 2 &amp; ayat 3)&lt;br /&gt;4.Akta pendirian harus disahkan oleh Menteri kehakiman dan&lt;br /&gt;diumumkan dalam BNRI (ps. 7 ayat 4)&lt;br /&gt;5.Modal dasar minimal Rp. 50jt dan modal disetor minimal 25% dari&lt;br /&gt;modal dasar (ps. 32, ps 33)&lt;br /&gt;6.Minimal 1 orang direktur dan 1 orang komisaris (ps. 92 ayat 3 &amp;&lt;br /&gt;ps. 108 ayat 3)&lt;br /&gt;7.Pemegang saham harus WNI atau Badan Hukum yang didirikan&lt;br /&gt;menurut hukum Indonesia, kecuali PT. PMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan persyaratan material berupa kelengkapan dokumen yang harus disampaikan kepada Notaris pada saat penanda-tanganan akta pendirian adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KTP dari para Pendiri (minimal 2 orang dan bukan suami isteri).&lt;br /&gt;Kalau pendirinya cuma suami isteri (dan tidak pisah harta) maka,&lt;br /&gt;harus ada 1 orang lain lagi yang bertindak sebagai pendiri/&lt;br /&gt;pemegang saham&lt;br /&gt;2. Modal dasar dan modal disetor.&lt;br /&gt;Untuk menentukan besarnya modal dasar, modal ditempatkan&lt;br /&gt;dan modal disetor ada strateginya. Karena semua itu tergantung&lt;br /&gt;pada jenis/kelas SIUP yang di inginkan. Penentuan kelas SIUP&lt;br /&gt;bukan berdasarkan besarnya modal dasar, melainkan&lt;br /&gt;berdasarkan besarnya modal disetor ke kas Perseroan.&lt;br /&gt;Kriterianya adalah:&lt;br /&gt;1. SIUP Kecil modal disetor s/d Rp. 200jt&lt;br /&gt;2. SIUP Menengah modal disetor Rp. 201jt s/d Rp. 500jt&lt;br /&gt;3. SIUP Besar modal disetor &gt; Rp. 501jt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besarnya modal disetor sebaiknya maksimum sampai dengan 50% dari modal dasar, untuk memberikan kesempatan bagi Perusahaan apabila sewaktu-waktu akan mengeluarkan saham dalam simpanan, tidak perlu meningkatkan modal dasar lagi. Namun demikian, boleh juga modal dasar = Modal disetor. Tergantung dari kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jumlah saham yang diambil oleh masing-masing pendiri&lt;br /&gt;(presentase nya)&lt;br /&gt;Misalnya: A = 25% B = 50% C = 25%&lt;br /&gt;4. Susunan Direksi dan komisaris serta jumlah Dewan Direksi dan Dewan Komisaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk ijin2 perusahaan berupa surat keterangan domisili Perusahaan, NPWP perusahaan, SIUP, TDP/WDP dan PKP, maka dokumen-dokumen pelengkap yang diperlukan adalah:&lt;br /&gt;1. Kartu Keluarga Direktur Utama&lt;br /&gt;2. NPWP Direksi (kalau tidak ada, minimal Direktur Utama)&lt;br /&gt;3. Copy Perjanjian Sewa Gedung berikut surat keterangan domisili&lt;br /&gt;dari pengelola gedung (apabila kantornya berstatus sewa)&lt;br /&gt;apabila berstatus milik sendiri, yang dibutuhkan:&lt;br /&gt;-copy sertifikat tanah dan&lt;br /&gt;-copy PBB terakhir berikut bukti lunasnya&lt;br /&gt;4. Pas photo Direktur Utama/penanggung jawab ukuran 3X4&lt;br /&gt;sebanyak 2 lembar&lt;br /&gt;5. Foto kantor tampak depan, tampak dalam (ruangan berisi meja,&lt;br /&gt;kursi, komputer berikut 1-2 orang pegawainya). Biasanya ini&lt;br /&gt;dilakukan untuk mempermudah pada waktu survey lokasi untuk&lt;br /&gt;PKP atau SIUP&lt;br /&gt;6. Stempel perusahaan (sudah ada yang sementara untuk pengurusan ijin2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting untuk diketahui, bahwa pada saat tanda-tangan akta pendirian, dapat langsung diurus ijin domisili, dan NPWP. Setelah itu bisa membuka rekening atas nama Perseroan. Setelah rekening atas nama perseroan dibuka,maka dalam jangka waktu max 1 bulan sudah harus menyetor dana sebesar Modal disetor ke rekening perseroan, utk dapat diproses pengesahannya. Karena apabila lewat dari 60 (enam puluh) hari sejak penanda-tanganan akta, maka perseroan menjadi bubar berdasarkan pasal 10 ayat 9 UU PT No. 40/2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-584238171466491280?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/584238171466491280/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=584238171466491280' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/584238171466491280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/584238171466491280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/09/pendirian-perseroan-terbatas-pt.html' title='PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS (PT)'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-1706324656523336987</id><published>2008-09-09T07:42:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T07:50:56.455-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>PROSEDUR, CARA DAN SYARAT PENDIRIAN CV</title><content type='html'>CV atau Comanditaire Venootschap adalah bentuk usaha yang merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih oleh para pengusaha yang ingin melakukan kegiatan usaha dengan modal yang terbatas. Karena, berbeda dengan PT yang mensyaratkan minimal modal dasar sebesar Rp. 50jt dan harus di setor ke kas Perseroan minimal 25%nya, untuk CV tidak ditentukan jumlah modal minimal. Jadi, misalnya seorang pengusaha ingin berusaha di industri rumah tangga, percetakan, biro jasa, perdagangan, catering, dll dengan modal awal yang tidak terlalu besar, dapat memilih CV sebagai alternatif Badan Usaha yang memadai.Apakah bedanya CV dengan PT?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan yang mendasar antara PT dan CV adalah, PT merupakan Badan Hukum, yang dipersamakan kedudukannya dengan orang dan mempunyai kekayaan yang terpisah dengan kekayaan para pendirinya. Jadi, PT dapat bertindak keluar baik di dalam maupun di muka pengadilan sebagaimana halnya dengan orang, serta dapat memiliki harta kekayaan sendiri. Sedangkan CV, dia merupakan Badan Usaha yang tidak berbadan hukum, dan kekayaan para pendirinya tidak terpisahkan dari kekayaan CV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Karakteristik CV yang tidak dimiliki Badan Usaha lainnya adalah: CV didirikan minimal oleh dua orang, dimana salah satunya akan bertindak selaku Persero Aktif (persero pengurus) yang nantinya akan bergelar Direktur, sedangkan yang lain akan bertindak selaku Persero Komanditer (Persero diam). Seorang persero aktif akan bertindak melakukan segala tindakan pengurusan atas Perseroan; dengan demikian, dalam hal terjadi kerugian maka Persero Aktif akan bertanggung jawab secara penuh dengan seluruh harta pribadinya untuk mengganti kerugian yang dituntut oleh pihak ketiga. Sedangkan untuk Persero Komanditer, karena dia hanya bertindak selaku sleeping partner, maka dia hanya bertanggung jawab sebesar modal yang disetorkannya ke dalam perseroan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan lain yang cukup penting antara PT dengan CV adalah, dalam melakukan penyetoran modal pendirian CV, di dalam anggaran dasar tidak disebutkan pembagiannya seperti halnya PT. Jadi, para persero harus membuat kesepakatan tersendiri mengenai hal tersebut, atau membuat catatan yang terpisah. Semua itu karena memang tidak ada pemisahan kekayaan antara CV dengan kekayaan para perseronya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA CARA MENDIRIKAN CV?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CV dapat didirikan dengan syarat dan prosedur yang lebih mudah daripada PT, yaitu hanya mensyaratkan pendirian oleh 2 orang, dengan menggunakan akta Notaris yang berbahasa Indonesia. Walaupun dewasa ini pendirian CV mengharuskan adanya akta notaris, namun dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dinyatakan bahwa pendirian CV tidak mutlak harus dengan akta Notaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat para pihak sudah sepakat untuk mendirikan CV, maka dapat datang ke kantor Notaris dengan membawa KTP. Untuk pendirian CV, tidak diperukan adanya pengecekan nama CV terlebih dahulu. Oleh karena itu proses nya akan lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan pendirian PT.&lt;br /&gt;Namun demikian, dengan tidak didahuluinya dengan pengecekan nama CV, menyebabkan nama CV sering sama antara satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;Pada waktu pendirian CV, yang harus dipersiapkan sebelum datang ke Notaris adalah adanya persiapan mengenai:&lt;br /&gt;1. Calon nama yang akan digunakan oleh CV tersebut&lt;br /&gt;2. tempat kedudukan dari CV&lt;br /&gt;3. Siapa yang akan bertindak selaku Persero aktif, dan siapa yang akan bertindak selaku persero diam.&lt;br /&gt;4. Maksud dan tujuan yang spesifik dari CV tersebut (walaupun tentu saja dapat mencantumkan maksud dan tujuan yang seluas-luasnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyatakan telah berdirinya suatu CV, sebenarnya cukup hanya dengan akta Notaris tersebut, namun untuk memperkokoh posisi CV tersebut, sebaiknya CV tersebut di daftarkan pada Pengadilan Negeri setempat dengan membawa kelengkapan berupa Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) dan NPWP atas nama CV yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu akta, SKDP, NPWP dan pendaftaran pengadilan saja sudah cukup?&lt;br /&gt;Sebenarnya semua itu tergantung pada kebutuhannya. Dalam menjalankan suatu usaha yang tidak memerlukan tender pada instansi pemerintahan, dan hanya digunakan sebagai wadah berusaha, maka dengan surat-surat tersebut saja sudah cukup untuk pendirian suatu CV. Namun, apabila menginginkan ijin yang lebih lengkap dan akan digunakan untuk keperluan tender, biasanya dilengkapi dengan surat-surat lainnya yaitu:&lt;br /&gt;1. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP)&lt;br /&gt;2. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)&lt;br /&gt;3. Tanda Daftar Perseroan (khusus CV)&lt;br /&gt;4. Keanggotaan pada KADIN Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengurusan ijin-ijin tersebut dapat dilakukan bersamaan sebagai satu rangkaian dengan pendirian CV dimaksud, dengan melampirkan berkas tambahan berupa:&lt;br /&gt;1. Copy kartu keluarga Persero Pengurus (Direktur) CV&lt;br /&gt;2. Copy NPWP Persero Pengurus (Direktur) CV&lt;br /&gt;3. Copy bukti pemilikan atau penggunaan tempat usaha, dimana&lt;br /&gt;a. apabila milik sendiri, harus dibuktikan dengan copy sertifikat dan copy bukti&lt;br /&gt;pelunasan PBB th terakhir&lt;br /&gt;b. apabila sewa kepada orang lain, maka harus dibuktikan dengan adanya&lt;br /&gt;perjanjian sewa menyewa, yang dilengkapi dengan pembayaran pajak sewa&lt;br /&gt;(Pph) oleh pemilik tempat.&lt;br /&gt;sebagai catatan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta, untuk wilayah Jakarta, yang&lt;br /&gt;dapat digunakan sebagai tempat usaha hanyalah Rumah toko, pasar atau perkantoran.&lt;br /&gt;Namun ada daerah-daerah tertentu yang dapat digunakan sebagai tempat usaha yang&lt;br /&gt;tidak membayakan lingkungan, asalkan mendapat persetujuan dari RT/RW setempat&lt;br /&gt;4. Pas photo ukuran 3X4 sebanyak 4 lembar dengan latar belakang warna merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangka waktu pengurusan semua ijin-ijin tersebut dari pendirian sampai dengan selesai lebih kurang selama 2 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup, saya sarankan agar dalam mendirikan suatu bidang usaha, alangkah baiknya untuk dipertimbangkan dari segala segi, tidak hanya dari segi kepraktisannya, namun juga dari segi pembagian resiko di antara para persero, agar tidak terjadi pertentangan di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-1706324656523336987?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/1706324656523336987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=1706324656523336987' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/1706324656523336987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/1706324656523336987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/09/prosedur-cara-dan-syarat-pendirian-cv.html' title='PROSEDUR, CARA DAN SYARAT PENDIRIAN CV'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-7167276954234185835</id><published>2008-09-03T07:46:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T07:47:29.605-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>SUKSES (success) ITU GURU YANG JELEK</title><content type='html'>Kesukesan akan menjerumuskan kita,&lt;br /&gt;kalau kita terlalu bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ROBERT T. Kiyosaki dalam bukunya “Cash Flow Quadrant” berpendapat, bahwa sebenarnya sukses itu guru yang jelek. Tapi itu berlaku untuk diri kita sendiri. Artinya, sebagai entrepreneur, kita memang sebaiknya tidak berguru pada kesuksesan kita sendiri. Sebab, hal itu akan membuat kita menjadi kurang bersemangat, menjadi tidak kreatif, menjadikan kita lengah atau sombong, menjadikan kita lupa diri, bahkan tak menutup kemungkinan kesuksesan yang kita raih akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri. Sukses itu, menurut saya, bukan berarti “waktunya untuk menikmati”.&lt;br /&gt;Memang, kesuksesan kita itu bisa menjerumuskan kita. Apalagi, kalau kita terlalu membanggakan kesuksesan itu, akan membuat kita lupa diri. Oleh karena itu, agar kesuksesan ini, tidak menjadi bumerang bagi kita sendiri, maka kita memang harus pandai-pandai mengelola kesuksesan itu. Namun, tentu saja, orang lain bisa saja belajar dari kesuksesan kita, itu boleh, bahkan, itu bisa menjadikan kesuksesan bisnis seseorang. Sebab, pada dasarnya belajar dari kesuksesan orang lain itu sah-sah saja. Pendeknya, kalau seseorang belajar kesuksesan orang lain, itu, memang bisa menjadi guru yang baik. Meski kita sebetulnya juga bisa belajar banyak pada orang yang gagal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dalam konteks inilah, menurut saya, agar bisnis kita tetap langgeng bahkan bisa berkembang lebih baik di masa mendatang, adakalanya kita harus menyadari hal ini. Atau lebih tepatnya, sebagai entrepreneur seharusnya lebih menilai, bahwa kegagalan itu sebetulnya sebagai pelajaran yang terbaik. Oleh karena itulah, saya kira kita sebaiknya janganlah terlalu takut dengan kegagalan. Kita belajar paling banyak tentang diri kita ketika kita gagal, jadi jangan takut gagal. Sebab, kegagalan itu sebenarnya adalah proses kita untuk menjadi sukses. Saya yakin, yang namanya entrepreneur itu sebetulnya tidak bisa sukses tanpa mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;Maka, pada saat kita ingin memulai bisnis atau disaat bisnis kita mulai berkembang, tapi kemudian tiba-tiba bangkrut atau mengalami kegagalan, saya kira hal itu janganlah membuat kita patah semangat. Justru, disaat itulah jiwa entrepreneur kita harus bangkit kembali. Sebab, menurut pengalaman saya dari rekan pengusaha lainnya, mereka baru sukses, setelah mereka pemah mengalami kegagalan paling tidak sampai tujuh kali. Kalau kita baru gagal dua atau tiga kali, saya kira itu wajar-­wajar saja bagi seorang entrepreneur. Mestinya, entrepreneur tidak akan pemah mendapatkan pelajaran tanpa melakukan langkah-langkah yang berarti. Baik itu langkah yang gagal maupun yang sukses. Langkah-langkahnya dimulai dari langkah kecil sampai langkah besar. Dengan perkataan lain, saya mengatakan, sebuah perjalanan 1000 km itu sebenarnya dimulai dari langkah kecil. Kalau kita tidak berani memulai atau mengembangkan bisnis, kapan kita akan punya bisnis, atau kapan bisnis kita berkembang. Saya menemukan kata-kata yang menarik buat kita renungkan bersama yaitu, “Memulai ini mengalahkan tidak memulai.” Artinya, orang yang berani memulai atau mengembangkan bisnis, itu lebih baik, daripada orang yang sama sekali tidak berani memulai atau mengembangkan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-7167276954234185835?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/7167276954234185835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=7167276954234185835' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7167276954234185835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7167276954234185835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/09/sukses-success-itu-guru-yang-jelek.html' title='SUKSES (success) ITU GURU YANG JELEK'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-5904420027379248118</id><published>2008-09-02T02:56:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T03:08:31.397-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>Self Awareness</title><content type='html'>Oleh : Debbie Sianturi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali saya menjadi tersenyum jika melihat tingkah polah orang-orang yang dapat saya saksikan di mal, restaurant, di stores, ataupun di hotel-hotel berbintang lima, empat ataupun bintang kejora....ha...ha...ha....ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua begitu sibuk untuk menjalin partner kerja dan penuh dengan janji-janji muluk, sekian persen dari usaha untuk Bapak!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya BUKAN pesimis! Saya teringat Bapak Andriewongso pernah mengatakan....mmmhhh...Virgo selalu pesimis! Saya berbintang Scorpio lho! Dan tidak pernah pesimis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu percaya diri yang sehat dan berpikiran jernih dengan segala keadaan. Karena saya sadar bahwa hidup adalah sementara dan untuk itu saya memiliki tanggung jawab untuk berbuat baik kepada orang-orang yang bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita berpikir untuk menganalisa keadaan di sekitar kita? Tidak perlu untuk menganalisa secara negatif! Lihatlah begitu semangatnya orang-orang untuk mencari identitas diri bahwa mereka adalah orang-orang berhasil. Lha.......? Kalau mau begitu, saran saya, dapatkan lah dari orang-orang rumah yang kita cintai, baik dari suami/isteri ataupun anak-anak. Tanyakan pada anak-anak apakah mereka mencintai orang tua mereka? Itu yang saya ingat dari orang tua saya sewaktu saya masih kanak-kanak, "Debbie, sayang gak dengan Papi dan Mami?" Saya menjawab "Ya, Papi, Ya Mami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kata-kata tersebut menjadi suatu inspirasi untuk berhasil yang maksimal dalam pekerjaan! Bagaimana dengan Anda-para blogger Andriewongso.com, apakah Anda membiasakan diri untuk memperoleh pengakuan dalam keluarga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah jika pengakuan itu Anda peroleh, maka Anda akan menghasilkan semangat yang positif dalam pekerjaan! Dan Anda tersenyum dengan bahagia.Dan keberhasilan sesuatu yang mudah diperoleh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netter yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan kesempatan yang masih ada untuk mendapatkan pengakuan dari keluarga Anda ynag Anda cintai. Dan perhatikan keadaan sekitar kita yang begitu miskin dengan pengakuan. Mulailah dengan sesuatu pekerjaan yang kecil. Maka tiba saatnya Anda mendapat tanggung jawab yang besar. Ingat, tetap berkomunikasi yang sehat dan positif! Dan ingat, kebersamaan sesuatu yang indah! Daripada hanya memikirkan diri sendiri. Dan terpenting, Allah masih ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sukses luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debbie Sianturi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-5904420027379248118?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/5904420027379248118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=5904420027379248118' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/5904420027379248118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/5904420027379248118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/09/self-awareness.html' title='Self Awareness'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-914218861802659846</id><published>2008-08-21T05:04:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T05:05:36.720-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><title type='text'>Walter Elias Disney</title><content type='html'>Ada satu gagasan yang selalu mengusik pikiran Walter Elias Disney, yaitu gagasan bekerja sendiri. Terutama karena ia mendengar bahwa sebagian karyawan akan tidak diperlukan bila musim sibuk berlalu. Ia gembira dengan prospek itu karena dua hal. Pertama, ia ingin berdiri sendiri, dan kedua, ia sangat ingin melakukan sesuatu yang baru dan orisinil, tidak hanya memenuhi keinginan bos dan para pelanggan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Wonderful World of Disney adalah gambaran seseorang yang telah berhasil mencapai segala sasaran cita-citanya. Kehidupan Walt Disney dapat diringkas dalam pedoman yang diikuti oleh semua orang kaya. “Barang siapa ingin sukses, harus bekerja berat, pantang menyerah, dan lebih mengikuti kegandrungan”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pada tahun 1985, Disneyland menyambut pengunjungnya yang ke-250 juta. Walt Disney yang besar, penerima 900 tanda kehormatan; 32 Oscar; lima Emmy; dan lima doktor honoris causa; perintis sejarah animasi, dan salah seorang manusia terkaya di dunia. Ia telah mewujudkan impian-impiannya jauh melebihi harapannya yang paling muluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walt memulai usahanya dengan mendirikan agen seni periklanan bersama seorang temannya, Ube Iwerks. Pelanggan pertamanya adalah suatu rangkaian restoran. Disney dan temannya berhasil membuat kesepakatan dengan restoran untuk membangun bengkel kerjanya di bangunan restoran baru itu, tanpa membayar sedikit pun. Sebagai imbalan, mereka harus membuat poster-poster iklan untuk restoran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping bekerja untuk memenuhi kontrak, mereka bebas  mengerjakan proyek lain. Untuk menarik pelanggan, Walt merancang suatu rencana khusus. Ia akan menawarkan jasa seninya  ke suatu toko atau perusahaan  atas dasar freelance, hubungan lepas. Kapan pun ada pekerjaan semacam itu yang harus dikerjakan, Walt dan temannya siap memberikan jasanya kepada perusahaan. Dalam waktu singkat, cara kerja semacam itu memungkinkan Walt dan temannya menabung cukup banyak uang yang tak mungkin dikumpulkannya andaikan hanya  bekerja pada satu perusahaan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis ini tampak memberikan harapan besar. Tetapi, Walt tergiur untuk mencoba memenuhi impian sejak masa kenak-kanaknya, yaitu membuat animasi kartun. Disney akhirnya  bergabung dengan KC Film Ad Company yang memegang tanggung jawab atas segala aspek iklan film. Perusahaan   menyadari kemampuan kartunis muda ini, sehingga tak lama sesudah mulai bekerja, Walt diberi tugas membuat poster seorang pria yang mengenakan topi  mode mutakhir. Walt menggambar poster itu, tetapi hidung orang tersebut digantikan dengan gambar bohlam! Ketika poster itu ditampilkan di layer, bos berseru: “Akhirnya muncul sesuatu yang baru di tempat ini. Saya sudah bosan dengan wajah-wajah cantik ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keorisinilan dan visi Walt tentang barang-barang di sekelilingnya membuat beberapa teman dan atasan kurang senang. Mereka iri dan menganggapnya pengacau. Oleh sebab itu, mereka tidak mau membiarkannya mencoba suatu teknik baru untuk menyempurnakan kartun-kartunnya. Ia mempunyai gagasan cemerlang, membuat beberapa lukisan dan seluloid, lalu memotret dan menumpuknya, dan akhirnya memfilmkannya. Namun, pimpinan tak mau mendengarnya. Mereka merasa, cara kerja yang lama sudah cukup memberikan hasil sampai saat itu. Mereka tidak melihat alasan untuk mengubah teknik-teknik mereka, karena dengan cara itu pun para pelanggan sudah puas. Walt Disney tahu bahwa ia benar. Setelah berbulan-bulan membujuk bosnya, Walt akhirnya diperbolehkan membawa pulang salah satu kamera perusahaan untuk melakukan beberapa percobaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah garasi kosong yang sudah dirombak jadi studio, lelaki kelahiran Chicago, 5 Desember 1901 itu mulai membuat film-film animasi pendek dengan menggunakan teknik hasil rekaannya. Ia kemudian memperlihatkan hasilnya kepada seorang pemimpin bisokop terkenal. Orang itu sangat terkesan. Sketsa-sketsa dan teknik film Walt sangat berbeda dengan yang sudah-sudah. Film kartunnya yang pertama segera diputar di bioskop-bioskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula kartun-kartun ini dimaksudkan untuk menggantikan iklan-iklan agar penonton terus menikmati apa yang muncul di layar, selama selang waktu. Walt menyebut film-film itu “Laugh-O-Grams”. Film-film kartun Walt disenangi penonton dan sejak itu di Kansas City, Walt Disney tidak lagi diejek sebagai si orang muda eksentrik, tetapi disegani. Gajinya naik. Dalam waktu singkat, Disney menjadi orang terkenal di kota itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengembalikan kamera yang dipinjamnya dan membeli kamera sendiri dengan uang simpanannya. Film-film kartun menjadi semakin populer. Walt Disney menyewa ruang kantor yang lebih luas untuk usaha kecilnya, Laugh-O-Grams Corporation dengan modal awal  $15.000. Ia mempekerjakan beberapa magang dan seorang salesman untuk mempromosikan Laugh-O-Grams di New York City. Impiannya untuk mandiri menjadi kenyataan pada waktu ia baru berumur 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian memutuskan untuk keluar dari KC Film dan bekerja sendiri sepenuhnya. Tetapi, sukses tidak terjadi begitu saja. Biaya produksi tinggi dan sikap perfeksionis Walt Disney (yang membuatnya menanamkan kembali semua uangnya untuk memperbaiki hasilnya), di samping pasaran yang sangat terbatas, segera mengakibatkan kebangkrutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini merupakan masa suram dalam hidup Walt Disney. Ia tidak memiliki uang sedikit pun dan terpaksa tinggal di bengkel. Makan dan tidur di sebuah bangku kecil, satu-satunya perabot yang ia miliki. Lebih buruk lagi, sekali seminggu ia harus pergi ke stasiun kereta api untuk mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia berhasil mendapatkan kontrak pembuatan kartun animasi untuk mendidik anak-anak tentang pentingnya menyikat gigi. Pada suatu malam, dokter gigi yang memesan kartun ini datang menemuinya dan mengajaknya ke kantornya. “Tidak bisa,” jawab Disney. “Mengapa?” tanya dokter itu. “Karena saya tidak punya sepatu. Satu-satunya sepatuku ada di tempat tukang sepatu untuk direparasi, dan saya tidak punya uang untuk mengambilnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski menghadapi keadaan yang serba menyusahkan. Walt Disney tidak putus asa. Ada sebuah gagasan di otaknya. Pada suatu malam bulan Juli 1923, dengan membawa semua uang di dalam saku baju setelan tuanya dari kain minyak berwarna abu-abu, pemuda kurus kering ini naik kereta api menuju Hollywood. Ia bertekad kuat untuk menjadi orang penting dalam dunia perfilman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tiba di Hollywood, Walt Disney hanyalah satu di antara banyak orang yang mengharapkan terwujudnya  cita-citanya. Kakaknya, Ray,  tinggal di California beberapa waktu lamanya, dan ia dengan senang hati mengundang adiknya tinggal di rumahnya. Walt mulai mengunjungi studio-studio film. Ia bersedia bekerja apa saja, asal ada hubunganya dengan perfilman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk maju dalam suatu bidang keahlian khusus, orang harus masuk ke dalamnya, apa pun pengorbanannya. Disney  menyadari, betapa sulitnya masuk ke studio-studio film Hollywood. Sebelum dirinya, banyak orang lain yang melamar kerja, tetapi ditolak. Namun, ia tidak patah semangat. Kalau ada orang lain yang berhasil masuk, mengapa ia tidak? Di matanya, ada dua macam orang: Mereka yang merasa kalah dan terlantar bila tak bisa  menemukan pekerjaan dan mereka yang dapat mencari penghasilan dengan cara apa pun dalam masa sulit. Disney selalu berusaha keras agar termasuk dalam golongan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman mengajarkannnya bahwa orang harus sepenuhnya mengandalkan diri sendiri. Ia kembali ke papan gambar dengan kemauan keras untuk mencari tempat bagi dirinya. Ia menggambar film-film komik untuk dijual kepada pengusaha bioskop.  Ada seorang pemilik gedung bioskop yang begitu tertarik, sehingga membeli berseri-seri film komik. Ia bahkan memesan rangkaian cerita Alice in Wonderland yang mulai dibuat oleh Walt Disney di Kansas. Kepada Disney ditawarkan uang $1.500,  jauh lebih besar dari yang diharapkannya. Rangkaian seri Alice in Wonderland ini diputar berurutan sampai tiga tahun. Dari hasil penjualannya, Walt Disney bisa membeli rumah, bahkan membangun studio film sendiri. Sesudah film Alice in Wonderland, Walt menciptakan makhluk kecil cerdik yang disebutnya “Mickey Mouse”, nama yang diberikan oleh istri Disney, Lillian Bounds. Mickey Mouse dengan cepat menjadi bintang tenar di seluruh dunia, bahkan lebih terkenal daripada banyak bintang Hollywood. Meski demikian, para produser awalnya menyambut kedatangan Mickey dengan kurang bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, film berbicara mulai muncul dan orang memboikot film bisu. Disney pun bereaksi. Bersama kelompok pembantunya, ia memperkenalkan suatu metode baru untuk mensinkronkan suara dan animasi. Walt terus mencari teknik-teknik baru untuk memperbaiki kemahirannya. Ia menerapkan pula proses teknik warna yang baru. Dengan teknik baru ini, ia tak perlu lagi menggunakan kombinasi dua warna. Dalam film Bambi, ia menggunakan 46 rona warna hijau untuk hutannya. Kartun berwarnanya yang pertama, Silly Symphony, membuat para penggemar film kegirangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disney makin menyadari, kalau ia mau terus berkarya dengan skala yang lebih besar, ia harus membangun suatu kelompok berotak cerdas. Artinya, ia harus mengelilingi dirinya dengan asisten-asisten pintar, yang mampu menawarkan produk bermutu. Untuk memantapkan diri, ia harus melatih sendiri para asistennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disney merasa, para kartunis yang bekerja padanya terlalu sering menggunakan cara-cara tipu daya kuno. Satu-satunya cara mengubah keadaan ini adalah dengan membuat kursus-kursus latihan bagi mereka. Tujuannya, memperbaiki mutu lukisan dan teknik animasi. Ketika perusahaannya semakin besar, ia memutuskan pada 1930 untuk mendirikan sekolah sendiri, tempat ia mengajarkan segala teknik animasi kartun kepada calon-calon kartunis. Sekolah itu segera tampak seperti kebun binatang. Soalnya, untuk membuat tokoh-tokoh kartunnya lebih realistik, Disney mengubah ruang kelasnya menjadi laboratorium biologi kehidupan nyata dengan berbagai binatang. Hewan-hewan itu diamati oleh para siswa dalam aneka perilaku dan sikapnya. Pengamatan ini akan membantunya pula untuk membuat film-film dokumenter tentang keajaiban alam pada masa mendatang. Pada 1938, Disney memperkenalkan film animasi panjang tajuk karangannya yang pertama, Snow White.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama sesudah itu, ia membangun studio film modern di Burbank, California, dan mempekerjakan 1.500 tenaga..Disney tampaknya telah mencapai apa yang diimpikannya. Setahap demi setahap, ia menjadi apa yang diinginkannya dahulu. Ia hanya bekerja dengan baik kalau ada hambatan yang harus diatasi. Ia khawatir bila segala sesuatu berjalan terlalu lancar, terjadi perubahan mendadak dalam situasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Perang Dunia II, Ray dan Walt Disney menerima beberapa kontrak dari ketentaraan untuk membuat film dokumenter dan poster perang. Usai, perang, Disney Studios makin sibuk, dan Walt semakin mencurahkan perhatiannya pada keahlian seninya. Ia sering bekerja sampai larut malam. Konon, ia sering membongkar-bongkar keranjang sampah kertasnya untuk melihat isinya. Katanya, potongan-potongan kertas ini seringkali mengandung gagasan besar. Pada masa itulah Walt Disney menciptakan film-film besarnya,  seperti Cinderella, Peter Pan, dan Bambi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1950-an, impian fantasmagorik Walt Disney-Disneyland mulai berkembang. Semua temannya, terutama bankir-bankirnya, menyatakan bahwa proyek ini gila-gilaan. Namun, ketika  Walt Disney akhirnya memutuskan untuk proyek tersebut, tak ada seorang pun atau apa pun dapat mengubah keputusannya. Sekali lagi, Disney menunjukkan bahwa impian manusia dapat menjadi kenyataan. Gagasan menciptakan Disneyland muncul, ketika ia berjalan-jalan di taman dengan kedua putrinya, Sharon dan Diana. Ia membayangkan sebuah taman wisata sangat luas tempat anak-anak dapat bertemu dengan tokoh kartun yang mereka sayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disneyland akhirnya terwujud di Anaheim, California, pada 1955. Hari itu merupakan hari besar bagi Walt Disney. Ia berkata, andaikata ia tidak mendengarkan dirinya sendiri, tamannya ini tidak akan selesai. Inilah, akhirnya, sesuatu yang dapat ia sempurnakan terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Buku pintar tokoh-tokoh bisnis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-914218861802659846?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/914218861802659846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=914218861802659846' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/914218861802659846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/914218861802659846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/08/walter-elias-disney.html' title='Walter Elias Disney'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-8618799275211592465</id><published>2008-08-21T04:09:00.000-07:00</published><updated>2008-08-21T04:10:56.771-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Merancang Strategi Inovasi</title><content type='html'>Hidup barangkali kini terasa makin nyaman, dan untuk itu kita layak memberikan ucapan terima kasih pada para inovator yang telah mempersembahkan aneka produk inovatif dihadapan kita. Dua puluh tahun silam, kita mungkin tak pernah membayangkan betapa kita bisa melayangkan sederet kalimat romantis pada kekasih kita melalui medium SMS. Atau, juga melakukan chatting dengan kawan diseberang samudera melalui fasilitas internet. Karena itu, siapa tahu dua puluh lima tahun lagi kita bisa menikmati mobil terbang, melayang diatas jalanan kota Jakarta sambil menikmati pendaran emas menara Monas? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya kini tiap hari rasanya kita senantiasa disuguhi aneka produk yang menawarkan sejumput inovasi demi sebuah kenikmatan hidup. Mulai dari produk kamera digital, internet banking, media televisi diatas screen telpon genggam, hingga produk celana-dalam-sekali-pakai-kemudian-dibuang. Hidup memang terus bergerak, dan setiap perusahaan seperti dipacu untuk terus meluncurkan aneka produk baru. Dengan kata lain, tanpa inovasi, sebuah perusahaan hampir pasti akan terpelanting mati dalam sirkuit persaingan bisnis yang kian brutal. Persoalannya kemudian adalah : bagaimana caranya suatu perusahaan bisa menjadi lebih inovatif; bukan hanya dalam aneka produk yang dibuat, namun juga dalam rangkaian proses pengelolaan manajemennya? Sejumlah penyelidikan menyebut tiga aspek kunci yang layak digenggam dalam perlombaan menjadi sang jawara inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Aspek yang pertama adalah, penciptaan iklim inovasi dalam denyut kehidupan suatu perusahaan. Tentu saja harus segera disebut bahwa penciptaan iklim ini tidak hanya dapat dilakukan melalui aneka slogan atau lips service belaka. Iklim ini hanya bisa mekar melalui sistem pengelolaan manajemen yang demokratis, bergerak cair dalam lintas departemen, dan diusung melalui pola kepemimpinan yang terbuka terhadap beragam ide baru, betapapun radikalnya ide baru itu. Dalam kenyataannnya, pola kepemimpinan yang demokratis bahkan disebut sebagai faktor kunci bagi mekarnya kreativitas diantara para karyawan. Tanpa pola kepemimpinan yang empowering, maka barisan karyawan yang penuh daya kreativitas sekalipun, niscaya akan layu dan tenggelam dalam frustasi lantaran ide-idenya selalu terbentur dengan tembok birokrasi yang mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek yang kedua, adalah adanya visi dan arah yang jelas mengenai strategi perusahaan menghadapi lansekap pasar masa depan. Tanpa strategi yang jelas, acapkali proses inovatif yang telah dimunculkan hanya akan berputar-putar ditempat tanpa mampu diterjemahkan menjadi produk unggul yang menguntungkan dan menang di pasaran. Kisah klasik yang tragis mengenai kehebatan para peneliti di Xerox mungkin layak disebut disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 70an, para peneliti Xerox inilah yang pertama kali menemukan teknologi mouse, dan juga tampilan windows yang kini menghiasi setiap layar komputer. Namun tragisnya, para petinggi Xerox tidak mampu melihat itu semua sebagai strategi penciptaan produk yang menguntungkan. Pada akhirnya, perusahaan lainnya yang kemudian mengeksploitasi beragam temuan inovatif itu menjadi aneka produk legendaris. Pesannya barangkali jelas : sebuah perusahaan mesti menempatkan segenap proses inovasinya dalam payung strategi yang jelas mengenai masa depan. Tanpa itu, maka proses inovasi yang melelahkan hanya akan berujung pada kegagalan yang tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek yang terakhir yang juga layak diperhatikan ketika perusahaan hendak berinovasi adalah kepekaan mengantisipasi kebutuhan masa depan pelanggan. Keberhasilan fenomenal Apple dalam mendesain dan menjual iPod sungguh tak lepas dari kepaiawaian mereka dalam mengendus perubahan gaya hidup pelanggan menuju digital lifestyle. Dan kini, mereka mencoba menduplikasi kesuksesan iPod dengan meluncurkan iPhone, sebuah produk inovatif yang mengundang banyak decak kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sukses Apple ini mengindikasikan bahwa strategi inovasi yang jitu mesti harus selalu ditautkan dengan dinamika kebutuhan pelanggan, atac acap disebut sebagai customer driven innovation strategy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses menjadi perusahaan yang inovatif memang tidaklah mudah. Dibutuhkan energi, nafas yang panjang dan juga kreativitas yang jempolan untuk melaksanakan tiga aspek diatas secara optimal. Namun kini ketika hidup terus bergerak kearah yang makin hiper-modern, barangkali pilihannya memang tinggal inovasi atau mati. Mati pelan-pelan dalam kuburan produk-produk usang yang membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: strategimanajemen.net&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-8618799275211592465?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/8618799275211592465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=8618799275211592465' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8618799275211592465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8618799275211592465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/08/merancang-strategi-inovasi.html' title='Merancang Strategi Inovasi'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-1080840733718656136</id><published>2008-08-21T04:06:00.001-07:00</published><updated>2008-08-21T04:07:51.054-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Tiga Jurus Strategi Bisnis</title><content type='html'>by: Yodhia Antariksa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya yang membuat Microsoft terus berjaya? Lalu mengapa Nokia mampu menjadi produk cell phone yang paling banyak dicintai para konsumen? Dan apa yang membuat BMW selama puluhan tahun terus menjadi ikon kemakmuran yang terus diburu orang? Belajar dari kisah sukses perusahaan-perusahaan berskala global terkemuka dalam melayani pelanggan, tampaknya ada sejumlah wisdom yang bisa dipetik. Pelajaran utama yang bisa diambil adalah ini : bahwa proses melayani pelanggan ternyata mesti diawali dengan pilihan strategi yang benar. Dengan kata lain, proses melayani kebutuhan pelanggan ternyata tidak sekonyong-konyong muncul dari langit, namun mesti diselaraskan dengan pilihan strategi perusahaan (corporate strategy) yang telah diputuskan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dalam konteks ini terdapat tiga jurus strategi yang acapkali diaplikasikan oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia. Jurus yang pertama adalah pilihan strategi yang berorientasi pada product leadership (keunggulan produk). Perusahaan pada kategori ini selalu berupaya menciptakan produk-produk dengan kualitas premium, dan selalu one step ahead dibanding produk kompetitor. Mereka tak segan-segan mengeluarkan dana besar untuk bagian R &amp; D-nya demi terciptanya produk yang ciamik. Intel yang terkenal dengan seri Pentium-nya mungkin contoh yang paling sempurna untuk kategori ini. Atau juga perusahaan-perusahaan adibusana seperti Louis Vuitton yang tenar dengan produk tas-nya. Dan tentu saja, kita mesti menunjuk BMW dan Ferarri, dua produsen otomotif yang selalu menciptakan produk-produk legendaris nan menawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus strategi yang kedua adalah pilihan yang berorientasi pada operational excellence (keunggulan operasional). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun proses bisnis yang super efisien. Harapannya, dengan efisiensi proses ini, mereka mampu menekan ongkos produksi, dan ujung-ujungnya bakal mampu menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif. Dell, perusahaan komputer asal Texas itu, merupakan sampel yang layak disebut dalam kategori ini. Dengan model dan proses bisnis yang amat efisien, mereka mampu menciptakan produk-produk desktop dengan harga yang lebih komptetitif dibanding para pesaingnya, semacam IBM dan HP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurus yang terakhir adalah pilihan strategi yang mengacu pada customer intimacy (keintiman dengan pelanggan). Bagi perusahaan dalam kategori ini, yang paling utama adalah membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya; dengan harapan akan tercipta relasi yang langgeng. Banyak perusahaan di bidang perhotelan dan juga penerbangan yang melakoni strategi ini demi membangun loyalitas para pelangggannya. Harley Davidson juga amat terkenal memiliki hubungan yang luar biasa intim dengan para pemakainya; sehingga mereka bisa membangun fanatisme yang amat intens dengan jutaan penggemarnya di seluruh jagat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, banyak perusahaan yang juga mengkombinasikan beragam jurus itu, dan tidak hanya berfokus pada satu jurus. Honda misalnya, selain dikenal memiliki produk-produk yang unggul, juga dikenal memiliki proses bisnis yang amat efisien. Demikian juga, Singapore Airline. Selain memiliki produk penerbangan yang ciamik, mereka juga memiliki keahlian dalam membangun hubungan yang intim dengan para pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, tiga jurus strategi bisnis yang layak dikedepankan. Deretan jurus yang bila dipentaskan dengan presisi yang tinggi dijamin akan menghantarkan sang pemainnya dalam bahtera keunggulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-1080840733718656136?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/1080840733718656136/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=1080840733718656136' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/1080840733718656136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/1080840733718656136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/08/tiga-jurus-strategi-bisnis.html' title='Tiga Jurus Strategi Bisnis'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-2009275761306204914</id><published>2008-08-19T08:51:00.000-07:00</published><updated>2008-08-19T08:53:03.036-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>Apa Yang Membuat Kita Mulai Bertindak</title><content type='html'>"Actually, most people KNOW what they must do for success. But, only &lt;br /&gt;few of them DO what they know". – Anthony Robbins -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat tadi adalah merupakan refleksi dari keinginan dan &lt;br /&gt;tindakan di dalam kehidupan kita sehari-hari, dimana pada dasarnya &lt;br /&gt;setiap orang punya keinginan untuk mencapai sesuatu hal, dan kita pun &lt;br /&gt;tahu apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. Tapi ada hal-hal &lt;br /&gt;tertentu yang menghambat, yang menyebabkan sebagian besar dari kita &lt;br /&gt;menunda, dan menunggu `saat yang tepat' untuk melakukannya. Tapi di &lt;br /&gt;sisi lain, ada sebagian kecil orang yang mulai melakukan hal-hal yang &lt;br /&gt;mereka inginkan. Pertanyaannya tentu, mengapa sebagian besar orang &lt;br /&gt;menunda, dan hanya sebagian kecil saja yang mau melakukannya &lt;br /&gt;sekarang. Apa yang menyebabkan itu terjadi ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang menyebabkan kita menunda hal-2 yang &lt;br /&gt;ingin kita lakukan. Yang pertama, kita merasa keinginan kita tidak &lt;br /&gt;terlalu penting, sehingga membuat kita merasa tidak perlu &lt;br /&gt;melakukannya sekarang. Kita berpikir, mungkin hal tersebut bisa &lt;br /&gt;dilakukan kapan-kapan, tapi bukan sekarang. Yang kedua, untuk &lt;br /&gt;melakukan keinginan kita tersebut mungkin kita perlu mengeluarkan &lt;br /&gt;extra effort, yang mungkin bisa berupa waktu, uang, atau tenaga kita, &lt;br /&gt;dan kita merasa enggan untuk mengeluarkan extra effort tersebut, &lt;br /&gt;karena hal tersebut `memaksa' kita bekerja lebih keras dari &lt;br /&gt;biasanya, `memaksa' kita keluar dari comfort zone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika alasan untuk menunda demikian besar, lalu mengapa ada &lt;br /&gt;juga orang yang langsung bertindak begitu mereka mempunyai &lt;br /&gt;keinginan ? Ada empat hal yang membuat seseorang mulai bertindak, &lt;br /&gt;yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIPAKSA OLEH ORANG LAIN&lt;br /&gt;Ini adalah hal yang paling tidak menyenangkan, apabila kita &lt;br /&gt;harus melakukan sesuatu karena paksaan dari orang lain. Dan biasanya &lt;br /&gt;kita akan melakukannya sambil mengeluh, bersungut-sungut atau asal-&lt;br /&gt;asalan. Hasil dari tindakan yang dilakukan pasti tidak akan maksimal. &lt;br /&gt;Coba ingat kembali di masa sekolah kita, berapa banyak diantara kita &lt;br /&gt;yang harus dipaksa oleh orang tua untuk belajar ? Tentu, paksaan dari &lt;br /&gt;orang tua ini adalah demi keinginan kita untuk mendapatkan nilai &lt;br /&gt;bagus, mendapatkan rangking tertinggi, atau mungkin hanya sekedar &lt;br /&gt;untuk bisa naik kelas saja. Tindakan yang dilakukan karena paksaan &lt;br /&gt;dari orang lain tidak akan berlangsung lama, karena apabila tidak &lt;br /&gt;dipaksa lagi, maka tindakan akan langsung berhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIPAKSA OLEH KEADAAN&lt;br /&gt;Keadaan yang memaksa bisa membuat orang mulai melakukan &lt;br /&gt;sesuatu, entah itu tindakan yang positif atau negatif. Dalam contoh &lt;br /&gt;yang negatif, sering kita dengar seorang pencuri yang tertangkap &lt;br /&gt;berkata "Saya terpaksa mencuri karena ……". Atau dalam contoh yang &lt;br /&gt;positif, seorang siswa yang tadinya di semester awal lebih banyak &lt;br /&gt;bermalas-malasan, tiba-tiba langsung belajar dengan semangat tinggi, &lt;br /&gt;setelah nilai raportnya hancur di semester satu. Keadaan yang &lt;br /&gt;memaksanya untuk rajin, untuk mengejar naik kelas. Dalam dunia &lt;br /&gt;profesional, banyak diantara kita yang bekerja berdasarkan deadline. &lt;br /&gt;Saat kerja kita sudah mendekati hari H, biasanya kita akan bekerja &lt;br /&gt;lebih keras, mungkin dengan mengambil waktu lembur hingga larut &lt;br /&gt;malam. Ada baiknya bagi kita yang merasa dirinya kurang disiplin &lt;br /&gt;dalam melakukan sesuatu, mulai menerapkan system deadline, sehingga &lt;br /&gt;keinginan kita bisa mulai dikerjakan dan ada keteraturan di dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADA `EMOTIONAL TOUCH' DI DALAMNYA&lt;br /&gt;Seseorang akan mulai bertindak jika ada sentuhan emosi dalam &lt;br /&gt;tindakan yang dia lakukan. Sebagai contoh, mengapa seorang suami mau &lt;br /&gt;malam-malam, di waktu hujan deras, bersusah payah mencarikan obat &lt;br /&gt;keluar rumah bagi istrinya yang sakit ? Padahal yang sakit bukan dia, &lt;br /&gt;dan dia punya pilihan untuk tetap tidur nyenyak di rumah ? Karena ada &lt;br /&gt;Cinta, ada sentuhan emosi yang membuat sang suami tadi mau melakukan &lt;br /&gt;apapun demi cintanya kepada sang istri. Emosi yang bisa menggerakkan &lt;br /&gt;seseorang bisa cinta, rasa takut, bangga, malu, dan sebagainya. Saat &lt;br /&gt;kita punya suatu keinginan dan ada sentuhan emosi di dalamnya, bisa &lt;br /&gt;dipastikan kita akan mau langsung melakukannya secara maksimal. &lt;br /&gt;Contoh lain, seorang anak mungkin akan belajar mati-matian untuk &lt;br /&gt;memperoleh nilai terbaik, agar memperoleh pujian dari orang tuanya, &lt;br /&gt;dan dia bisa bangga bisa meraih juara kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMITMEN&lt;br /&gt;Ini adalah hal yang paling sulit dilakukan oleh manusia pada &lt;br /&gt;umumnya. Karena komitmen membutuhkan `KEKUATAN EKSTRA' dari dalam &lt;br /&gt;hati kita untuk mulai melakukannya. Tapi sekali kita mempunyai &lt;br /&gt;komitmen untuk terus mengejar keinginan kita, maka dapat dipastikan &lt;br /&gt;bahwa seluruh tenaga, pikiran dan hati kita akan tercurah seluruhnya &lt;br /&gt;untuk mewujudkan keinginan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang coba tanyakan ke diri kita masing-masing, &lt;br /&gt;manakah diantara keempat hal tersebut yang paling nyaman untuk mulai &lt;br /&gt;kita lakukan agar kita bisa mulai bertindak ? Lakukan pilihan yang &lt;br /&gt;terbaik, dan mulai lakukan hari ini, untuk meraih keinginan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses untuk anda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SONNY VINN &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-2009275761306204914?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/2009275761306204914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=2009275761306204914' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/2009275761306204914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/2009275761306204914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/08/apa-yang-membuat-kita-mulai-bertindak.html' title='Apa Yang Membuat Kita Mulai Bertindak'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-6788433268998264913</id><published>2008-08-14T07:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T07:43:14.831-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><title type='text'>Proses Kreatif Berwirausaha</title><content type='html'>Kita berani berpikir kreatif.&lt;br /&gt;Itu berarti kita sudah berani mengambil risiko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAH satu tugas kita sebagai pengusaha, selain memiliki ketrampilan interpersonal, leadership, dan managerial, juga harus mampu melakukan tugas kreatif. Kreativitaslah, unsur penting eksis dan berkembangnya sebuah usaha. bagi entrepreneur, seolah tiada hari tanpa kreativitas. Saatnya kita terus kreatif. Apalagi, kalau di bagian sebelumnya, kerap disebut-sebut angka luar biasa pertumbuhan kewirausahaan di Amerika Serikat, di Indonesia sendiri, keragaman usaha maupun jumlah wirausahawannya, belum sebanyak di Amerika Serikat ataupun di negara lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Di Amerika Serikat misalnya, ada bisnis yang masih langka dan belum memasyarakat di Indonesia, yakni bisnis menyewakan pakaian dan perlengkapan bayi. Jadi sebenarnya banyak macam usaha yang bisa kita kerjakan, asal kita mau kreatif. Dalam hal apa saja, kita harus kreatif? Kreatiflah dalam beberapa hal, antara lain, memilih jenis usaha dan memilih waktu untuk memulainya.&lt;br /&gt;Maka, jangan ragu menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap unsurnya bisa kreatif. Jadikan setiap sudut, setiap suasana dalam usaha Anda, kondusif bagi munculnya ide-ide kreatif. Kreativitas itu sendiri, memang memerlukan proses, yakni proses kreatif. Jadi pada awalnya, untuk kreatif itu perlu persiapan, meski secara tidak formal. Tinggal, bagaimana kita sendiri membuat suasana kerja itu kreatif.&lt;br /&gt;Dalam prosesnya, ternyata kreatif itu juga membutuhkan konsentrasi kita. Padahal, yang kerap terjadi, saat kita melakukan konsentrasi, malah menemui jalan buntu. Akibatnya, kita tak bisa berbuat apa-apa, dan berangsur-angsur menjadi frustrasi. Dan, sebenarnya frustasi itu merupakan bagian dari proses kreatif itu sendiri.&lt;br /&gt;Dalam kondisi inilah, menurut saya, sebaiknya kita tidak menyerah atau putus asa. Jangan berhenti sampai di situ. Yakinlah, pada saatnya, wawasan atau iluminasi akan muncul. Kemudian, kita melewati proses kreatif berikutnya: inkubasi atau pengendapan masuk ke dalam alam bawah sadar. Pada saatnya, yaitu pada kondisi yang tidak disengaja, bisa saja muncul iluminasi itu artinya ide kreatif telah kita temukan.&lt;br /&gt;Langkah penting untuk ini, mengolah atau menjalankan ide kreatif menjadi konkret, demi kemajuan bisnis kita. Bahkan menurut kami, demi kepuasan pelanggan pun, perlu pendekatan kreatif. Kreatif, juga kata kunci dalam urusan mencari modal atau dana pengembangan usaha, peningkatan kegiatan produksi, perbaikan desain, pemasaran, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Orang kreatif, adalah orang yang berani mengambil risiko. Hanya tinggal seberapa besar sebenarnya kualitas kreativitas itu akan mempengaruhi risiko usaha yang dijalankan. Bahkan, seseorang yang berani berpikir kreatif, berarti dia sudah berani mengambil risiko. Kami pun yakin, hanya pengusaha yang berani mengambil risiko itulah yang usahanya dapat berkembang maju, baik untuk saat ini ataupun untuk masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-6788433268998264913?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/6788433268998264913/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=6788433268998264913' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6788433268998264913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6788433268998264913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/08/proses-kreatif-berwirausaha.html' title='Proses Kreatif Berwirausaha'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-6013406817725665171</id><published>2008-08-14T07:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T07:42:32.392-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><title type='text'>Luwes Menyikapi Peluang</title><content type='html'>Jika Anda termasuk dalam golongan orang yang selalu ingin tahu, kemudian dapat melihat suatu peristiwa dan pengalaman untuk dijadikan sebuah peluang, di mana orang lain tidak melihatnya, kemudian memiliki keberanian berpikir kreatif dan inovatif, bersiaplah Anda untuk menjadi entrepreneur.&lt;br /&gt;Banyak contoh yang dapat memberikan gambaran kepada kita, bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin dilakukan wirausahawan. Keluarkan semua ide atau gagasan Anda, jangan takut diremehkan atau dihina orang. ‘Ide gila” yang Anda sampaikan, boleh jadi suatu waktu akan mengundang kekaguman banyak orang. Begitu Anda mulai menuai sukses, barulah orang akan berguman, “Mengapa itu tak terpikirkan oleh saya sejak dulu, ya?”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kalau Anda berani tampil beda, itu berarti Anda berjiwa entrepreneur. Saya setuju pendapat yang mengatakan, keberhasilan entrepreneur ibarat kesabaran dan ketenangan seorang aktor akrobatik meniti tambang tipis hingga sampai ke tujuan. Ia tidak menghabiskan waktunya dengan perasaan khawatir, tapi konsentrasinya tertuju pada tujuannya. Tak kalah pentingnya, jangan malu akan kesalahan yang kita buat. Seorang entrepreneur memang tidak menyukai kesalahan, tapi ia tetap akan menerimanya sepanjang hal itu dapat memberikan pelajaran berharga. Ia harus mampu meloloskan diri dari situasi-situasi yang hampir mustahil bisa diatasi. Dalam era global sekarang ini, kegiatan usaha yang kita jalankan hampir 90% justru tidak sesuai rencana.&lt;br /&gt;Karena itu, kita harus luwes dengan rencana yang telah kita buat. Bersiaplah berpindah dari satu rencana ke rencana lainnya. Seorang entrepreneur juga tidak boleh mudah berputus asa. Ia harus yakin dengan kreativitasnya. Selalu ada jalan yang tidak pernah terbayang sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-6013406817725665171?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/6013406817725665171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=6013406817725665171' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6013406817725665171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6013406817725665171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/08/luwes-menyikapi-peluang.html' title='Luwes Menyikapi Peluang'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-2331512397681774343</id><published>2008-08-14T07:39:00.001-07:00</published><updated>2008-08-14T07:40:34.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><title type='text'>Kreativitas: Keharusan dalam Kewirausahaan</title><content type='html'>Jangan terpaku saja melihat gemerlap perubahan! Anda, satu di antara sekian orang yang sanggup menghadirkan hal baru! Pikirkanlah hal ini sebagai kebiasaan. Karena Anda hidup dalam abad kreativitas. Kreatif adalah, kunci memenangkan kompetisi. Ada banyak konsep kreativitas. Salah satunya, mengambil inspirasi dari dunia musik, tepatnya, musik jazz. Dalam musik jazz, ada istilah jam session, saat pemusik tidak memainkan lagu tertentu, tapi alat musiknya mengalunkan paduan nada tanpa terikat lagu, bebas-mengalir saja. Jamming, menjadi inspirasi John Kao menuangkan teorinya dalam buku yang sudah beredar dalam bahasa Indonesia, “Jamming: Seni dan Disiplin Kreativitas Bisnis”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kalau jamming bisa menggelitik telinga dengan alunan musik indah, bisnis pun, amat mungkin mengambil langkah alternatif di luar yang biasa berlaku. Hasilnya, seperti jamming dalam jazz, tetap “berirama dan enak didengar”. Begitulah analogi teori Kao dalam dunia bisnis.&lt;br /&gt;Jamming dalam bisnis, adalah ikhtiar kreatif. Ada imajinasi, totalitas berkreativitas, menyerap pendar-pendar inspirasi dari mana-mana. Dari sana tercipta ide-ide kreatif dalam pengembangan bisnis­. Siapa “sparing partner” seorang wirausahawan dalam mengeksplotasi gagasan kreatifnya? Ia bisa sesama wirausahawan, meskipun tak ada salahnya dengan orang lain yang sangat berbeda dunia kerja (bukan wirausahawan). &lt;br /&gt;Bekerja “serba rutin”, “manut pakem”, di level pengambilan keputusan tertinggi, terutama sebagai pusat penyikapan terhadap realitas bisnis, diyakini merupakan sebuah sikap berbahaya bagi keberlangsungan usaha. Rutinitas, pakem-pakem itu, menjadi belenggu bagi kemajuan. Namun begitu, jangan salah memaknainya. Manajemen kreativitas, bukan “anti aturan”. Aturan tertentu, harus tetap ada, tetapi keberadaannya tidak memasung kreativitas. Ada yang “ekstrim” dalam kasus pembaharuan ini. Misalnya, produsen piranti keras komputer yang mendunia, Intell. Intell, secara berkala selalu menghancurkan produk lama mereka setelah memproduksi produk baru hasil kreativitas timnya. Langkah yang serupa, meskipun “tak sengaja” dialami perusahaan Unilever. Begitu produk barunya muncul, produk lama Unilever “otomatis” dikalahkan produk barunya sendiri.&lt;br /&gt;Kalau ada contoh Intell dan Unilever di bagian ini, dua dari sekian big corporate dunia, sejatinya kreativitas tidak menjadi monopoli korporat besar. Dalam sektor usaha kecil pun, ide kreatif muncul dari perenungan dan perbincangan akan hal-hal yang tak pernah terpikirkan. Justru dalam usaha kecillah, kreativitas seharusnya lebih berkembang, karena biasanya usaha kecil, punya sumber daya insani tak banyak. Ini poin lebih sehingga usaha kecil relatif lebih kompak orang-orangnya, sehingga transfer kreativitas baru bisa lekas merata. Dalam usaha berskala kecil transfer kreativitas lebih pendek jalurnya. Seorang inovator dalam tempo pendek ia bisa langsung mentransfer temuan barunya kepada semua orang yang bekerja bersamanya. Bukan mustahil, proses mentransfer temuan baru itu, sekaligus bisa memicu tumbuhnya kreativitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-2331512397681774343?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/2331512397681774343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=2331512397681774343' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/2331512397681774343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/2331512397681774343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/08/kreativitas-keharusan-dalam_14.html' title='Kreativitas: Keharusan dalam Kewirausahaan'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-7071831666880739381</id><published>2008-08-14T07:37:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T07:39:37.361-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><title type='text'>Kreativitas Tak Pernah Henti</title><content type='html'>Kalau Anda berani tanpil beda,&lt;br /&gt;itu berarti Anda memiliki jiwa entrepreneur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUTIPAN di atas, sangat mungkin, mengundang senyum meremehkan. Masa, berbeda saja, sampai menjadi ciri jiwa enterpreneur. Kalimat itu terasa berlebihan. Pembaca, entrepreneur sendiri adalah dunia yang unik. Itu sebabnya, mengapa entrepreneur atau wirausahawan dituntut untuk selalu kreatif setiap saat. Dengan kreativitasnya, tak mustahil akan terbukti bahwa ía betul-betul memiliki citra kemandirian yang memukau banyak orang. Karenanya, ia pantas dikagumi, dan selanjutnya diikuti.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Menjadi entrepreneur kreatif di saat krisis ekonomi, tentu saja tantangan yang sangat berat. Siapa saja yang mencoba terjun menjadi entrepreneur kreatif, ia harus bekerja 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Ini masih harus dijalankan sedikitnya untuk kurun waktu sekitar dua tahun pertama. Sebuah babak baru yang berat, berjuang tanpa henti dengan berbagai tekanan fisik maupun psikis.&lt;br /&gt;Bisnis modern? Apalagi! Ia boleh dikatakan, mustahil bisa eksis dan berkembang tanpa kemampuan menciptakan sesuatu yang baru pada setiap harinya. Berpikirlah kreatif setiap hari. Dari mana ia datang? Dari mana saja, dari siapa saja. Interaksi sosial Anda, menjadi stimulan munculnya ide inovatif. Memang, tak mudah melahirkan sesuatu yang orisinal atau sama sekali baru. Bisa saja, ia adalah kombinasi “sentuhan baru” pada karya-karya yang sudah ada. Kesan, aksentuasi disain, modifikasi, adalah bagian dari proses kreatif.&lt;br /&gt;Milik siapakah kemampuan ini? Apakah ini hanya dimiliki pribadi tertentu? Tegas, kami nyatakan: tidak. Pada dasarnya, kita semua kreatif. Tentu saja, dengan kualitas dan kuantitas yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan kreatif itu terdistribusi hampir secara universal kepada seluruh umat di muka bumi ini. Kreativitas, bak sebuah mata air, jangan biarkan sumbernya mengering. Agar tetap berair, gali terus, agar “mata air kreativitas” kita tetap berair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raudsepp, peneliti dari Princeton Research Inc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-7071831666880739381?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/7071831666880739381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=7071831666880739381' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7071831666880739381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7071831666880739381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/08/kreativitas-tak-pernah-henti.html' title='Kreativitas Tak Pernah Henti'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-1445189016436682098</id><published>2008-08-10T08:16:00.001-07:00</published><updated>2008-08-10T08:16:44.151-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><title type='text'>Berani Mencoba</title><content type='html'>Seandainya kita berani mencoba dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti yang namanya kegagalan itu tak akan pernah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG bukannya gagal, tetapi berhenti mencoba. Ungkapan ini sengaja saya kedepankan. Mengapa? Karena sesungguhnya seseorang untuk dapat meraih kesuksesan dalam karier atau bisnisnya, maka orang itu harus punya keberanian mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang entrepreneur - dalam situasi sesulit apa pun - akan semakin tertantang untuk tidak berhenti mencoba. Dengan kata lain "berani mencoba" dan orang yang selalu berani mencoba itulah yang pada akhirnya justru akan meraih kemenangan atau kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dalam bisnis, tampaknya kita perlu mengedepankan sikap seperti itu, dan saya kira tidak ada salahnya bila kita bersikap positif semacam itu. Berdasar pengalaman, saya melihat, bahwa seorang entrepreneur adalah orang yang tidak mudah percaya sebelum mencobanya. Meskipun ketika mencobanya, keyakinan kita hampir padam karena pasti akan diterpa 'angin". Dan ternyata, terpaan 'angin" tersebut justru dapat membakar semangat kewirausahaan (the spirit of entrepreneurship) kita. Nalar bisnis (sense of business) kita semakin optimal, dan pada akhirnya, sebagai entrepreneur, kita semakin yakin akan kesuksesan yang akan kita raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegasnya, keberhasilan dalam bisnis memang sangat ditentukan oleh semangat kewirausahaan kita yang tinggi. Dengan demikian sikap mencoba dan mencoba terus-menerus itu akan dilakukannya. Pada akhirnya dengan sikap kita yang "berani mencoba' itu, akan membuat kita tidak akan mudah terpuruk dengan keputus-asaan. Apalagi sampai menghancurkan hidup dan bisnis yang telah kita rintis lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pikiran kita juga harus tetap diformulasikan ke arah positif. Bukan sebaliknya, suka berpikir negatif, apalagi sampai putus asa. Sikap semacam ini harus kita buang jauh-jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pikiran kita tidak melihat hasil akhir, bahwa bisnis kita bakal sukses, maka tentu kita akan kehilangan semangat kewirausahaan. Sebab, dengan kita memiliki bayangan kesuksesan di masa depan, tentu akan dapat memotivasi kita untuk bekerja lebih giat. Bahkan, menjadikan diri kita bersikap tidak mudah putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bisnis modern, kita tidak akan dapat hidup tanpa kita mempunyai sikap keberanian mencoba. Kita lihat saja, masih banyak orang yang gagal dalam usahanya, yang akhirnya putus asa tanpa mampu lagi berbuat sesuatu, tanpa berani mencoba lagi. Sikap semacam itu jelas akan merugikan kita, bukan saja dari aspek materi atau finansial saja, tapi juga dari aspek psikologis. Oleh karena itu, walaupun di masa krisis, sebaiknya kita harus tetap menjadi entrepreneur yang memiliki semangat kewirausahaan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga harus punya keyakinan, bahwa sesungguhnya seseorang itu tidak ada yang gagal dalam bisnisnya. Mereka yang gagal hanyalah karena dia berhenti mencoba, berhenti berusaha. Seandainya kita berani mencoba, dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti yang namanya kegagalan itu tidak akan pernah ada. Artinya, dengan kita mau berjerih payah dalam berusaha, tentu kita akan menuai keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kita harus berani mencoba. Sebab, tidak satu pun di dunia ini, termasuk di dalam dunia entrepreneur yang dapat mengantikan keberanian mencoba. Dengan bakat bisnis? Tidak bisa. Sebab orang berbakat yang tidak berhasil meraih sukses banyak kita jumpai. Bagaimana dengan kejeniusan seseorang? Juga tidak. Sebab kejeniusan yang hanya dipendam saja, itu sama saja dengan omong-kosong. Tergantung pendidikannya juga tidak. Sebab di dunia ini sudah penuh dengan pengangguran yang berijazah sarjana. Dan ternyata, hanya dengan keberanian mencoba dan mencoba itulah yang dapat menentukan kesuksesan bisnis kita. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-1445189016436682098?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/1445189016436682098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=1445189016436682098' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/1445189016436682098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/1445189016436682098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/08/berani-mencoba.html' title='Berani Mencoba'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-2344275395690800762</id><published>2008-08-10T08:15:00.000-07:00</published><updated>2008-08-10T08:16:03.497-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><title type='text'>Berani Merantau</title><content type='html'>Kita itu memang harus, punya keberanian merantau. Sebab, dengan keberanian merantau, kita akan lebih bisa percaya diri dan mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANYAK entrepreneur yang sukses karena ia merantau. Orang Tegal sukses dengan warteg-nya di Jakarta. Begitu juga orang Wonogiri sukses menekuni usaha sebagai penjual bakso. Orang Wonosari sukses sebagai penjual bakmi dan minuman. Sementara orang Padang, sukses dengan bisnis masakan Padang-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, orang Cina pun banyak yang sukses ketika dia merantau keluar negeri. Dan, tak sedikit pula, orang Jawa yang sukses sebagai transmigran di Sumatera. Juga banyak orang dari luar Jawa yang sukses bisnisnya ketika merantau di Yogyakarta. Tapi banyak juga orang Yogya yang sukses menjadi pengusaha atau merintis kariernya, ketika merantau di Jakarta. Hal itu wajar terjadi, karena orang-orang tersebut memang punya keberanian merantau.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sebenarnya, apa yang diungkapkan di atas hanyalah sekedar contoh, bahwa orang bisa sukses sebagai entrepreneur, kalau orang tersebut memiliki keberanian merantau. Mengapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, keberanian merantau itu perlu kita miliki, karena dengan merantau berarti kita berani meninggalkan lingkungan keluarga. Sebab, ketika kita berada di lingkungan keluarga, meskipun kita sudah tumbuh besar atau dewasa, namun tetap dianggap sebagai anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, hal itu akan membuat kita tergantung dan tidak mandiri. Akibat dari itu sangat jelas, kita mudah patah semangat atau putus asa. Tidak berani menghadapi tantangan atau risiko bisnis. Kita pun akan mudah tergantung pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi beda halnya. kalau kita berani merantau. Hal itu berarti kita siap menjadi "manusia baru". Kita harus siap menghadapi lingkungan baru, yang barangkali tak sedikit tantangan yang harus dihadapi. Dan, jika saat dulu kita belum tahu apa sebenarnya kelemahan kita, maka dengan merantau hal tersebut bisa diketahui. sedikit demi sedikit kelemahan tersebut akan kita perbaiki di tanah perantauan. Itulah sebabnya mengapa saya yakin, keberanian merantau yang membuat kita punya jiwa kemandirian itu, akan membuat kita lebih percaya diri dalam setiap langkah dalam bisnis maupun karier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi singkatnya, merantau itu akan membuat kita berjiwa "tahan banting". Katakanlah, kalau usaha kita ternyata jatuh dan gagal, kita tidak terlalu malu, toh itu terjadi di kota lain. Dengan kata lain, berusaha di kota lain akan mengurangi beban berat, bila dibandingkan dengan merintis bisnis di kota kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, keberanian merantau ke daerah lain, akan membuat kita dapat menyelesaikan persoalan sendiri. Bahkan, kita akan merasa tabu terhadap bantuan orang lain. Kita ada rasa untuk tidak mau punya hutang budi pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, saya berpendapat, bahwa sesungguhnya ke-mandirian itu adalah semangat paling dasar dari kita untuk bisa meraih kesuksesan. Dan, alangkah baiknya jika sikap mandiri semacam itu bisa kita bentuk sejak kita masih sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika kita ingin menjadi entrepreneur yang mampu meraih sukses dan "tahan banting", salah satu kuncinya adalah kemandirian itu sendiri. Dan, kemandirian akan muncul jika kita berani merantau. Buktikan sendiri. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-2344275395690800762?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/2344275395690800762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=2344275395690800762' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/2344275395690800762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/2344275395690800762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/08/berani-merantau.html' title='Berani Merantau'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-9076369009924361320</id><published>2008-08-06T06:37:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T06:38:36.902-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>Yang Terpenting Adalah Prosesnya Bukan Hasil Akhirnya</title><content type='html'>Oleh : Yulia Minarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup kita pasti ingin sukses dalam segala hal.Tapi jarang sekali kita mau melewati prosesnya.Kebanyakan orang berfikir bahwa kesuksesan itu akan datang dengan sendirinya tanpa kerja keras dan impian.Ibarat sebuah permainan lontre saja ketika kita membeli sebuah kupon tiba-tiba kita akan mendapatkan sekian banyak uang. Tapi itu bukanlah sebuah kesuksesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses itu bukan apa yang kita peroleh justru apa yang bisa kita berikan dari apa yang kita miliki untuk kehidupan ini. sukses itu pencapaian demi pencapain hal-hal kecil yang kemudian bisa menghasilkan sebuah hal yang luar biasa dan lebih bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain, itulah suskses.sukses tidak ditandai oleh materi tapi lebih pada kebermanfaatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kalau kita sudah tau hal itu, maka kita tidak perlu putus asa ketika kita masih belum merasa sukses karena materi yang kita dapat belum memenuhi standar materi seseorang yang sukses.Secara mental kita sudah sukses karena sudah berani bermimpi menjadi orang sukses dan berusaha untuk itu walau belum menunjukan hasil yang mememuaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya kita sudah sukses mengalahkan diri sendiri,karena musuh yang nyata bagi kesuksesan itu adalah diri kita sendiri.seperti yang dikatakan oleh seorang bijak&lt;br /&gt;"Orang kaya belum tentu sukses,tapi orang sukses sudah pasti kaya", karena kekayaan bisa saja hasil dari sebuah korupsi, warisan,ataupun menang lotre.Go sucsess in your life! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-9076369009924361320?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/9076369009924361320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=9076369009924361320' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/9076369009924361320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/9076369009924361320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/08/yang-terpenting-adalah-prosesnya-bukan.html' title='Yang Terpenting Adalah Prosesnya Bukan Hasil Akhirnya'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-4175969202330335528</id><published>2008-08-06T06:29:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T06:30:08.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><title type='text'>Pengusaha Berkualitas</title><content type='html'>Oleh : Debbie Sianturi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia usaha, tentunya kita tidak bekerja sendirian. Melainkan kita bekerja sama dengan seorang partner yang mungkin dapat memperkuat modal usaha atau memperkuat dalam bidang manajemen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan yang menjadi partner adalah orang-orang asing yang berada di Indonesia. Berbeda jika jita berada di negara maju, jika kita menjalankan usaha, maka kita harus berusaha sendiri tanpa didampingi partner karena pemerintah setempat siap melindungi usaha kita selama bermanfaat untuk negara maju tersebut. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Di Indonesia ini, begitu banyak orang ingin menjadi pengusaha. Saya tidak tahu alasannya apa, apakah memang mereka benar-benar siap menjadi pengusaha atau hanya mencari akal untuk mendapat modal dan pada akhirnya tidak dapat mempertahankan usahanya kemudian yang menjadi sasaran kesalahan adalah pemerintah Indonesia serta rakyat yang bodoh (katanya....).&lt;br /&gt;Umumnya, para pengusaha dadakan ini, sewaktu mendapat modal untuk menjalankan usahanya, yang pasti, tata keuangannya pasti berantakan. Karena pengusaha macam ini dengan segera menenteng hand phone dari berbagai seri dan mutakhir. Juga membawakan diri super sibuk dengan didampingi notebook yang mutakhir, minum cappucino di kafe ternama, berkeliaran di pub hotel berbintang lima, mengisap rokok atau cigar, dan jelasnya didampingi wanita yang super seksi dan cantik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sewaktu menjalankan pekerjaan dalam usahanya, dengan segera perintah anak buah. Jika ada partner, baik itu asing atau lokal yang kaya, maka si pengusaha sering perintah anak buah dan anak buah tidak memberikan hasil apapun. Bahkan sewaktu di bank, yang berbicara adalah sang sekretaris nan cantik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pengusaha jenis ini yang dikatakan sebagai pengusaha berkualitas?&lt;br /&gt;Boleh-boleh saja sebagai pengusaha, kita menggunakan hand phone atau notebook yang mutakhir. Bahkan boleh-boleh saja sebagai pengusaha, kita menikmati secangkir cappucino di hotel-hotel berbintang lima. Saya pun sebagai pengusaha, terkadang melakukan hal yang sama.&lt;br /&gt;Yang menjadi pertimbangan adalah apakah hasil usaha kita sudah maksimal sehingga kita sudah layak untuk menikmati segala yang bersifat eksklusif? Dan untuk menuntaskan pekerjaan, bukan sekedar perintah anak buah, tetapi yang penting adalah ada hasil penuntasan pekerjaan.&lt;br /&gt;Mungkin Anda akan berkata "Lho, saya perintah anak buah supaya mereka belajar?" Belajar tanpa mengerti dengan tujuan, adalah hal yang sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh-boleh saja kita meng-koordinasi atau mendelegasikan pekerjaan kepada anak buah. Dan ingat, cara pendelegasian tersebut harus diawali dengan penjelasan maksud tujuan dan penjelasan hasil yang diharapkan, sehingga anak buah dapat belajar dan tahu manfaat dalam menjalankan tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netter yang berbahagia,&lt;br /&gt;Jika Anda ingin menjadi pengusaha yang berkualitas, tanyalah pada diri Anda sendiri, apakah Anda memang sudah siap menjadi pengusaha yang berkualitas?&lt;br /&gt;Apakah Anda mudah menyalahkan pihak anak buah hanya karena pekerjaan tidak tuntas?&lt;br /&gt;Apakah Anda mudah mengeluh?&lt;br /&gt;Apakah Anda berani bertemu muka dengan siapa pun juga baik aparat, perbankan, pemimpin komunitas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran saya adalah persiapkan diri Anda dengan sebaik mungkin untuk menjadi pengusaha dengan percaya diri yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha yang berkualitas tidak pernah mengeluh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sukses menjadi pengusaha yang berkualitas!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-4175969202330335528?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/4175969202330335528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=4175969202330335528' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/4175969202330335528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/4175969202330335528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/08/pengusaha-berkualitas.html' title='Pengusaha Berkualitas'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-1168536462028474077</id><published>2008-08-05T06:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-05T06:49:53.783-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><title type='text'>Pengertian Dasar Wirausaha</title><content type='html'>Wiraswastawan sejati selalu berani memikul banyak tanggung jawab, sebab tak ada kehidupan berharga yang tidak mengandung kesulitan dan tantangan. Dewasa ini, dunia wirausaha (kewiraswastaan) tampaknya sudah mulai diminati oleh masyarakat luas. Namun, karena kurangnya informasi, banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspekaspek apa saja yang melingkupi dunia wiraswasta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang beranggapan bahwa kewiraswastaan adalah dunianya kaum pengusaha besar dan mapan, lingkungannya para direktur dan pemilik PT, CV serta berbagai bentuk perusahaan lainnya. Oleh karena itu, kewirawastaan sering dianggap sebagai wacana tentang bagaimana menjadi kaya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang kekayaan itu sendiri seakan-akan merupakan simbol keberhasilan dari kewiraswastaan. Bukan hanya sebagian masyarakat awam yang berpikir demikian, karena ternyata beberapa lembaga pembinaan kewiraswastaan juga mempunyai persepsi yang mirip dengan itu. Pada beberapa kesempatan, lembaga-lembaga tersebut menampilkan figur tokoh-tokoh sukses yang katanya berhasil menjadi kaya, dengan jalan berwiraswasta. Figur sukses itu antara lain terdiri dari tokoh-tokoh pengusaha besar yang masyarakat mengenalnya sebagai orang-orang terkemuka yang dekat dengan para pejabat pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari siapa tokoh-tokoh sukses dan kaya yang ditampilkan itu, serta bagaimana cara mendapatkan kekayaannya, marilah kita kembali ke inti persoalan : "Benarkah kewiraswastaan merupakan wacana tentang bagaimana caranya untuk menjadi kaya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bicara sekadar menjadi kaya, tentu semua orang maklum bahwa tidak semua orang kaya adalah pengusaha, sebaliknya tidak semua pengusaha adalah orang kaya. Rata-rata pejabat di Indonesia sudah termasuk orang kaya atau orang berada, apalagi kalau pejabat itu korup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karyawan-karyawan swasta, terutama para manager dan direktur juga banyak yang kaya. Bahkan, ada pengemis jalanan berpenghasilan lebih dari Rp. 300.000,- bersih per hari, dan jelas bahwa ia berpotensi untuk menjadi kaya. Dapatkah mereka semua, termasuk para koruptor dan pengemis, menjadi figur panutan dalam wacana kewiraswastaan ? Rasanya tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewiraswastaan atau kewirausahaan sebenarnya bukanlah bertujuan untuk menjadi kaya. Setidaknya inilah yang dekemukakan oleh para perintis kewiraswastaan di Indonesia sejak 3 dekade yang lalu. Merintis masa depan dengan belajar menjadi pengusaha lebih mirip dengan belajar bagaimana mengemudikan kendaraan. Seorang instruktur pada sebuah sekolah mengemudi mobil pernah berkata pada para siswanya, yang dalam praktek selalu berusaha untuk menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi : "Keterampilan mengemudi bukan dilihat dari seberapa cepat kendaraan dipacu. Karena memacu kecepatan adalah hal yang mudah. Itu hanya soal seberapa dalam kita menginjak pedal gas. Ilmu mengemudi lebih merupakan keterampilan bagaimana menjalankan mobil dari keadaan tidak bergerak, menjadi bergerak dan berjalan dengan stabil, serta bermanuver dengan baik sesuai keadaan, berbelok, maju, mundur, parkir, menanjak, menurun dan lain sebagainya, tanpa membahayakan diri sendiri ataupun orang lain. Kecepatan adalah soal lain.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan sang instruktur memang benar. Keberhasilan mengemudi bukan dilihat dari seberapa cepat kendaraan dipacu. Demikian pun keadaannya dengan kewiraswastaan. Keberhasilan berwiraswasta tidaklah identik dengan seberapa berhasil seseorang mengumpulkan uang atau harta serta menjadi kaya, karena kekayaan bisa diperoleh dengan berbagai cara, termasuk mencuri, merampok, korupsi, melacur dan lain-lain perbuatan negatif. Sebaliknya kewiraswastaan lebih melihat bagaimana seseorang bisa membentuk, mendirikan serta menjalankan usaha dari sesuatu yang tadinya tidak berbentuk, tidak berjalan bahkan mungkin tidak ada sama sekali. Seberapa kecil pun ukuran suatu usaha, jika dimulai dengan niat baik, caracara yang bersih, keberanian dan kemandirian, sejak dari nol dan kemudian bisa berjalan dengan baik, maka nilai kewiraswastaannya jelas lebih berharga, daripada sebuah perusahaan besar yang dimulai dengan bergelimang fasilitas, penuh kolusi serta sarat dengan keculasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kewiraswastaan, kekayaan menjadi relatif sifatnya. Ia hanya merupakan produk bawaan (by-product) dari sebuah usaha yang berorientasi kearah prestasi. Prestasi kerja manusia yang ingin mengaktualisasikan diri dalam suatu kehidupan mandiri. Ada pengusaha yang sudah amat sukses dan kaya, tapi tidak pernah menampilkan diri sebagai orang yang hidup bermewah-mewah, dan ada juga orang yang sebenarnya belum bisa dikatakan kaya, namun berpenampilan begitu glamor dengan pakaian dan perhiasan yang amat mencolok. Maka soal kekayaan pada akhirnya terpulang kepada masing-masing individu. Keadaan kaya-miskin, sukses-gagal, naik dan jatuh merupakan keadaan yang bisa terjadi kapan saja dalam kehidupan seorang pengusaha, tidak peduli betapapun piawainya dia. Kewiraswastaan hanya menggariskan bahwa seorang wiraswastawan yang baik adalah sosok pengusaha yang tidak sombong pada saat jaya, dan tidak berputus asa pada saat jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu suku kata pun dari kata "wiraswasta" yang menunjukkan arti kearah pengejaran uang dan harta benda, tidak pula kata wiraswasta itu menunjuk pada salah satu strata, kasta, tingkatan sosial, golongan ataupun kelompok elit tertentu. Terkadang orang tidak menyadari bahwa "wiraswasta" tidak sama dengan "swasta" dan "orang swasta" tidak dengan sendirinya merupakan wiraswastawan sejati, meskipun mungkin yang bersangkutan menyatakan diri begitu.. Ini disebabkan "wiraswasta" mengandung kata "wira", yang mempunyai makna luhurnya budi pekerti, teladan, memiliki karakter yang baik, berjiwa kstaria dan patriotik. Oleh sebab itu dapat dipastikan bahwa seorang wiraswastawan sejati selalu memegang etika sebaik-baiknya dalam berbisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang swasta yang berhasil mengumpulkan harta berlimpah, tidak dapat dikatakan sebagai wiraswastawan sejati, selama harta yang dikumpulkannya itu didapat dengan jalan yang tidak benar seperti kolusi, memeras, menipu, merampok dan lain-lain aktivitas sejenis. Saya menemukan bahwa kadang-kadang terjadi salah pengertian tentang istilah "kewiraswastaan" yang merupakan terjemahan dari kata asing "entrepreneurship". Ada pendapat bahwa kewiraswastaan tidak hanya terjadi dikalangan orang atau perusahaan swasta saja, tetapi juga ada dilingkungan perkoperasian, lingkungan pendidikan bahkan dilingkungan badan-badan usaha milik pemerintah (BUMN). Oleh karenanya, "entrepreneurship" bukan monopoli kelompok perusahaan swasta saja. Maka kemudian timbul istilah "wirausaha" yang dianggap lebih universal dalam penerapannya. Gejala ini berlanjut lebih spesifik lagi dengan munculnya istilah "kewira koperasian" untuk para aktivis koperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpendapat, istilah "wiraswasta" tidak hanya menunjuk kepada orang-orang dari kalangan perusahaan swasta. Sebagai istilah yang mewakili kata "entrepreneurship", penggunaannnya sudah sangat universal, sehingga sebetulnya tidak perlu lagi direvisi. Secara etimologi, sebagaimana dijelaskan oleh Dr. Suparman Sumahamidjaya, arti kata wiraswasta bisa diuraikan lebih kurang sebagai berikut : wira = luhur, berani, ksatria. swa = sendiri. sta = berdiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, maksud dari kata wiraswasta adalah, mewujudkan aspirasi kehidupan berusaha yang mandiri dengan landasan keyakinan dan watak yang luhur. Lebih spesifiknya, kaum wiraswastawan sejati adalah mereka yang berani memutuskan untuk bersikap, berpikir dan bertindak secara mandiri,mencari nafkah dan berkarir dengan jalan berusaha di atas kemampuan sendiri, dengan cara yang jujur dan adil, jauh dari sifat-sifat keserakahan dan kecurangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi di atas tidak membatasi bahwa wiraswastawan harus seorang yang menjalankan perusahaan milik sendiri. Dengan demikian kewiraswastaan berlaku dilingkungan manapun, termasuk koperasi, BUMN, pengusaha kaki lima, makelar bahkan dilingkungan karyawan sekalipun. Sebab apa? Karena kaum profesional yang status formalnya adalah seorang karyawan, pada hakikatnya merupakan seorang wiraswastawan juga, karena mereka bekerja dengan menjual "leadership", atas dasar kemitraan bisnis yang adil dan saling menguntungkan, dan bukan atas dasar keinginan untuk "menumpang hidup" semata. Para distributor dari sebuah perusahaan multi-levelmarketing, sebagaimana agen-agen asuransi, juga merupakan pribadi-pribadi yang berusaha secara mandiri dan mereka berwiraswasta. Beberapa perusahaan yang telah maju ternyata juga didirikan oleh para mantan karyawan yang memiliki naluri kewiraswastaan. Hal ini menguatkan bukti bahwa kewiraswastaan memang ada dimana-mana. Hanya saja, kewiraswastaan ada yang kelihatan secara jelas, ada yang tersembunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa pun saya menyambut baik munculnya berbagai istilah alternatif, karena hal tersebut dengan sendirinya akan memperkaya khasanah kosakata bahasa Indonesia yang masih memerlukan pembinaan-pembinaan lebih jauh. Sebab itu, dalam buku ini akan dipergunakan istilah "wiraswasta" dan "wirausaha" secara silih berganti, agar tidak menimbulkan kejenuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa aktivitas yang memiliki kandungan nilai kewirausahaan, baik yang jelas maupun yang tersembunyi bisa dicontohkan sebagai berikut : &lt;br /&gt;1). Pengusaha-pengusaha "kantoran" yang menjalankan perusahaan milik sendiri atau bermitra. Baik dari kelas pengusaha besar, menengah ataupun kecil.&lt;br /&gt;2). Pengusaha-pengusaha seperti pedagang kaki lima, warung nasi, restoran, toko klontong, bengkel, salon dan lain-lain.&lt;br /&gt;3). Pengusaha candak kulak, seperti bakul jamu, tukang bakso pikul/grobak, dan lain sebagaiya.&lt;br /&gt;4). Pengurus dan anggota-anggota koperasi.&lt;br /&gt;5). Tokoh-tokoh pemasaran, seperti para direktur dan manajer pemasaran, sales representative, business representative, salesmen/girl door to door.&lt;br /&gt;6). Para distributor multi-level-marketing serta para agen asuransi.&lt;br /&gt;7). Tokoh-tokoh profesi seperti dokter, pengacara, notaris, konsultan sampai supir taksi.&lt;br /&gt;8). Mereka yang menjalankan bisnis sambilan, tanpa melecehkan pekerjaan utamanya sebagai karyawan.&lt;br /&gt;9). Para karyawan, yang sambil bekerja, berusaha belajar untuk mempersiapkan diri menjadi pengusaha nantinya.&lt;br /&gt;10). Para makelar yang jujur.&lt;br /&gt;11). Kaum profesional yang menjual leadership pada perusahaan-perusahaan besar mulai dari yang menjabat sebagai presiden direktur, direktur atau manajer, sampai kepada staf pelaksana.&lt;br /&gt;12). Dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini, rekomendasi diberikan atas bidang-bidang yang berkaitan dengan sektor produksi. Sebaliknya, penulis tidak terlalu menganjurkan keikut sertaan pembaca dalam sektor finansial yang penuh muatan spekulasi seperti bisnis valuta asing, bursa saham dan juga bursa komoditi. Ini dengan pertimbangan bahwa Indonesia masih amat memerlukan sektor produksi yang kuat, dan seyogyanya pengusaha kecil lebih berkonsentrasi pada aktivitas-aktivitas kekaryaan yang riil. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-1168536462028474077?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/1168536462028474077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=1168536462028474077' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/1168536462028474077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/1168536462028474077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/08/pengertian-dasar-wirausaha.html' title='Pengertian Dasar Wirausaha'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-7728402870509200885</id><published>2008-07-31T09:35:00.000-07:00</published><updated>2008-08-05T04:52:53.161-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>Mengapa Harus Menunggu jika Bisa Mulai Sekarang!</title><content type='html'>Oleh: Roy Sembel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti sajalah kalau saya sudah punya banyak uang.&lt;br /&gt;Saya ingin punya usaha sendiri, tapi, jangan sekarang.&lt;br /&gt;Perjalanan saya masih jauh untuk meraih &lt;br /&gt;cita-cita saya.&lt;br /&gt;Perlengkapan usaha saya belum komplit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara meraih sukses. Salah satu cara adalah memulai usaha sendiri. Jika memang ”jalan” ini yang Anda pilih (memulai usaha sendiri), artikel ini memang untuk Anda. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;KEKUATAN 4 S &lt;br /&gt;Sebelum kita mengambil langkah pertama memulai usaha sendiri, ada empat hal yang bisa kita gunakan sebagai kekuatan untuk mendorong kita mewujudkan mimpi kita: memiliki usaha sendiri yang sukses. &lt;br /&gt;Sekarang. Meraih cita-cita, apa pun itu bentuknya memang tidaklah semudah membalik telapak tangan. Semua upaya untuk mewujudkan cita-cita, termasuk juga memulai usaha sendiri, mengandung berbagai risiko: kegagalan, kesulitan dana, berbagai masalah dan hambatan lainnya. Tetapi, upaya ini juga tidak sesulit memindahkan gunung. Untuk sukses dalam menekuni sebuah usaha, memang memerlukan waktu dan kesiapan. Tapi, jika semua itu tidak kita mulai sekarang, lalu kapan lagi? Jika kita tidak memulai sekarang, mungkin sekali kita tidak akan pernah punya keberanian untuk memulai. Jadi jangan sampai kita menyesal kemudian. &lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa kita lakukan sekarang: mempersiapkan diri, mempelajari ataupun memantapkan keterampilan yang diperlukan, memupuk pengalaman berharga, melakukan riset kecil untuk menentukan kebutuhan pasar ataupun perubahan kebutuhan yang bisa kita akomodasi melalui usaha yang akan kita bentuk, mencari informasi mengenai segala persyaratan dan aturan hukum yang terkait dengan usaha yang akan kita mulai (dokumen yang perlu dilengkapi, aturan main yang perlu dipatuhi), dan mencari dukungan dana, sumber daya manusia, dan nasihat yang diperlukan. ”You don’t have to be great to get started, but you have to get started to be great,” (Anda tidak perlu menjadi besar dulu untuk memulai, tapi Anda harus memulai dulu untuk menjadi ”besar”, begitulah yang dikatakan Les Brown. Kata-kata bijak Les Brown ini mungkin bisa membantu kita untuk memulai mengambil langkah pertama menuju cita-cita kita. &lt;br /&gt;Sedikit. ”Saya belum punya cukup uang. Saya belum punya banyak pengalaman. Saya belum punya ruang usaha.” Selain waktu, kelengkapan sarana dan prasarana sering menjadi alasan bagi kita untuk menunda memulai usaha sendiri. Sebenarnya, dalam memulai usaha, kita tidak perlu menunggu sampai semua yang kita perlukan ada. Mulai dengan memanfaatkan yang ada, untuk kemudian bisa kita lengkapi sedikit demi sedikit sejalan dengan berkembangnya usaha kita. Sebagai ilustrasi, kita bisa meneladani apa yang dilakukan oleh Daisy Braxton. Wanita pengusaha jasa kebersihan gedung ini, tidak menunggu sampai ia memiliki banyak pegawai, dan banyak peralatan untuk memulai usahanya. Ia memasarkan jasanya ke berbagai pemilik gedung. Begitu pesanan diterima dari satu pemilik gedung kecil, ia langsung merekrut dua karyawan untuk membantunya, dan membeli perlengkapan yang diperlukan dari uang muka yang didapatkan. Dari satu gedung dan dua karyawan, dalam kurang dari lima tahun, Daisy berhasil mengembangkan usahanya menjadi besar dengan omzet yang 500% lebih tinggi dari saat ia pertama kali memulai.&lt;br /&gt;Sendiri. Memulai sebuah usaha memang sering kali memerlukan dukungan orang lain: keluarga, teman, karyawan, bank, pelanggan. Tapi, sebelum kita mendapatkan dukungan orang lain, kita perlu mulai dari diri sendiri. Kita perlu meyakinkan diri sendiri bahwa kita bisa sukses. Jika kita sendiri sudah memiliki keyakinan ini, akan lebih mudah bagi kita untuk meyakinkan orang lain untuk mendukung kita. Walt Disney, sebelum memulai usahanya di bidang pembuatan film-film kartun yang menghibur banyak orang, memiliki keyakinan yang kuat akan ide bisnis yang dimilikinya. Dengan keyakinan yang kuat ini, ia berhasil meyakinkan saudara laki-lakinya untuk bersama-sama merintis usaha pembuatan film kartun. Karena mereka belum memiliki tempat usaha, Disney dan saudaranya kemudian mengunjungi paman mereka yang memiliki sebuah ruangan yang belum dimanfaatkan. Mereka pun berhasil meyakinkan paman mereka untuk meminjamkan ruangan tersebut untuk diubah menjadi sebuah studio mini. &lt;br /&gt;Senang. Modal utama dari sebuah usaha adalah ”rasa senang”. Kita perlu menyenangi bisnis yang kita terjuni. Tanpa rasa cinta pada apa yang akan kita kerjakan, akan mudah bagi kita untuk menyerah ketika harus menghadapi berbagai masalah dan kendala yang menghadang. Seperti ibaratnya orang yang sedang jatuh cinta, ke gunung pun kita ikut, ke lembah kita turut, menyebrangi lautan bukan masalah, ke bulan (jika perlu) kita jalani juga. Ini menunjukkan bahwa jika kita sudah jatuh cinta pada sebuah usaha, maka masalah, halangan dan hambatan tidak akan mematahkan semangat kita untuk terus berjuang meraih sukses. Misalnya saja Steve Case, pemilik American On Line (AOL), sebuah perusahaan jasa komunikasi di industri Internet yang membuka akses bagi orang-orang untuk memasuki dunia maya. Dari sejak kecil, Steve senang sekali berkomunikasi dengan banyak orang, terutama melalui surat. Tapi, sarana pos memakan waktu lama, dan biaya yang makin tinggi jika jarak semakin jauh. &lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah biaya dan jarak, Steve akhirnya membangun usaha yang memungkinkan masyarakat untuk mengirim surat dengan lebih cepat dan lebih murah melalui sarana surat elektronik (email). Dalam membangun usahanya ini, banyak kendala dan tantangan yang dihadapi, antara lain: Ketika AOL sedang mengalami kesulitan, Bill Gates pernah membujuk Case untuk menjual usahanya ini kepada sang Kaisar Microsoft, tapi Steve Case menolak dan tetap mempertahankan usahanya. Semua hambatan tersebut tidak mematahkan semangat Steve Case, yang telah jatuh cinta pada dunia komunikasi elektronik, untuk tetap menekuni dan mengembangkan usahanya. Ternyata keputusan ini berhasil membawa Steve Case dan AOL perusahaannya ke jenjang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER IDE&lt;br /&gt;Setelah kita yakin untuk memulai usaha sendiri, lalu usaha apa yang menguntungkan untuk kita mulai? Mungkin sumber-sumber ide berikut bisa kita gali untuk menetapkan jenis usaha yang paling tepat bagi kita dan pasar yang paling pas untuk kita bidik.&lt;br /&gt;Pekerjaan dan Keterampilan. Menurut William E Heinecke, seorang pengusaha sukses di bidang makanan dan pariwisata di Thailand, dalam bukunya The Entrepreneur, pekerjaan yang kita tekuni, dan keterampilan yang sudah kita miliki merupakan sumber yang kaya akan ide bisnis yang tepat untuk kita. Alasannya? Dari sinilah (pekerjaan yang telah sekian lama kita jalankan, dan keterampilan yang sudah kita kembangkan) insting bisnis kita dibentuk dan dipupuk. Mary Kay Ash, sang Ratu Kosmetik, Norman Monath, pengusaha di bidang penerbitan, dan William Colgate si Raja Sabun memilih ide usaha dari pekerjaan yang pernah mereka tekuni dan keterampilan yang sudah mereka miliki. Mary pernah bekerja di perusahaan kosmetik dan menjadi tenaga penjual di perusahaan tersebut sebelum akhirnya terjun untuk membangun perusahaan kosmetiknya sendiri. &lt;br /&gt;William Colgate, sebelum membangun usahanya sendiri, pernah bekerja di perusahaan sabun milik orang lain. Dari pekerjaannya ini, ia mengembangkan keterampilan teknis dan manajemen, serta mengembangkan jaringan perkenalan dengan orang-orang yang tepat yang harus dihubungi di bisnis yang ia tekuni tersebut. Norman Monath, memulai karier di perusahaan penerbitan milik orang lain. Ia bahkan sempat belasan tahun menimba ilmu di perusahaan ini dan menajamkan keterampilan editing dan pengelolaan bisnis sebelum akhirnya memutuskan untuk membangun usaha penerbitannya sandiri.&lt;br /&gt;Minat dan Hobi. Sumber kedua yang juga tidak kalah pentingnya adalah minat dan hobi yang kita miliki. Kedua hal ini merupakan sumber yang memiliki kekuatan yang ampuh dalam membangun keyakinan serta motivasi bagi kita untuk memulai usaha. Umumnya orang tidak merasa terbeban untuk melakukan yang ia senangi (misalnya: minat dan hobi). Ini merupakan modal kuat bagi seorang wiraswastawan yang menekuni dunia yang memang ia cintai. Bill Gates mengandalkan hobi dan minatnya di bidang komputer sebagai sumber ide memulai kerajaan bisnisnya yang sekarang telah menggurita di seluruh dunia. &lt;br /&gt;Anita Roddick, nakhoda perusahaan kosmetik yang mengandalkan bahan-bahan alami, Body Shop, terpacu memulai usahanya, karena minatnya yang besar di bidang perlindungan alam, terutama satwa. Sehingga ia akhirnya memiliki ide untuk membuat perusahaan kosmetik yang bahan bakunya adalah dari bahan nabati, bukan hewani (jadi tidak perlu membunuh hewan). Anita yakin, ada banyak orang yang memiliki pendapat yang sama untuk melindungi hewan dari kepunahan. Inilah peluang yang dibidiknya, dan yang ternyata memang telah terbukti merupakan bidikan yang tepat. Beberapa mantan olahragawan nasional (Susi Susanti, Elfira Nasution), mengembangkan usaha mereka di jalur yang sesuai dengan minat, hobi, dan pengalaman kerja: menjadi pelatih, membuka sekolah olah raga, dan toko peralatan olah raga.&lt;br /&gt;Pengalaman. Pengalaman diri sendiri dan juga orang lain (apa yang kita alami, ataupun yang dialami oleh orang lain), selain merupakan guru yang baik, juga merupakan sumber ide bisnis yang kaya. Pengalaman, terutama yang buruk, memberikan kesan yang mendalam bagi kita, yang tidak mudah untuk dilupakan. Jika pengalaman tersebut adalah pengalaman buruk, maka tentunya kita tidak ingin pengalaman tersebut terulang lagi. Kita akan berusaha mencari jalan ”baru” untuk menghindari kesulitan dan masalah yang pernah kita alami. Jalan baru inilah yang memacu munculnya ide-ide bisnis yang brilian seperti yang dialami oleh Ralph Schneider dan King C. Gillette. Ralph Schneider mendapatkan ide untuk meluncurkan Diners Club (yang menjadi cikal bakal kartu kredit), dari pengalaman buruknya di sebuah restoran. Saat itu, ketika akan membayar makanan yang dipesan, Ralph baru sadar bahwa ia tidak punya uang tunai karena ia tidak membawa dompetnya. King C Gillette, merasa kesal karena sering terluka ketika ia bercukur di pagi hari dengan alat cukur yang berat dan tidak praktis. Dari pengalaman buruk inilah, ia mendapatkan ide untuk membuat pisau cukur yang ringan, relatif aman dan praktis (bisa dibuang setelah sekali dipakai). &lt;br /&gt;Pengamatan. Selain pengalaman, pengamatan ternyata juga adalah sumber ide bisnis yang tak habis-habisnya. Dari pengamatan akan segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, kita bisa menemukan kebutuhan-kebutuhan pasar yang belum terpenuhi, yang bisa kita jadikan peluang bisnis. Bahkan, pengamatan ini merupakan keterampilan yang harus dimiliki seorang wiraswastawan. Pada prinsipnya, identifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi merupakan konsep dari dari upaya membangun usaha. Dari pengamatan ini, banyak ide bisnis dan peluang bisnis yang bisa terus digali untuk dikembangkan. Dari hasil pengamatannya terhadap masyarakat sekitar pada waktu itu, Isaac Merritt Singer berhasil mengidentifikasi kebutuhan masyarakat akan mesin jahit untuk rumah tangga. Ide ini dituangkan menjadi peluang bisnis yang kemudian diwujudkannya dengan membuat mesin jahit yang praktis untuk digunakan di rumah (bukan di pabrik). George Eastman, juga mendapatkan ide bisnis dari hasil pengamatannya. Dulu, kamera bentuknya sangat besar, berat, harganya mahal, dan sulit dibawa ke sana-sini. Padahal banyak orang yang senang untuk difoto, dan banyak peristiwa yang perlu diabadikan. Untuk itulah, ia akhirnya memproduksi kamera yang kecil dan portable (ringan dan praktis untuk di bawa ke mana-mana.&lt;br /&gt;Ingin memulai usaha sendiri? Jika ada yang bisa dimulai sekarang, mengapa harus menunggu lagi? Lebih cepat dimulai, lebih cepat pula dituai. Mulailah sekarang, mulailah dari sarana yang ada, mulailah dari diri sendiri, dan mulailah dari apa yang disenangi. Dari mana sumber ide didapat? Dari pekerjaan dan keterampilan, dari minat dan hobi, dari pengalaman, dan dari pengamatan. Ide-ide ini kemudian bisa dituangkan menjadi sebuah rencana bisnis. Selamat memulai.n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright © Sinar Harapan &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-7728402870509200885?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/7728402870509200885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=7728402870509200885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7728402870509200885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7728402870509200885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/mengapa-harus-menunggu-jika-bisa-mulai.html' title='Mengapa Harus Menunggu jika Bisa Mulai Sekarang!'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-3748685417186980321</id><published>2008-07-29T20:51:00.000-07:00</published><updated>2008-08-05T04:53:35.478-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Mengelola Kinerja Perusahaan dengan Balanced Scorecard</title><content type='html'>oleh: Yodhia Antariksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You can not manage what you can not measure, demikian guru manajemen Peter Drucker pernah berujar. Spirit kalimat itu mengindikasikan bahwa pengelolaan kinerja manajemen atau kinerja bisnis selalu mesti dilakoni melalui proses dan hasil yang terukur. Tanpa manajemen yang berbasis pada indikator yang terukur dan objektif, sebuah gerak organisasi bisnis bisa terpeleset menjadi sejenis paguyuban yang tak produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks pengukuran kinerja perusahaan ini, sekarang kita mengenal adanya sebuah pendekatan yang disebut sebagai balanced scorecard. Pendekatan ini sendiri dipopulerkan oleh Kaplan and Norton melalui bukunya yang fenomenal itu, Balanced Scorecard : Translating Strategy Into Action. Pengertian balanced scorecard sendiri jika diterjemahkan bisa bermakna sebagai rapot kinerja yang seimbang (balanced). Kenapa disebut seimbang karena pendekatan ini hendak mengukur kinerja organisasi secara komprehensif melalui empat dimensi utama, yakni : dimensi keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan dimensi learning &amp; growth. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dimensi keuangan merupakan hasil akhir yang ingin digapai oleh sebuah organisasi bisnis. Sebab tanpa menghasilkan profit yang sustainable dan cash flow yang sehat, sebuah perusahaan mungkin akan lebih layak disebut sebagai paguyuban sosial. Dalam dimensi ini, beberapa indikator kinerja (atau lazim disebut sebagai key performance indicators atau KPI) yang kerap digunakan sebagai acuan antara lain adalah : tingkat profitabilitas perusahaan, jumlah penjualan dalam setahun (sales revenue), tingkat efisiensi biaya operasi (operation cost dibanding sales), ataupun juga sejumlah indikator keuangan seperti ROI (return on investment), ROA (return on asset) ataupun EVA (economic value added).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi selanjutnya adalah dimensi pelanggan yang notabene merupakan tonggak penting untuk mencapai kejayaan dalam aspek keuangan. Sebab tanpa pelanggan, sebuah organisasi bisnis tak lagi punya alasan untuk meneruskan nafasnya. Demikianlah untuk menggapai kesuksesan, perusahaan juga mesti memetakan sejumlah ukuran keberhasilan dalam dimensi pelanggan. Sejumlah key performance indicator (KPI) yang lazim digunakan dalam dimensi pelanggan ini antara lain adalah : tingkat kepuasan pelanggan (customer satisfaction index), brand image index, brand loyalty index, persentase market share, ataupun market penetration level.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi berikutnya adalah dimensi proses bisnis internal. Pertanyaan kunci yang layak diajukan disini adalah : untuk meraih keberhasilan keuangan dan memuaskan pelanggan kita, proses bisnis internal apa yang harus terus menerus disempurnakan? Beberapa elemen kunci dalam proses bisnis internal yang layak dikendalikan dengan optimal mencakup segenap mata rantai (supply chain) proses produksi/operasi, manajemen mutu, dan juga proses inovasi. Beberapa contoh KPI yang lazim digunakan dalam dimensi ini antara lain adalah : persentase produk yang cacat (defect rate), tingkat kecepatan dalam proses produksi, jumlah inovasi proses dan produk yang dikembangkan dalam setahun, jumlah produk/jasa yang di-delivery dengan tepat waktu, ataupun jumlah pelanggaran SOP (standard operating procedures).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimensi yang terakhir adalah dimensi learning and growth. Dimensi ini sejatinya hendak berfokus pada pengembangan kapabilitas SDM, potensi kepemimpinan dan kekuatan kultur organisasi untuk terus dimekarkan ke titik yang optimal. Dengan kata lain, dimensi ini hendak meletakkan sebuah pondasi yang kokoh nan tegar agar sebuah organisasi bisnis terus bisa mengibarkan keunggulannya. Contoh KPI (key performance indicators) yang lazim digunakan untuk mengukur kinerja pada dimensi ini antara lain adalah : tingkat kepuasan karyawan (employee satisfaction index), level kompetensi rata-rata karyawan, indeks kultur organisasi (organizational culture index), ataupun jumlah jam pelatihan dan pengembangan per karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah empat dimensi utama yang mesti dikelola dan diukur kinerjanya secara konstan dari waktu ke waktu. Pada dasarnya keempat dimensi diatas bersifat sinergis dan saling behubungan erat secara hirarkis. Sebuah organisasi bisnis hampir tidak mungkin mencapai keunggulan finansial tanpa ditopang oleh barisan pelanggan yang puas dan loyal. Dan barisan pelanggan yang loyal ini tak akan pernah terus tumbuh jika sebuah organisasi tidak memiliki proses bisnis yang ekselen nan inovatif. Dan pada akhirnya, proses kerja yang ekselen ini hanya akan mungkin menjelma menjadi kenyataan jika organisasi tersebut ditopang oleh barisan SDM yang unggul, kepemimimpinan yang tangguh dan budaya organisasi yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan kinerja organisasi bisnis secara optimal dengan demikian mesti mempertimbangkan keempat dimensi diatas secara intregratif. Serangkaian key performance indicators (beserta target angka) untuk tiap dimensi diatas mesti diidentifikasi dan kemudian dimonitor pencapaiannya secara periodik (misal setiap sebulan sekali dalam sesi monthly performance review meeting). Melalui proses pengelolaan kinerja yang komprehensif pada empat dimensi inilah, sebuah organisasi bisnis mestinya bisa terus tumbuh dan mekar menuju ranah kejayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: strategimanajemen.net &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-3748685417186980321?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/3748685417186980321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=3748685417186980321' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/3748685417186980321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/3748685417186980321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/mengelola-kinerja-perusahaan-dengan.html' title='Mengelola Kinerja Perusahaan dengan Balanced Scorecard'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-3698520296763234375</id><published>2008-07-29T20:39:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T20:40:50.409-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><title type='text'>Jalan Mudah Yang Menjebak Entrepreneur</title><content type='html'>Apa salah satu godaaan terbesar bagi mereka yang sedang mulai merintis usaha? Kalau menyimak penuturan Agus Suprijadi, bos Yogyes.com, adalah godaan untuk bekerja menjadi karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia merintis usaha hanya berbekal uang enam ribu rupiah pada tahun 2000, separonya habis untuk beli bensin, separonya untuk buat proposal yang ia tawarkan ke berbagai hotel di Jogjakarta. Amat sulit meyakinkan pelaku industri pariwisata Jogja agar bergabung di portal pariwisata asli Kota Gudeg itu. Di saat sulit, tanpa uang, tanpa kepastian masa depan, tawaran bekerja berdatangan. Tanpa mental bisnis, ia sudah pasti akan menerima tawaran itu. “Kalau ingin menjadi pengusaha, harus tangguh,” katanya pada seminar Being a Dotcomer di Jogja Sabtu, 31 Mei 2008 kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas ia tolak kesempatan itu, meski ia dalam posisi amat butuh uang menunjang hidupnya. Ia memilih bertarung melawan diri sendiri. Dan kini ia memetik hasilnya: Yogyes.com menjadi portal wisata terbesar di Jogja, dan mendapat pujian dari koran dunia The Washington Post, sebagai portal yang wajib dikunjungi sebelum berwisata ke Jogja. Pundi-pundi rupiahnya semakin banyak, sehingga ia berani membeli mobil baru yang kemudian diberi logo Yogyes.com, sebagai media promosi berjalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda orang kaya, atau anak orang kaya, barangkali agak sulit membayangkan kekerasan hati Agus. Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada ini perantauan dari Bangka Belitung Medan, yang selama kuliah menghidupi dirinya sendiri. Ia harus menjaga irama antara kuliah dan hidup. Kekerasan itulah yang membentuknya untuk tangguh memilih jalan sebagai pengusaha. Ia mampu melewati godaan-godaan untuk cepat berhasil mendapatkan uang. Ia, antara lain, menolak menjadi orang gajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, ia juga berhasil menolak godaan berupa jalan mudah lain: suap. Ia menolak praktik suap-menyuap untuk mendapatkan proyek. “Sekali kita melakuan hal itu, kita tidak akan pernah membangun kompetensi menjadi yang terbaik,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sepakat soal itu. Sekali kita membangun jalan mudah mendapatkan rezeki dengan suap, maka kita akan melupakan upaya membangun kompetensi kita sendiri. Kita bisa abai terhadap kualitas layanan dan jasa kita karena merasa sudah menyumpal mulut klien dengan uang suap. Kompetensi yang kita kembangkan akhirnya bukan kompetensi untuk kualitas, tetapi kompetensi untuk menyuap. Mereka yang terjebak di sini akan menjadi usahawan yang tanpa kompetensi. Begitu pasar dibuka, suap diberangus, mereka akan hilang dari peta persaingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat kisah Paulus Bambang, Vice President Director PT United Tractor ketika membangkitkan perusahaan tersebut dari keterpurukan. Kecuali melakukan langkah-langlah strategis, perusahaan juga melarang praktik-praktik suap yang sudah biasa terjadi di dunia pertambangan. Semula, langkahnya melarang suap ditertawakan banyak orang. Namun, hasilnya luar biasa. United Tractor bisa berubah jadi penyedia alat-alat berat menjadi perusahaan solusi untuk pertambangan. Sudah begitu, perusahaan mampu lolos dari jebakan kerugian dan kebangkrutan. Bahkan, perusahaan publik itu berhasil mencatat pertumbuhan penjualan dan laba yang luar biasa tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri termasuk yang keras dalam hal suap. Pernah pernah menolak mengerjakan sebuah proyek yang kami menangkan hanya karena masalah suap. Saya memilih mundur dan kehilangan peluang mendapatkan proyek yang nilainya cukup besar untuk ukuran perusahaan saya. Hati saya kecewa waktu itu, karena kehilangan profit dan cashcow yang bagus. Tapi sekarang saya justru senang, karena dengan menghindari jalan mudah itu, tim saya makin bagus, kesempatan kami mengerjakan proyek lain yang bersih dari suap makin banyak. Rejeki kami tidak kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia usaha, banyak jalan mudah untuk kaya dan berlimpah uang. Tapi jalan mudah seringkali menjebak. Pindah haluan, suap, dan banyak lagi jalan mudah lainnya (misalnya menipu dan memberi janji-janji sorga kaya mendadak tetapi sesungguhnya kita hanya mengeruk uang mereka yang terpesona janji cepat kaya), memang cara cepat menjadi kaya. Namun Agus berhasil menunjukkan, tanpa jalan mudah ia berhasil membangun bisnis yang menarik. Sementara Paulus Bambang bukan hanya berhasil mengubah dari rugi menjadi laba, bahkan membangun United Tractor wajah baru sebagai perusahaan solusi dengan penjualan Rp 18 triliun (delapan belas triliun rupiah) pada tahun 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah munculnya tantangan baru (kenaikan harga minyak, kenaikan harga barang modal, kenaikan gaji karyawan, penurunan daya beli masyarakat), inilah momentum untuk makin berkeras hati membangun kompetensi perusahaan dan tim agar perusahaan makin memiliki daya saing yang bagus dan solusi yang makin prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat sebuah kalimat menarik — entah siapa yang membuatnya. “Jika anda lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras kepada anda. Sebaliknya, jika anda keras pada diri sendiri, dunia akan lunak kepada anda”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.sudutpandang.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-3698520296763234375?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/3698520296763234375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=3698520296763234375' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/3698520296763234375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/3698520296763234375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/jalan-mudah-yang-menjebak-entrepreneur.html' title='Jalan Mudah Yang Menjebak Entrepreneur'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-434971123952983919</id><published>2008-07-29T20:38:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T20:39:30.242-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><title type='text'>Mengapa Berani Meninggalkan Zona Mapan?</title><content type='html'>Itulah salah satu pertanyaan yang dilontarkan mahasiswa Magister Management Executive di STMB (Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis) Bandung, ketika saya diundang menjadi dosen tamu mata kuliah Entrepreneurship, Jumat pekan lalu, 29 Februari 2008. Saya memang memaparkan, bahwa saya bukan pengusaha tulen. Saya adalah profesional yang memberanikan diri terjun menjadi pengusaha. Sebelum menjadi usahawan, jabatan saya adalah Direktur Marketing dan Information Technology Detikcom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjadi direksi Detikcom selama lima tahun, sejak 1998 hingga desember 2002. Direksi sebuah bisnis dotcom terakbar di negeri ini jelas posisi yang mapan. Pada tahun 2003, Detikcom sudah menjadi satu-satunya pemain dotcom yang lolos jebakan kehancuran dotcom di Indonesia. Pemain lain, seperti Astaga.com, Satunet.com, Kopitime.com dan lainnya sudah terseret arus kehanduran bisnis dotcom yang melanda seluruh dunia, mulai dari Amerika Serikat, Hongkong hingga Singapura, yang merembet juga ke Indonesia. Praktis, setelah itu Detikcom melenggang sendirian, menguasai pasar iklan dotcom. Aman. Mapan. Enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kalau enak, kenapa ditinggalkan dan memilih dunia yang lebih keras dan tidak pasti, yakni dunia kewirausahaan alias entrepreneurship? Mengapa berani pindah ke kuadran yang berisiko tinggi? Itulah inti pertanyaanya. Sebagai catatan, saya diundang memberikan kuliah tamu karena tema kuliah saat itu adalah untuk memahami sosok usahawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, saya kesulitan menjawab pertanyaan yang tidak saya sangka-sangka tersebut. Bisa jadi, saya sendiri memiliki benih-benih kewirausahaan yang melekat dalam diri saya sendiri tanpa saya sadari, sehingga selalu tertantang untuk memulai usaha. Jadi, saya memang memiliki passion di sini. Bisa jadi karena jenuh berada di puncak sebagai eksekutif. Atau bisa juga faktor-faktor lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang jelas, faktor utama yang akhirnya memaksa saya pindah kuadran pada tahun 2003 adalah mitos umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang bilang, umur 40 adalah masa keemasan seorang lelaki. Setelah itu, surutlah keperkasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga termakan mitos bahwa butuh waktu minimal dua tahun untuk membangun usaha agar usaha itu menunjukkan tanda-tanda berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dua tahun sebelum usia 40 tahun itulah saya memutuskan mundur sebagai eksekutif dan memilih menjadi pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menutup mata terhadap godaan hidup nikmat, karir enak, zona nyaman, dan sejenisnya yang terhampar di depan mata seandainya tetap bertahan sebagai profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda yang sudah pindah kuadran ke pengusaha, bisakah membantu menjawab pertanyaan ini? Kenapa Anda berani pindah dari zona mapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.sudutpandang.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-434971123952983919?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/434971123952983919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=434971123952983919' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/434971123952983919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/434971123952983919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/mengapa-berani-meninggalkan-zona-mapan.html' title='Mengapa Berani Meninggalkan Zona Mapan?'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-7826678178909899485</id><published>2008-07-29T20:36:00.000-07:00</published><updated>2008-07-29T20:38:00.562-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><title type='text'>Tiga Syarat Jadi Pengusaha</title><content type='html'>Pertama: Berani meninggalkan zona nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang selalu merindukan zona nyaman. Mereka setengah mati berusaha meraihnya. Dan setibanya di zona tersebut mereka istirahat dan menikmati kenyamanan. Sayangnya, sebagian besar tertidur di zona itu, tak mau bergerak, sehingga tanpa sadar zona itu lama-lama tidak nyaman dan bahkan cenderung berbahaya. Dan ketika sadar, ia tak mampu lagi keluar dari zona nyaman dan — apa boleh buat — ia terjabak di sana selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu zona nyaman yang berbahaya bagi karyawan adalah gaji atau pendapatan yang tetap. Sedangkan bagi pengusaha adalah penguasaan pasar atau kestabilan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mereka yang berbakat jadi pengusaha adalah mereka yang tidak terjebak dalam zona nyaman. Bahkan mereka cenderung mencari tantangan untuk menciptakan zona nyaman baru. Mereka berani bertarung di pasar. Mereka berani menjual harta yang dimilikinya untuk memulai usaha. Susi Pujiastuti, sang ekportir hasil laut terbesar di negeri ini misalnya, memodali sendiri bisnisnya dengan menjual anting-anting dan gelangnya seharga Rp 750 ribu. Saya sendiri sempat “menggadaikan” rumah dan menjual mobil ketika usaha saya sempat goncang di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Ollie dan Angel berani meninggalkan zona aman sebagai karyawan dengan gaji tetap demi membesarkan toko buku onlinenya (Kutukutubuku.com), butik onlinenya (Heartyboutique.com) serta solusi toko onlinenya (TukuSolution.com). Contoh lain, Iim Fahima dan Adhitia Sofyan berani meninggalkan gaji mewahnya sebagai karyawan biro iklan tradisional dan masa depannya yang cerah di sana, untuk membangun konsultan komunikasi pemasaran online Virus Communications.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sudah jadi pun, mereka yang berjiwa pengusaha tidak berhenti. Mereka biasanya resah dan segera berusaha meninggalkan zona aman “bisnis sudah jadi”. Mereka terus berpacu untuk membesarkan usahanya. Uang mereka tidak dibiarkan menganggur di bank, reksanada dan sejenisnya. Mereka tumpahkan harta mereka untuk menciptakan peluang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Fokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada saja pengusaha yang sukses meski ia tidak fokus di bisnis terntentu. Meski demikian, setahu saya, lebih banyak pengusaha yang sukses karena fokus ketimbang yang kurang fokus. Bill Gates tutup mata bertahun-tahun sepanjang hidupnya hanya fokus di bisnis peranti lunak, dan dia menjadi orang terkaya di dunia13 tahun berturut-turut. Susi Pudjiastuti yang setiap hari bergelut dengan ikan, kini jadi eksportir hasil laut terbesar. Sebaliknya, kebanyakan konglomerat yang masuk ke sana ke mari, bahkan membuat bank ketika boom bisnis finasial 1980-an, akhirnya terpuruk dan jadi pasien BPPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus itu bertahun-tahun. Bukan cuma beberapa tahun. Apalagi beberapa bulan. Maka fokus di sini adalah fokus yang butuh kesadaran dan penuh passion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Determinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha itu jatuh sekali, bangun dua kali. Jatuh dua kali, bangun tiga kali. Jatuh sepuluh kali, bangun sebelas kali, dan seterusnya. Sama seperti laba-laba membangun sarangnya. Ia terus menerus merajut sarang. Meski kena angin dan jatuh, ia kembali lagi meneruskan sarangnya agar jadi utuh. Jatuh lagi pun, ia kembali lagi. Seperti tak kenal lelah. Tak kenal kecewa. Tak kenal putusasa. Tak kenal mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka punya determinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kenal menyerah sebelum saatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.sudutpandang.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-7826678178909899485?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/7826678178909899485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=7826678178909899485' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7826678178909899485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7826678178909899485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/tiga-syarat-jadi-pengusaha.html' title='Tiga Syarat Jadi Pengusaha'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-6152168275193804359</id><published>2008-07-28T06:06:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T06:07:41.081-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><title type='text'>Kreativitas: Keharusan dalam Kewirausahaan</title><content type='html'>Jangan terpaku saja melihat gemerlap perubahan! Anda, satu di antara sekian orang yang sanggup menghadirkan hal baru! Pikirkanlah hal ini sebagai kebiasaan. Karena Anda hidup dalam abad kreativitas. Kreatif adalah, kunci memenangkan kompetisi. Ada banyak konsep kreativitas. Salah satunya, mengambil inspirasi dari dunia musik, tepatnya, musik jazz. Dalam musik jazz, ada istilah jam session, saat pemusik tidak memainkan lagu tertentu, tapi alat musiknya mengalunkan paduan nada tanpa terikat lagu, bebas-mengalir saja. Jamming, menjadi inspirasi John Kao menuangkan teorinya dalam buku yang sudah beredar dalam bahasa Indonesia, “Jamming: Seni dan Disiplin Kreativitas Bisnis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jamming bisa menggelitik telinga dengan alunan musik indah, bisnis pun, amat mungkin mengambil langkah alternatif di luar yang biasa berlaku. Hasilnya, seperti jamming dalam jazz, tetap “berirama dan enak didengar”. Begitulah analogi teori Kao dalam dunia bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamming dalam bisnis, adalah ikhtiar kreatif. Ada imajinasi, totalitas berkreativitas, menyerap pendar-pendar inspirasi dari mana-mana. Dari sana tercipta ide-ide kreatif dalam pengembangan bisnis­. Siapa “sparing partner” seorang wirausahawan dalam mengeksplotasi gagasan kreatifnya? Ia bisa sesama wirausahawan, meskipun tak ada salahnya dengan orang lain yang sangat berbeda dunia kerja (bukan wirausahawan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja “serba rutin”, “manut pakem”, di level pengambilan keputusan tertinggi, terutama sebagai pusat penyikapan terhadap realitas bisnis, diyakini merupakan sebuah sikap berbahaya bagi keberlangsungan usaha. Rutinitas, pakem-pakem itu, menjadi belenggu bagi kemajuan. Namun begitu, jangan salah memaknainya. Manajemen kreativitas, bukan “anti aturan”. Aturan tertentu, harus tetap ada, tetapi keberadaannya tidak memasung kreativitas. Ada yang “ekstrim” dalam kasus pembaharuan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, produsen piranti keras komputer yang mendunia, Intell. Intell, secara berkala selalu menghancurkan produk lama mereka setelah memproduksi produk baru hasil kreativitas timnya. Langkah yang serupa, meskipun “tak sengaja” dialami perusahaan Unilever. Begitu produk barunya muncul, produk lama Unilever “otomatis” dikalahkan produk barunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada contoh Intell dan Unilever di bagian ini, dua dari sekian big corporate dunia, sejatinya kreativitas tidak menjadi monopoli korporat besar. Dalam sektor usaha kecil pun, ide kreatif muncul dari perenungan dan perbincangan akan hal-hal yang tak pernah terpikirkan. Justru dalam usaha kecillah, kreativitas seharusnya lebih berkembang, karena biasanya usaha kecil, punya sumber daya insani tak banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini poin lebih sehingga usaha kecil relatif lebih kompak orang-orangnya, sehingga transfer kreativitas baru bisa lekas merata. Dalam usaha berskala kecil transfer kreativitas lebih pendek jalurnya. Seorang inovator dalam tempo pendek ia bisa langsung mentransfer temuan barunya kepada semua orang yang bekerja bersamanya. Bukan mustahil, proses mentransfer temuan baru itu, sekaligus bisa memicu tumbuhnya kreativitas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-6152168275193804359?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/6152168275193804359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=6152168275193804359' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6152168275193804359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6152168275193804359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/kreativitas-keharusan-dalam.html' title='Kreativitas: Keharusan dalam Kewirausahaan'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-2468589352735408016</id><published>2008-07-28T05:59:00.000-07:00</published><updated>2008-07-28T06:03:35.766-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><title type='text'>Marius 'C59' Widyarto</title><content type='html'>SUKSES BERBISNIS DENGAN DESAIN KREATIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu sebagian besar dari Anda pernah mendengar nama kaus bermerk C59. Kesuksesan C59 tidak lepas dari kepiawaian penggagasnya, Marius Widyarto atau yang akrab dipanggil Mas Wiwied. Bermula dari rasa gusarnya melihat teman-temannya yang memamerkan kaos bergambar kota mancanegara buah tangan dari orang tuanya usai bepergian dari luar negeri, Wiwied kemudian tertantang untuk membuat sendiri kaus bergambar patung Liberty dan kota New York dan sesumbar bahwa omnya juga baru datang dari luar negeri,sejak saat itulah ia semakin dikenal sebagai orang yang piawai membuat kaus, sampai-sampai, ketika ia bekerja di sebuah perusahaan kontraktor, ia lebih sering didatangi orang untuk urusan pesanan kaus daripada untuk pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiwied yang sejak kecil menyukai pekerjaan prakarya memulai usahanya dari rumahnya yang berukuran 60 m2 di Gang Caladi 59, yang akhirnya menjadi nama merk kausnya dengan modal awal dari hasil penjualan kado pernikahannya dengan Maria Goreti Murniati. Mental entrepreneur Wiwied banyak ditempa ketika ia ikut seorang pengusaha keturunan di Bandung yang memperlakukannya secara keras.Pada awalnya Wiwied menjalankan usahanya dari order kanan kiri, ia juga ikut mendesain,memilih bahan, memotong,menjahit, menyablon sampai finishing disamping juga mencari order.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usahanya meningkat ketika mendapatkan order dari Nichimen-perusahaan Jepang yang bergerak di bidang pestisida, kaus itu untuk dibagi-bagikan ke para petani.&lt;br /&gt;Usahanya semakin terasa meningkat setelah mengikuti kegiatan Air Show 1986 di Jakarta yang diikuti pula oleh para peserta dari mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiwied kemudian juga merambah bidang retail yang bermula dari menjual sisa order yang tidak memenuhi syarat yang ternyata juga diminati orang. Setelah usahanya meningkat, pada tahun 1992, ia kemudian pindah ke Jalan Tikukur no.10 yang kemudian memborong rumah di sekitarnya yakni no.4,7,8,9 yang kemudian ia jadikan kantor dan showroom produknya. Selain itu ia juga membuka showroom di daerah lain,seperti Balikpapan, Bali,Yogya dan kota lain sehingga kini ia memiliki sekitar 600 outlet di Indonesia dengan mempekerjakan sekitar 4000 karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mancanegara,Wiwied memiliki 60 showroom yang tersebar di Slowakia,Polandia, dan Czech dan bahkan kini ia juga sudah merambah jaringan Metro Dept.Store di Singapura. Keberhasilannya menembus mancanegara bermula dari beberapa stafnya yang bersekolah di luarnegeri yang biasanya membawa satu dua koper kaus C59 dan dijual pelan-pelan di sana, kemudian diadakan survey yang tenyata pasar di sana menguntungkan karena memiliki empat musim, sehingga tidak hanya bisa menjual t-shirt namun juga sweater atau jaket.&lt;br /&gt;Wiwied juga memiliki sebuah pabrik di atas tanah seluas 4000m2 di daerah Cigadung, Bandung. Pabrik ini dibangun setelah mendapatkan kredit dari Robbie Djohan yang saat itu menjabat Dirut Bank Niaga pada tahun1993, ketika itu Bank Niaga memesan t-shirt ke C59. Di tahun yang sama pula ia mengubah bentuk usahanya menjadi PT. Caladi Lima Sembilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Wiwied dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang telah ia terima, diantaranya Upakarti 1996, ASEAN Development Executive Award 2000-2001,Dan pemenang I Enterprise 50.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filosofi bisnis Wiwied sendiri terinspirasi dari burung Caladi yang berasal dari bahasa Sunda yang berarti burung pelatuk. Wiwied mengartikan Caladi sebagai 5 citra dan 9 cita-cita, lima citra itu menggambarkan karakter sumberdaya manusia yang dimiliki C59 yakni, cakap, cerdik, cermat, cepat, dan ceria.Sedangkan 9 cita-citanya adalah customersatisfaction, company profit, confident working atmosphere, control, collaboration, clear mind, creativity, dan consultative. Wiwied juga ingin seperti burung pelatuk Woody Woodpecker yang tidak mau kalah dari pesaingnya, dan bila kita perhatikan burung pelatuk selalu fokus ketika mematuk pohon, Wiwied pun ingin selalu fokus di bidang garmen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kunci sukses Wiwied juga terletak pada penggalian ide desain yang tidak pernah berakhir, baginya riset desain sangatlah penting karena kekuatan produknya ada pada rancangan,apalagi industri t-shirt cepat berganti tren. Karyawannya pun mendapat kesempatan jalan-jalan untuk mencari ide-ide segar, bahkan ia membiarkan karyawannya untuk tidak masuk asalkan ketika ia masuk ia sudah membawa ide bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap desain yang akan dikeluarkan harus dipresentasikan lebih dulu, kemudian setelah terpilih, baru dilanjutkan dengan prosesi produksi, pemilihan bahan,teknik cetak,warna, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiwied juga terlihat sangat piawai membangun networking, ia selalu berusaha membangun hubungan baik dengan supplier, support, customer, dan government. Ia sangat percaya bahwa relationship adalah kunci kesuksesan dari bisnis. Wiwied mengaku kalau dia merupakan biangnya koperasi,untuk itu ia juga mendirikan koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawannya, omset koperasinya saat ini sekitar Rp 600 juta. Ia bangga karena telah dapat mewujudkan impiannya untuk membuka lapangan kerja bagi banyak orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-2468589352735408016?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/2468589352735408016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=2468589352735408016' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/2468589352735408016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/2468589352735408016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/marius-c59-widyarto.html' title='Marius &apos;C59&apos; Widyarto'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-8639000918816170548</id><published>2008-07-25T06:56:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T06:57:18.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='entrepreneur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Cara Menjadi Pengusaha Sukses</title><content type='html'>Menjalankan usaha adalah hal yang menantang, kreatif, dan fleksibel bagi masa depan seseorang serta menjadi bos bagi diri sendiri. Disamping mendapatkan penghasilan, juga menciptakan cara hidup baru dalam kehidupan. Menjadi pengusaha memerlukan tinjauan kedepan, kegigihan, dan keberanian. Anda akan keluar dari zona nyaman yang memberikan anda gaji dan melangkah kedalam teritori dunia usaha yang belum pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewirausahaan memerlukan karakter yang berbeda. Apakah anda memiliki karakter tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana anda tahu mana yang lebih baik, menjadi karyawan dengan gaji bulanan atau pengusaha sukses? Meskipun tidak ada rumusan yang menjamin keberhasilan usaha, menurut beberapa studi terdapat beberapa karakter tertentu yang dimiliki pengusaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memiliki Kepercayaan Diri: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi pengusaha sukses, anda perlu memiliki keyakinan diri yang luar biasa. Apakah anda bersedia mengatasi semua hambatan dan mencapai tujuan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda memiliki keyakinan anda bisa melakukannya, maka akan memberikan semua keyakinan yang diperlukan. Dapatkah anda menghitung keyakinan diri anda sendiri?. Tentu saja anda dapat melakukannya, dengan mencoba mendorong diri anda untuk melakukan sedikit lebih banyak dari yang biasa dilakukan setiap harinya. Dan tidak lama, anda akan menemukan diri anda menyelesaikan hal-hal yang mungkin sebelumnya dianggap tidak mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memiliki Keyakinan Pada Masa Depan Usaha Anda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan pada diri anda, apakah anda benar-benar yakin dengan usaha yang anda lakukan. Jika anda tidak terlalu yakin, anda perlu terus mencarinya hingga anda dapat menentukan satu hal dimana anda bersedia berkomitmen. Agar berhasil di bisnis, anda harus fokus selama 24 jam sehari. Anda akan terus membangun, memperbaiki, dan investasi. Hal ini memerlukan komitmen diri yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fokus Pada Kekuatan Anda: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan. Untuk menjadi pengusaha yang efektif, anda perlu menentukan kekuatan anda dan fokus. Anda akan lebih berhasil dengan mampu mengkanalkan upaya anda ke dalam area terbaik anda. Misalnya, jika marketing adalah keahlian anda, maka anda perlu mempertajam keahlian tersebut dan menggunakan sepenuhnya dalam bisnis. Serta minta bantuan di bidang yang menjadi kelemahan anda, seperti mencari akuntan. Anda bahkan dapat mengubah kelemahan menjadi kekuatan dengan berlatih atau mempelajari area tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memiliki Keterampilan Mengenali Peluang: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika bisnis anda hancur ke esokan harinya, bagaimana anda menyikapinya? Mungkin menganggap sebagai kerugian yang besar, atau sebagai peluang untuk membuat awal baru - untuk meningkatkan, tumbuh, membangun kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha yang berhasil melihat segala sesuatunya sebagai sumber peluang. Mereka memiliki sifat ingin tahu dan bertanya segala hal. Tidak memandang apa yang ada dihadapannya, mereka selalu bertanya-tanya jika ada cara melakukan hal dengan lebih baik. Dan jika mereka berpikir bahwa memang ada jalan yang lebih baik, mereka akan menemukan solusi dengan sendirinya atau mendapatkan bantuan dari ahli. Juga, peluang dapat ditemukan dengan banyak cara dan tempat, dan dengan bantuan internet, banyak peluang yang mengetuk layar komputer anda. Jika anda pengusaha sejati, anda akan melihat peluang dimanapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menjadi Pengambil Keputusan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda memerlukan beberapa informasi, mampukah anda mendapatkannya dengan cepat, tanpa membuang waktu orang lain atau waktu anda?.Letakkan secara terpisah, jika anda harus membuat keputusan, mampukah anda mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan cukup cepat dan kemudian membuat keputusan? Atau akankah anda menunda-nunda, sampai pada kenyataan anda belum membuat keputusan? Menjadi seorang pengusaha melibatkan banyak membuat keputusan. Ingatlah bahwa masing-masing keputusan yang anda buat, tanpa memperdulikan seberapa penting pada saat munculnya, akan mempengaruhi bisnis anda. Kebanyakan pengusaha sukses memiliki insting yang akurat, yang mereka gunakan pada saat mereka merasa ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menjadi Seorang Pemimpin: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak mungkin melakukan segala sesuatunya sendiri. Ada saatnya anda memerlukan pegawai, menemui investor, mengajukan pinjaman - sehingga, anda berperan sebagai seorang pemimpin. Jika anda tidak memiliki kemampuan memimpin, anda tidak akan mampu mendapatkan pengikut. Sebagai pemimpin perusahaan, orang yang anda pekerjakan akan melihat anda sebagai panutan dan dukungan. Kemampuan memperikan dukungan dan panduan yang benar adalah dasar keberhasilan anda sebagai pengusaha di lingkup yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir berhasil.... Memiliki hasrat... Merencanakan dengan baik.... Bekerja keras... Mau belajar... Tekun dan memiliki keyakinan... Memimpin dengan memberikan contoh adalah karakter menjadi seorang pengusaha sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: PengusahaMuslim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-8639000918816170548?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/8639000918816170548/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=8639000918816170548' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8639000918816170548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8639000918816170548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/cara-menjadi-pengusaha-sukses.html' title='Cara Menjadi Pengusaha Sukses'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-4129829653660747030</id><published>2008-07-25T06:47:00.001-07:00</published><updated>2008-07-25T06:47:54.096-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Membangun Portfolio</title><content type='html'>Memiliki portfolio yang kuat bagi bisnis kreatif akan membantu memposisikan anda di pasaran. Salah satu aset yang paling berharga untuk bisnis kreatif adalah portfolio. Dengan memiliki portfolio akan memberikan potensial klien kesempatan untuk meninjau hasil kerja, mendapatkan 'feel' gaya kreatifitas, dan menentukan apakah jasa anda dapat memenuhi kebutuhan mereka atau tidak. Dengan adanya portfolio sementara anda memasarkan jasa, maka anda akan mendapatkan posisi yang lebih baik di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai macam portfolio, tergantung pada jenis bisnis kreatifitas anda. Jika anda seorang pelukis, misalnya, portfolio anda berisi kumpulan lukisan terbaik anda, atau jika anda seorang penulis, dapat memasukkan proyek penulisan profesional ke dalam portfolio, dsb. Dengan kemajuan teknologi, saat ini ada berbagai cara agar klien potensial mendapatkan portfolio anda, misalkan melalui gambar digital yang dikirim via email atau CD, atau di World Wide Web. Semakin anda mempermudah klien potensial mengakses portfolio anda, mereka akan semakin sering meninjau pekerjaan anda dan mempertimbangkan untuk proyek potensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Portfolio anda juga memiliki fungsi lain. Dengan menunjukkan klien potensial bahwa anda telah menyelesaikan proyek profesional milik klien, mereka akan merasa nyaman menggunakan anda dalam proyek. Sebuah portfolio yang profesional memberikan kesan pada klien bahwa anda sangat serius dengan bisnis anda serta dapat dipercaya untuk memenuhi komitmen. Jika anda mendapatkan testimoni dari klien sebelumya dan tingkat kepuasan atas kinerja anda, maka portfolio akan menjadi alat marketing yang kuat. Klien potensial ingin merasa aman dengan orang yang mereka sewa. Semakin anda membuat mereka merasa nyaman dan yakin untuk memilih anda, kesempatan untuk memenangkan kepercayaan mereka semakin besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan yang dihadapi oleh pengusaha baru adalah membangun sebuah portfolio. Jika anda baru memulai, mungkin anda tidak memiliki portfolio proyek profesional yang signifikan untuk dicantumkan. Pada poin ini anda perlu mencantumkan proyek kreatif pribadi kedalam portfolio anda sebagai gambaran klien potensial akan gaya kreatifitas anda. Dengan memasukkan item tersebut kedalam portfolio akan menguntungkan, namun klien yang tertarik dengan anda ingin melihat contoh hasil profesional anda. Ini adalah hal yang tidak dapat dielakkan. Bagaimana anda dapat membangun sebuah portfolio jika anda tidak memiliki proyek profesional, dan bagaimana anda mendapatkan proyek profesional jika anda tidak memiliki portfolio? Jawabannya: membangun portfolio adalah prioritas utama dalam bisnis baru anda, meski ini berarti anda harus memberikan jasa sukarela atau membarikan harga yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sasaran memiliki usaha adalah untuk menghasilkan uang, taruhan terbaik dalam membangun portfolio adalah dengan memberikan jasa sukarela untuk organisasi lokal atau nirlaba. Banyak organisasi yang mencari relawan untuk tugas regular, dan beberapa menyewa relawan sebagai bagian dari tim, jika mereka puas dengan layanan yang diberikan, jadi jangan buang kesempatan ini. Tidak hanya akan membantu anda membangun portfolio, namun juga referensi yang mereka berikan akan sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain untuk membangun portfolio adalah dengan melakukan barter bisnis dimana anda memiliki hubungan yang kuat, apakah dengan toko lokal yang sering anda kunjungi, atau bisnis seorang teman yang memerlukan bantuan. Jika anda dapat menemukan cara untuk melakukan pertukaran jasa dengan bisnis ini, dan mendapatkan referensi pada saat pengerjaan tugas, maka akan terjalin hubungan yang saling menguntungkan. Mungkin ini bukan cara yang terbaik untuk mendapatkan keuntungan, namun cara yang bagus untuk membangun portfolio yang penting, yang nantinya akan membantu bisnis anda semakin berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda akan mengalami, meskipun telah membuat portfolio, anda masih mengenakan dibawah standar atas jasa yang dikerjakan untuk mendapatkan klien potensial. Namun ini tidak akan selamanya. Semakin banyak proyek yang anda hasilkan dan selesaikan, dan semakin establish anda di pasar, semakin flexibel pula anda dalam menetapkan harga. Tujuannya adalah memposisikan diri anda di pasar. Jadi jika dengan mengenakan dibawah standar atas jasa anda akan membantu mencapai sasaran ini, maka layak digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai bisnis kreatif bukanlah hal yang mudah. Pada kenyataannya, merupakan hal yang sangat menantang. Dengan membangun portfolio yang kuat di tempat kerja, anda dapat memposisikan diri anda sebagai bisnis kreatif yang berhasil di pasar. Mungkin akan memerlukan waktu, namun upaya yang anda lakukan dalam membangun portfolio ketika anda memulai usaha dapat memberikan keuntungan yang besar dimasa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:Jennifer Prince&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-4129829653660747030?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/4129829653660747030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=4129829653660747030' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/4129829653660747030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/4129829653660747030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/membangun-portfolio.html' title='Membangun Portfolio'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-7458084424362684157</id><published>2008-07-25T06:45:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T06:46:28.519-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>10 Prinsip berbisnis dengan hati</title><content type='html'>Oleh Eko Jalu Santoso&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda ingin menjadi pengusaha sukses ? Sekarang ini banyak orang yang menginginkan menjadi pengusaha sukses. Kalau dulu menjadi pegawai negeri, menjadi pegawai kantoran dianggap golongan priyayi, sedangkan menjadi pedagang masih dianggap kaum kelas dua, sekarang ini situasinya sudah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan lama sudah bergeser. Menjadi pedagang atau pengusaha bukan lagi dianggap sebagai kaum kelas dua, namun sudah menjadi tujuan utama banyak manusia sekarang ini. Bahkan sekarang ini banyak pengusaha menduduki posisi penting dalam pemerintahan. Maka dewasa ini buku-buku tentang entrepreurship, seminar kewirausahaan, training motivasi entrepeneurship semakin menjamur dan diminiati oleh banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, perlu dipahami bahwa menjalankan usaha selain mengejar “profit” sesungguhnya bisa bermakna lebih luas bagi hidup. Bukan sekedar mengejar profit bruba keuntungan material, namun mengejar profit berupa keuntungan nilai-nilai yang bermakna bagi kepuasan spiritual. Ada makna ibadah yang nilainya lebih tinggi dari sekedar mendapatkan keuntungan berupa uang belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang menjalankan usaha hanya berorientasi pada keuntungan materi sebesar-besarnya sebagai tujuan utamanya, maka biasanya mudah terjebak dalam bisnis yang serakah, melakukan penyimpangan, melanggar tatanan kehidupan. Kalaupun usahanya berhasil, belum tentu menjadi berkah bagi dirinya, belum tentu menjadikan kebahagiaan sejati bagi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana menjalankan bisnis yang dapat bernilai ibadah dan membawa berkah bagi kehidupan kita ?. Jalankanlah usaha atau bisnis berdasarkan hati nurani. Bagaimana prinsip menjalankan usaha berdasarkan hati nurani ? Berikut ini 10 prinsip bisnis yang perlu menjadi pertimbangan dalam mengembangkan usaha Anda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kawan adalah aset berharga.&lt;br /&gt;Tidak ada usaha yang tidak berhubungan dengan orang lain. Dalam membina hubungan dengan orang lain, letakkanlah nilai persahabatan, nilai pertemanan yang jauh lebih berharga dibandingkan sekedar meraih keuntungan uang. Dengan menempatkan kawan sebagai aset berharga, maka kita akan menghargai komitmen dan kerjasama dengan siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kepercayaan adalah modal jangka panjang.&lt;br /&gt;Modal dalam usaha itu dapat dibadi kedalam modal tangible dan modal intangible. Uang, gedung, peralatan, mesin adalah contoh modal tangible. Namun ada modal yang intangible yang jauh lebih berharga untuk usaha jangka panjang kita yakni membina kepercayaan. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah kepercayaan dan hanya sekian detik saja untuk menghancurkannya. Maka berusahalah membina kepercayaan baik kepada siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menjual dengan harga lebih tinggi dari pembelian, bukan harga tertinggi.&lt;br /&gt;Maknanya adalah berbisnis bukan sekedar mengejar keuntungan dengan membeli serendah-rendahnya, kemudian menjual dengan harga tertinggi. Namun berbisnis dan berusaha adalah bagaimana dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi orang lain sebesar-besarnya, tanpa mengabaikan kelayakan usaha. Nilai kebahagiaan dan keberhasilan usahanya bukan pada berapa besarnya keuntungan materi, tetapi berapa banyak manfaat yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mendengarkan kata hati.&lt;br /&gt;Dalam melakukan tindakan, mengambil keputusan, belajarlah memisahkan antara pikiran yang dikuasai oleh emosi, ego pribadi, nafsu duniawi dengan pikiran yang dikendalikan hati. Gunakan ketajaman mata hati untuk dapat mengambil keputusan berdasarkan kata hati bukan berdasarkan emosi atau nafsu duniawi. Karena sesunggunya mendengarkan kata hati merupakan usaha mengenal sifat-sifat kemuliaan Allah yang sudah “built in” dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bekerja dengan hati.&lt;br /&gt;Mereka yang bekerja dengan hati bukanlah orang yang bersikap baik kepada Anda, namun bersikap kasar terhadap bawahan, pekerja, atau pelayan. Sesungguhnya orang seperti ini bukanlah orang baik yang bekerja dengan hatinya. Karena mereka yang bekerja dengan hati akan selalu bersikap baik kepada siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kekayaan bukan dinilai dari uang yang dimiliki.&lt;br /&gt;Menjadi kaya  bukan sekedar berhubungan  dengan memiliki banyak uang. Namun kekayaan yang utama adalah seberapa besar uang yang kita dapatkan dapat digunakan untuk menolong orang lain, untuk memberikan manfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berorientasi pada manfaat sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;Berbisnis bukan sekedar berorientasi pada profit atau keuntungan materi sebesar-besarnya, tetapi memperoleh keuntungan untuk memberikan manfaat bagi orang lain sebanyak-banyaknya. Karena berbisnis adalah ibadah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa nantinya dan kepada sesama manusia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Fokus pada apa yang diperoleh bukan yang hilang.&lt;br /&gt;Jangan pikirkan kesempatan, peluang atau kegagalan yang sudah lewat atau sudah hilang dari kita. Kalau And akalah tender sebuah proyek, padahal hitung-hitungannya untungnya akan besar sekali, jangan dirisaukan lagi. Hal ini dapat membuat Anda stress, atau berlaku tidak bijaksana. Fokuslah memikirkan pada apa yang Anda peroleh saat ini. Biarkan kesempatan yang hilang berlalu dari Anda, karena akan ada kesempatan baru kalau kita dapat mensyukuri apa yang dimiliki saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Gagal hanyalah sebuah proses.&lt;br /&gt;Gagal bukanlah akhir dari segalanya, tetapi bagian dari proses untuk menghasilkan rencana-rencana baru. Bagian dari proses menuju kesempatan-kesempatan baru, sepanjang kita mau memperbaiki rencana baru. Namun kalau anda gagal merencanakan sesuatu, berarti Anda  telah  berencana untuk gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Akui Kesalahan Dengan rendah Hati.&lt;br /&gt;Kesahalan-kesalahan dalam mengambil keputusan dalam menjalankan usaha bisa saja terjadi. Ketika Anda menyadari bahwa itu suatu kesalahan keputusan yang Anda ambil, dan merasa bahwa partner Anda atau karyawan Anda yang benar, maka akui dengan rendah hati. Segera lakukan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-7458084424362684157?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/7458084424362684157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=7458084424362684157' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7458084424362684157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7458084424362684157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/10-prinsip-berbisnis-dengan-hati.html' title='10 Prinsip berbisnis dengan hati'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-7243522756676480479</id><published>2008-07-25T06:40:00.000-07:00</published><updated>2008-07-25T06:42:08.030-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Bisnis untuk memperkaya Harta dan Jiwa</title><content type='html'>Oleh: Eko Jalu Santoso &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang bekerja atau menjalankan bisnis tentu sudah memiliki mimpi-mimpi yang menjadi tujuan hidupnya. Sebagian dari mereka memiliki visi atau tujuan yang jauh kedepan berdasarkan nilai-nilai suara hati nuraninya, sedangkan yang lain hanya berkeinginan menjadi seorang wirausahawan terkenal dan kaya raya. Bagi mereka yang berbisnis dengan hati nurani, menjadi wirausahawan kaya raya bukanlah menjadi tujuan akhirnya. Memiliki kekayaan berlimpah bukanlah tujuan utamanya, melainkan sebagai sarana untuk memperbanyak kebaikan dan memperkaya jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan atau “profit” adalah penting dalam berbisnis, meski demikian keuntungan bukanlah tujuan akhirnya. Karena keuntungan dipandang sebagai sarana memberikan manfaat bagi orang lain sebanyak-banyaknya. Dengan kata lain mereka memiliki keinginan memperkaya harta dan memperkaya jiwanya secara seimbang. Karena berbisnis adalah bagian dari ibadah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Bisnis, keuntungan atau “profit” adalah darah bagi kehidupan usaha tersebut. Maka, hampir semua pelaku usaha sepakat bahwa keuntungan adalah hal yang harus diperjuangkan demi pertumbuhan usahanya. Bagi mereka yang hanya dimotivasi oleh kepentingan materialisme, maka dalam berbisnis lebih mengedepankan nilai-nilai materialisme, mendahulukan kepentingan keuntungan harta yang sebanyak-banyaknya. Akibatnya banyak pelaku bisnis yang rela melakukan berbagai terobosan baru, menempuh cara-cara yang kurang terpuji, mempercayai mistis demi keuntungan uang semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya nilai keuntungan itu bukan semata-mata diukur dari besarnya uang yang dibukukan. Mereka, cenderung melakukan berbagai cara asalkan dapat mendatangkan materi kekayaan bagi hidupnya. Akibatnya mereka mudah mengabaikan nilai-nilai spiritual dalam hatinya, demi meraih keuntungan bisnisnya. Inilah yang menjadikan banyak orang kehilangan makna kesuksesan yang diperolehnya. Keberhasilan usaha dan harta yang dimilikinya tidak memberikan nilai tambah bagi kemuliaan dan kebahagiaan tertinggi hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka begitu sibuknya mencari berbagai cara dan alternatif demi memaksimalkan pendapatan dan keuntungan perusahaan. Bahkan tidak sedikit yang tanpa disadarinya telah dikuasai dan dikendalikan oleh kepentingan materi ini, hingga mengabaikan nilai-nilai spiritualitas kebenaran. Secara kasat mata kita juga dapat melihat kebanyakan orang-orang yang tenggelam dengan penyelewengan dan penipuan dalam dunia bisnis adalah orang-orang yang terlena dengan kekayaan harta, sehingga mereka mengabaikan nilai-nilai spiritual dalam hatinya. Mereka ini menjadi manusia yang begitu mendewakan harta kekayaan dan men-Tuhankan harta kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis sesungguhnya memiliki bentangan makna yang luas, bukan semata-mata dinilai dari keuntungan uang, namun ada makna yang lebih tinggi dari keuntungan materi. Karenanya dalam berbisnis selain untuk meraih kesejahteraan materi, sebaiknya mempertimbangkan agar Bisnis yang kita lakukan, produk yang kita hasilkan dapat memberikan kontribusi kebaikan dan manfaat bagi orang lain sebesar-besarnya. Dengan demikian, berbisnis akan selalu mempertimbangkan nilai-nilai etika, moralitas dan hati nurani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Henry David Thoreau, “A man is rich in proportion to the things he can afford to let alone. – Seseorang yang mampu hidup sederhana, maka ia tidak akan pernah merasa kekurangan.” Maknanya, kita perlu mengembangkan budaya positif dalam berbisnis, bukan hanya berorientasi pada kekayaan dan hidup kemewahan, melainkan berorientasi pada manfaat kebaikan bagi banyak orang lain. Seperti apa yang sudah dilakukan oleh Waren Buffet misalnya, perlu menjadi pembelajaran berharga bagi kita semua. Meski ia dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia dengan total kekayaan mencapai 62 milliar dollar AS menurut majalah Forbes, ia tetap hidup sederhana di rumah yang dibelinya sejak tahun 1958 dengan harga 31 ribu dollar AS. Ia bahkan lebih senang menyumbangkan harta kekayaannya untuk kepentingan sosial kemanusiaan melalui Yayasan sosial. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 30,7 milliar dollar AS dan tercatat sebagai penyumbang tertinggi dalam sejarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah bahwa bisnis, sesungguhnya merupakan panggilan mulia dalam kehidupan. Karena Bisnis dapat menjadi jalan bagi seseorang untuk memperkaya harta kekayaan dan menggunakannya untuk memperbanyak kebaikan bagi orang lain. Bisnis dapat menjadi jalan memperoleh makna kehidupan dan kebahagiaan sejati melebihi nilai-nilai materialisme. Berbisnis dapat menjadi bagian dari ibadah dan bentuk pengabdian kita kepada Tuhan, kalau dijalankan dengan mengedepankan nilai-nilai spiritualitas kebenaran. Bisnis adalah bagian dari melayani orang lain dan harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang berbisnis dengan berorientasi pada manfaat kebaikan bagi orang lain, menjadikan usahanya adalah jalan untuk meraih keberkahan hidup. Dengan demikian tidak mudah dikendalikan oleh nafsu kekayaan berlebihan, tidak serakah dan tamak akan harta kekayaan dan kekuasaan berlebihan. Meskipun mungkin dapat hidup serba mewah dan modern dengan keuntungan usaha yang diperolehnya, namun tetap menjalani hidup sederhana dan lebih senang memberikan manfaat kebaikan kepada banyak orang. Hidup sederhana bukan berarti tidak memanfaatkan segala fasilitas yang memungkinkan kita lebih maju, melainkan hidup hemat, tidak boros atau berlebih-lebihan dan memiliki kepedulian yang tinggi kepada orang lain yang membutuhkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-7243522756676480479?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/7243522756676480479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=7243522756676480479' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7243522756676480479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7243522756676480479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/bisnis-untuk-memperkaya-harta-dan-jiwa.html' title='Bisnis untuk memperkaya Harta dan Jiwa'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-8503579627206983293</id><published>2008-07-24T09:58:00.000-07:00</published><updated>2008-07-24T10:03:04.317-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>Bangkit dari Keterpurukan</title><content type='html'>Bangsa Indonesia sedang bersiap diri menghadapi pemilihan presiden tahap kedua, semua orang optimis akan hasil akhirnya. Harapan akan bangkit dari keterpurukan yang masih menggandeng bangsa kita sejak tahun 1997 mulai terkuak. Matahari pagi yang cerah siap kita serap tenaganya untuk masa depan bahagia. Tahun 2004 sudah tiga perempat periode kita lewati, tujuh tahun sejak keterpurukan merangkul kita semua. Bagi yang kenal dengan bahasa Jawa, angka tujuh dibaca pitu, bisa diperluas menjadi pitulungan yaitu bantuan untuk sukses. Inilah saatnya kita membantu diri sendiri untuk bangkit dari keterpurukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Inggris memiliki kata untuk keterpurukan/ kemerosotan/kejatuhan/ kebangkrutan/kekalahan yaitu slump. Setiap orang di muka bumi pernah mengalami keterpurukan, baik seorang dengan pendidikan tinggi, maupun ibu rumah tangga, seorang pemusik rock, penari balet, pemuka agama, presiden, menteri, atlet, mahasiswa, pebisnis dan bahkan konglomerat. Keterpurukan bukan hanya diartikan secara materi kehilangan sumber penghasilan, namun juga kehilangan kehormatan, merosotnya kesehatan, meredupnya karisma serta kebebasan. Sebut saja semua profesi dan dari berbagai latar belakang, yang pernah Anda kenal, semua orang yang merajut hidup di dunia ini pasti 100% pernah mengalami slump. Keterpurukan adalah bagian dari siklus hidup. Para pebisnis mengalami siklus ini dengan lebih cepat atau lebih intensif karena bisnis telah menjadi diri dan hidup mereka. Bagi seorang karyawan mungkin kurang terasa karena pemilik bisnisnyalah yang berhadapan langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma pada keterpurukan&lt;br /&gt;Kalau begitu slump sudah menjadi bagian dari hidup. Tetapi hal penting dan harus diketahui adalah slump tidak boleh menjadi teman hidup yang selalu mendampingi, karena harus diselesaikan, dilawan dan dilalui dengan baik dan benar. Setiap orang bereaksi berbeda dengan keadaan ini. Keterpurukan hanya terjadi apabila sudah diakui keberadaannya. &lt;br /&gt;Keterpurukan ini dapat disikapi dan ditinjau dari dua sisi: sisi orang-orang amatir; dan sisi orang-orang profesional. Orang amatir akan bereaksi dari lima sudut: mengeluh (whinning), berharap (wish), menonton (watch), khawatir (worry), dan menunggu (wait). Hasil akhir dari reaksi ini adalah keterpurukan berkepanjangan.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana Anda harus keluar dan meninggalkan keterpurukan ini. Mari berguru pada orang-orang yang sudah pernah mengalaminya dan telah berhasil bangkit dari keterpurukan. Seorang profesional menghadapi keterpurukan dengan keteguhan hati, berlatih keras, berjuang kembali untuk mengalahkan keterpurukan tersebut. Mereka akan terus berlatih setiap saat tanpa henti sampai mereka siap untuk bangkit kembali. &lt;br /&gt;Para profesional ini mencari pelatih, mentor, trainer untuk membantu mereka bangkit dan meraih sukses yang pernah mereka raih bahkan lebih tinggi lagi. Seorang pelatih tidak perlu lebih hebat dari sang profesional, seorang mentor dibutuhkan untuk melihat profesional dari sudut pandang yang paling baik dan memberinya saran-saran yang tidak bisa dilihat atau dirasakan oleh profesional tersebut. Mentor bertugas untuk memperbaiki hasil latihan yang terus menerus dilakukan atlet guna bangkit dari kekalahan dan meraih kemenangan. Atlet dapat berlatih terus-menerus tanpa henti tetapi dengan kehadiran seorang mentor maka setiap kesalahan kecil akan dapat diperbaiki oleh analisis seorang mentor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterpurukan dari pandangan profesional&lt;br /&gt;Paling sedikit ada 12 hal yang harus diperhatikan oleh pelaku bisnis profesional. Ke-12 hal ini pernah dibicarakan oleh pakar psikologi dan bisnis internasional Bob Andrews beserta istrinya Terry Andrews pada sebuah seminar ekslusif bagi para pemilik bisnis besar dunia. Pertama Bob mengingatkan bahwa kita harus berani melakukan assessment/ introspeksi. &lt;br /&gt;Slump/keterpurukan dianalogikan kita kehilangan arah tujuan. Hal yang harus dilakukan adalah mengetahui di mana kita berada. Kedua cepat singkirkan rasa malu jauhkan ego karena Anda harus mencari mentor profesional yang secara profesional tidak ada hubungan emosional dengan Anda sehingga memiliki pandangan yang sangat adil dan objektif. Pendangan mentor atau coach ini sangat Anda perlukan untuk menempuh jalan baru guna bangkit kembali meraih kesuksesan. &lt;br /&gt;Ada sebuah film yang patut ditonton guna mempelajari pentingnya mentor. Remember the Titans, menceritakan kedigdayaan mentor/coach yang didatangkan dari luar komunitas tradisional untuk meraih kemenangan demi kemenangan. Film ini diangkat dari cerita nyata.&lt;br /&gt;Ketiga, siapkan biaya untuk harga yang harus Anda bayar. Biaya untuk alat-alat yang menjadi kendaraan menuju sukses. Alat terbaik adalah pendidikan. Kata ini perlu diartikan lebih luas, bukan hanya duduk dibangku sekolah, tetapi sebuah sistem pendidikan. Pebisnis perlu mencari sistem pendidikan bisnis yang handal. Atlet perlu mencari pendidikan untuk menjadi seorang atlet yang profesional. Bagi ibu/bapak rumah tangga, masuki sistem pendidikan yang cocok untuk Anda supaya bangkit dari slump. &lt;br /&gt;Pelajari hal-hal yang disarankan oleh mentor/coach Anda supaya dapat bangkit dari keterpurukan. Gali informasi sedalam-dalamnya, tetapi selalu ingat, untuk melakukan pekerjaannya (do the action right away). Pelajari sebuah sumber informasi sampai berulang kali boleh 20 bahkan 50 sampai seratus kali untuk mengetahui apakah yang tersirat dari ilmu yang sedang kita pelajari ini. &lt;br /&gt;Jadi, biaya bukan hanya yang berbentuk fisik atau materi, tetapi juga modal terbesar kita adalah mental dan kemauan untuk bangkit satu kali lebih banyak dari keterpurukan kita. Baca buku 100 kali dengarkan kaset 100 kali. Kita tidak dapat bangkit dari keterpurukan tanpa pengorbanan luar biasa untuk belajar dan memperoleh pendidikan dan ilmu yang memadai untuk bangkit. &lt;br /&gt;Perhatikan atlet-atlet Olimpiade. Menurut statistik dan sejarah Olimpiade, kebanyakan pemenang medali emas suatu Olimpiade adalah pemenang kedua atau runner-up Olimpiade sebelumnya. Mereka belajar, berlatih mencari ilmu yang dapat digunakan untuk memenangkan medali emas pada olimpiade berikutnya. Coba perhatikan pemenang sebuah perlombaan lari sprint 100 meter tidak pernah terpaut lebih dari 1 detik antara juara pertama dan juara kedua. Dalam lomba renang 100 meter juga kebanyakan beda waktu antara pemenang pertama dan kedua tidak pernah lebih dari 1 detik. &lt;br /&gt;Sebuah cerita yang diungkapkan oleh David J Schwarzt dalam bukunya The Magic of Thingking Big mengenai perbedaan sangat sedikit yang dapat mengubah nasib seseorang. Diterangkan bahwa seorang yang telah berhasil mendapatkan keuntungan dari zaman demam emas di Amerika Serikat dapat jatuh bangkrut hanya karena tidak menggali tiga kaki ( hampir satu meter) lebih jauh tambang emasnya. Setelah bangkrut maka tambang emas itu dijual pada seorang pengusaha barang rongsokan. Dengan segala ketidak tahuan namun jiwa penuh penasaran maka pemilik baru tambang ini menyewa seorang ahli geologi tambang terkemuka. Bayaran yang diberikan untuk ahli geologi ini sangat besar namun dengan menggali tiga kaki lebih dalam maka pemilik baru tambang emas dapat mendapatkan keuntungan berlimpah dan dapat merubah nasibnya. Berani bayar harga untuk sebuah kesuksesan yang banyak dilalui orang-orang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan tindakan&lt;br /&gt;Langkah keempat sampai delapan adalah dengan melakukan tindakan – do the action. Gunakan promosi secara terus-menerus. Promosi ini berguna untuk meningkatkan pelanggan agar tetap ingat dan siap masuk ke dalam toko-toko atau usaha mereka. Jangan pernah melewatkan satu hari pun untuk tidak melakukan promosi. &lt;br /&gt;Bentuk-bentuk promosi sederhana adalah dengan berperilaku dan berpenampilan terbaik untuk diri sendiri. Bertutur kata sopan mengenal dengan baik setiap kepribadian manusia. &lt;br /&gt;Kelima, dapatkan pelanggan baru dengan tetap memelihara pelanggan-pelanggan terdahulu. &lt;br /&gt;Keenam, lakukan re-organisasi. Ganti orang-orang yang lemah, malas, tidak produktif. Cari darah baru untuk meningkatkan tenaga perusahaan. Secara natural, adanya pemangkasan, penghematan adalah wajar dan wajib dilakukan. Agar menjadi lebih baik lagi, sebuah organisasi harus berani mengambil tindakan-tindakan tidak populis ini. &lt;br /&gt;Hutan yang terbakar secara alami akan memperbarui organisasi hutannya. Pohon-pohon tua yang sudah tidak produktif lagi secara alami akan mengalami kekeringan, akibat berbagai gesekan intra dan antarcabang akan menimbulkan panas kemudian api. Setelah selesai terjadi kebakaran. Setelah api padam maka tanah menjadi bersih dari pohon tua tidak produktif dan terpupuki serta menyediakan tempat bibit-bibit baru untuk tumbuh kembali menciptakan ekosistem hutan yang lebih hebat. Memang luar biasa pepatah yang mengatakan Patah tumbuh hilang berganti. &lt;br /&gt;Ketujuh, kalau Anda terpuruk sebaiknya keluar dari kantor untuk ke jalan kerja — action. Hentikan kegiatan yang konsentrasinya melulu pada kegiatan administratif semata, lakukan hal nyata. Jangan hanya latihan-latihan lakukan pertandingannya, atlet yang terus- menerus berlatih untuk menjadi sempurna dan siap mendapatkan medali emas harus berani untuk bertanding. Apabila tidak menemukan arena pertandingan ciptakan sendiri arena pertandingan Anda. &lt;br /&gt;Tentara yang telah siap berlatih harus disiapkan lahan untuk berperang, jangan sampai terulang peristiwa Trisakti 1998. Hasil tempaan tentara selama bertahun-tahun di tempat latihan digunakan untuk praktik langsung melawan mahasiswa dan masyarakat sipil lainnya. &lt;br /&gt;Kedelapan, lakukan penjualan-penjualan untuk menghasilkan keuntungan guna mengembalikan kondisi keterpurukan menuju hasil optimal yang baik. Bagi organisasi bisnis tentu dengan mudah dilaksanakan. Bagaimana dengan orang awam? Keluar, temui sebanyak mungkin orang, jual kemampuan Anda, cari peluang dan berikan peluang pada banyak orang, inilah langkah konkretnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, benar, dan raih hasilnya&lt;br /&gt;Jangan melakukan pembenaran terhadap setiap tindakan yang melenceng dari tujuan utama. Lakukan pekerjaan dengan baik dan benar. Inilah langkah kesembilan. &lt;br /&gt;Langkah selanjutnya, Invest in growth. Pelihara aset-aset baik, kurangi bahkan lepaskan aset-aset buruk, pelihara hutang-hutang baik (hutang yang digunakan untuk mengembangkan aset baik). Seorang atlet yang yakin akan menang dengan diet khusus, tentu tidak akan melanggar program dietnya guna meriah peringkat juara. Lance Armstrong akan melakukan investasi terbesarnya pada sepeda-sepeda dan peralatannya. Tiger Wood akan melakukan investasi terbesarnya pada klub golfnya. Seorang joki harus memiliki/mendapatkan kuda pacu untuk tunggangannya. Seorang peneliti harus memiliki laboratorium untuk melakukan pekerjaannya. Seorang pelaku binis berani mengorbankan harta pribadinya untuk meraih keuntungan dari bisnisnya. &lt;br /&gt;Langkah kesepuluh tidak diajarkan untuk diterapkan di sekolah karena ini langkah untuk mencontek tindakan orang lain. Cari orang sukses dan ikuti langkah-langkahnya hidup bersamanya, suatu hari Anda akan mendapatkan manfaatnya. Bahkan apabila Anda gagal, maka Anda akan memiliki 50% kesuksesan orang sukses yang Anda ikuti secara persisten. &lt;br /&gt;Last but not least, Turn up the heat, tetap semangat. Dalam hidup ada hari-hari kemenangan ada hari-hari melelahkan kegagalan. Selalu persiapkan diri untuk mencapai hari bahagia. Persiapkan diri untuk menjadi pemenang daripada pecundang. Bangkit dari keterpurukan. Bagi yang pernah dengar lagu berjudul ”Jump” dari Van Hallen dapat mengubah ”Slump” menjadi ”Jump”, putar lagu tersebut guna menambah semangat hidup.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sumber: Sinar Harapan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-8503579627206983293?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/8503579627206983293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=8503579627206983293' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8503579627206983293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8503579627206983293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/bangkit-dari-keterpurukan.html' title='Bangkit dari Keterpurukan'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-3931827867205763003</id><published>2008-07-20T08:55:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T09:07:37.049-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><title type='text'>Tantowi Yahya: Fulus dari Kata-kata</title><content type='html'>Suatu hari di tahun 1979, 28 tahun lalu, sambil berjalan dari Lapangan Banteng menuju stasiun Gambir sambil membawa koper besar berisi pakaian, Tantowi Yahya, presenter kondang berujar,” sebentar lagi kutaklukan engkau Jakarta’!  Ucapannya bernada pongah. Tapi, kata-kata itulah yang menjadi cambuk pria asal Palembang ini meraih apa yang dicita-citakan.  Jakarta telah ditaklukan. Mungkin tidak hanya ibukota, tetapi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sih yang tidak kenal Tantowi?  Selain presenter, dia juga dikenal sebagai penyanyi dan pemilik acara Country Road. Hampir seluruh acara yang dikemasnya laku keras. Coba lihat acara “Who wants to be millionere”. Dalam sekejap, langsung memikat pemirsa televisi dan menjadikan acara itu mencatat rating tinggi. Dia ibarat dewa Midas dalam mitologi Yunani. Apa saja yang disentuhnya menjadi emas, berkilau dan sukses. Sebagai contoh, misalnya, acara country yang kurang begitu populer di Tanah Air, kini menjadi salah satu acara favorit pemirsa tv.  Bahkan, lewat acara musik ini dia didaulat untuk mewakili Indonesia di pentas dunia untuk membawakan lagu-lagu country. Acara baru yang sedang dia bawakan saat ini “Deal or no Deal” perlahan-lahan merangkak naik dan tak lama lagi bakal menyusul kesuksesan who wants to be millionere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa hebatnya Tantowi? “Saya ini optimistis, merencanakan sesuatunya dengan matang dan kemampuan berkomunikasi dengan baik,” ujarnya dalam sebuah acara seminar buku Wow, 10 jurus Terlarang bersama pakar marketing Ippo Santosa beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skill communications dan public speaking Tantowi memang hebat. Dan, tidak salah bila dia berhak memperoleh predikat jutawan dalam sekejap. Bayangkan saja, dalam dua jam dia bisa mendapatkan Rp50 juta hanya untuk berbicara di depan umum saja. Tantowi mengaku, untuk memiliki kemampuan berkomunikasi, tidaklah mudah. Sejak SMA, dia sudah gaul dengan bahasa asing baik itu Inggris, Perancis dan beberapa lagi lainnya. Disamping itu, dia juga banyak membaca buku mengenai pengetahuan umum. “Banyak buku yang saya baca. Ini untuk menambah wawasan dalam berkomunikasi,” katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tantowi, public speaking yang bagus tidak hanya berdasarkan talenta saja. Namun, harus dilatih. Dan, dia telah membuktikannya sendiri. Seusai tamat dari bangku kuliah, dia melamar pekerjaan ke PT BASF di Tangerang. Kemampuan berkomunikasinya yang bagus mengantarkannya menduduki jabatan manajer komunikasi/public relation, di perusahaan produsen kaset terbesar di  Indonesia ini. Karirnya melejit cepat.  Pergaulannya luas dan dia sering dipercaya mewakili manajemen ke luar negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh, ini tidak membuatnya betah.  Dia masih belum puas, karena merasa tidak bisa memaksimalkan kemampuannya.  Tanto akhirnya keluar dan menjadi presenter.  Tekad kuat dan kemampuan dalam hal public speaking telah membawa ke puncak ketenarannya. Bayangkan saja, sekali bicara Rp 50 juta. Tidak banyak orang yang memiliki kemapuan seperti itu. Dan, Tanto bisa memanfaatkannya. Dari kata-kata lalu mengalirlah fulus yang cukup besar. Kini dia mencoba menularkan kemampuannya dengan melatih para calon presenter atau khalayak yang ingin melatih kemampuan berbicaranya lewat Tantowi Yahya Public Speaking School.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-3931827867205763003?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/3931827867205763003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=3931827867205763003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/3931827867205763003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/3931827867205763003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/tantowi-yahya-fulus-dari-kata-kata.html' title='Tantowi Yahya: Fulus dari Kata-kata'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-8270103044884536649</id><published>2008-07-18T10:04:00.000-07:00</published><updated>2008-07-18T10:05:33.693-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><title type='text'>POTENSI DIRI : Sikap Penjual</title><content type='html'>Oleh : Lisa Nuryanti &lt;br /&gt;Pemerhati Etika dan Kepribadian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anna sedang kembali ke kantor setelah keluar makan siang. Warung tempat dia makan siang tidak jauh sehingga Anna hanya jalan kaki ke sana. Ketika sampai di depan kantornya, seorang bapak yang membawa tas besar menyapanya. Rupanya bapak itu mau menawarkan kain untuk busana kerja. Anna sebenarnya tidak ingin membeli kain, tapi dia ingin melihat-lihat, siapa tahu harganya cukup murah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anna berhenti untuk melihat-lihat. Ada satu yang menarik hatinya. Anna bertanya: "Berapa harganya pak?" Bapak itu menjawab: "Oh, ini bahan impor bagus dari Singapura." Anna mengangguk sambil bertanya lagi :" Oya, berapa harganya?" Bapak itu mengambil kain tersebut, membuka lipatannya dan berkata :"Nih lihat, bahannya halus karena ini kain impor." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anna mulai tidak sabar dan berkata: " Iya. berapa harganya?" "Kalau harga memang agak lain karena bahan impor sih." Anna semakin kehilangan kesabaran karena pertanyaannya belum terjawab. "Berapa?" "Ya, cuma Rp80.000". Merasa minatnya sudah berkurang, Anna cuma berkata:" Ya deh. Bulan depan aja". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di kantor, Anna menumpahkan kekesalannya dengan menceritakan hal ini pada teman-temannya. Anna merasa bapak itu berusaha menghindari jawaban langsung, padahal bagi Anna pertimbangan utamanya adalah dari segi harga, bukan dari segi impor atau tidak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dia juga tidak mengharapkan membeli barang impor. Akhirnya minat yang sempat timbul tadi malah hilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari Sabtu dan Minggu pagi Yosita selalu ke pasar sendiri. Dia melihat-lihat pisang. Dulu dia pernah membeli 2 kilogram pisang ambon tapi ternyata setelah dikupas banyak yang agak kehitaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Amat, penjual pisang, mengatakan bahwa pisang ini bagus. Tapi karena takut keliru beli, Yosita berkata bahwa dia tidak mau beli pisang karena takut ada yang kehitaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Amat langsung meminta Yosita agar memilih pisang mana saja yang kemungkinan hitam dan Pak Amat bersedia mengupasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang hitam, tidak usah dibeli. Bahkan dia rela mengupas pisang lainnya tanpa Yosita harus membeli. Dia hanya ingin menunjukkan dan membuktikan pada Yosita bahwa pisang yang dijualnya bagus. Tentu saja Yosita merasa sungkan. Dia langsung membeli 1 kilogram tanpa minta contoh agar dikupas. Ternyata memang pisang yang dibelinya bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Amat langsung berusaha menangani masalah yang dihadapinya. Dia berusaha menghapus anggapan negatif mengenai barang dagangannya. Dia berani membuktikan bahwa kualitas produknya bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil risiko &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berani mengambil risiko kalau pisang yang dikupasnya ternyata kurang baik, maka dia harus rela membuangnya. Tapi dengan sikap hati seperti itu, dia malah membuat Yosita jadi percaya dan langsung membeli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan bapak penjual kain. Dia sebenarnya takut orang tidak mau membeli darinya kalau orang itu merasa harganya mahal. Karena itu dia takut untuk langsung mengatakan harganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia malah membuat Anna kehilangan kepercayaan dan batal membeli. Seandainya dia berterus terang mengatakan harganya sambil menunjukkan kualitas yang ternyata terbukti bagus, maka Anna mungkin akan tetap membeli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendi bekerja sebagai penjaga counter kue. Ketika seorang pembeli datang dan ingin membeli roti abon kesukaannya, Hendi mengatakan: "O yang ini roti kemarin Bu. Roti yang baru belum datang. Kalau ibu mau tunggu sepuluh menit lagi, ibu bisa dapat yang baru." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ibu itu mau duduk dulu dan menunggu. Kita bisa bayangkan betapa ibu itu merasa berterima kasih atas informasi ini. Lain kali kalau dia datang lagi dan Hendi berkata rotinya baru, maka ibu itu akan percaya perkataan Hendi. Ibu itu tetap menjadi pelanggan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendi berpikir lebih baik mengorbankan satu roti sisa kemarin daripada kehilangan pelanggan. Berbeda dengan Yono temannya. Setiap kali ada pengunjung yang bertanya apakah rotinya baru atau tidak, dia selalu mengatakan baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kebanyakan pengunjung memilih bertanya kepada Hendi, karena mereka leih percaya ucapannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendi menyadari bahwa mempertahankan pelanggan tidak mudah. Tapi dia selalu berusaha untuk membuat pelanggan percaya padanya agar mereka merasa aman untuk kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata usahanya berhasil. Dia berhasil menaikkan penjualan. Segera atasannya melihat bahwa penjualan menurun kalau Hendi tidak masuk kerja. Dia telah berhasil mendapat tempat di hati pelanggan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yus makan di sebuah restoran cepat saji. Setelah memesan dia pun mengambil saus tomat dan sambal. Ternyata tanpa sengaja tangannya menyentuh gelas minum sehingga gelasnya terbalik dan minumannya tumpah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yus sadar itu salahnya sendiri, meskipun dia tidak sengaja. Dia hanya lapor ke petugas supaya dibersihkan. Ternyata pihak restoran mengganti minuman yang tumpah itu tanpa meminta biaya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yus merasa sungkan karena dia yang salah, tapi dia senang juga. Bukan karena harga minumannya tapi tindakan mengganti minuman tersebut membuat Yus merasa sangat berterima kasih. Sell Something! Be Professional!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Bisnis.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-8270103044884536649?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/8270103044884536649/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=8270103044884536649' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8270103044884536649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8270103044884536649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/potensi-diri-sikap-penjual.html' title='POTENSI DIRI : Sikap Penjual'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-6685520762743494458</id><published>2008-07-18T09:56:00.000-07:00</published><updated>2008-07-18T09:57:32.092-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><title type='text'>Bob Sadino, "Kalo mau kaya, jangan pintar pintar"</title><content type='html'>Pengusaha eksentrik pemilik Kemfood, Bob Sadino, mengatakan hubungannya dengan Edam sebatas hubungan bisnis belaka. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ia juga mengatakan terbuka kemungkinan kerja sama dengan siapa saja untuk membuka bisnis serupa dengannya. Namun, ia mengaku memang punya banyak kemiripan dengan Made sebagai pemilik Edam. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Apa saja? Berikut penuturannya pada Herita Endriana dan Agoeng Widyatmoko dari majalah bisnis kita: &lt;br /&gt;Awalnya bagaimana Bapak bisa kerja sama dengan Made?&lt;br /&gt;Sebetulnya terlalu cepat kalau kita bilang kerja sama. Kita harus lebih profesional dengan mengatakan suatu bentuk ikatan bisnis. Made ingin membeli produk saya, saya mau jual produk ke siapa saja. Made kalau tidak salah mulai dengan apa adanya. Kemudian dia mau cari sesuatu yang terbaik buat para langganannya. Dia dengar ada kemfoods yamg usahanya adalah membuat daging olah yang bentuknya sosis, hamburger, daging asap, dan lain-lain. Dia mendekati saya dan mengatakan, 'Bapak bisa tidak membuat hamburger khusus untuk saya?' Saya bilang gampang sekali dan saya kasih beberpa macam hamburger, coba saja mana yang paling baik. Setelah dia temukan yang terbaik, kita punya formula sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi formulanya semuanya khusus?&lt;br /&gt;Dari dagingnya, mayonesnya, sampai sausnya kita buatkan untuk Made. Made tinggal menyuguhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula dari Bapak dan Made?&lt;br /&gt;Formula khusus dari saya sendiri. Ya mungkin oleh dia ditambahkan disana-sini, saya tidak tahu. Produk saus saya yang ditambah apa lagi, itu milik Made.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bentuk kerja samanya eksklusif antara pak Bob dan pak Made. Jadi tidak ada kerja sama dengan bentuk seperti ini dengan pengusaha lain?&lt;br /&gt;Terbuka kerja sama dengan siapa saja tapi apa yang saya jual kepada Made hanya untuk Made. Kalau ada yang ingin dibuatkan khusus hamburger lagi ya saya buat khusus untuk dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Made ini bukan orang pertama yang datang ke Bapak tapi dia mungkin yang pertama sukses. Anda melihatnya apa perbedaan Made dengan yang lain itu?&lt;br /&gt;Saya tidak bisa menyebutkan secara spesifik bedanya apa. Tapi kemiripan sifat-sifat Made dengan saya banyak. Sebagai seorang entrepreneur dia punya kemauan yang luar biasa besar. Kemudian dia punya tekad yang bulat sekali.Komitmen, dia komit mau jual burger. Dia juga punya keberanian yang luar biasa untuk mau mulai jual hamburger dengan harga yang lumayan terjangkau. Dia juga orang yang tidak cengeng. Itu ada kemiripan dengan saya. Jadi kalau ada yang punya sifat seperti itu, bisa sama dengan Edam atau bahkan melebihi Edam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi itu faktor utama kalau kita ingin berusaha?&lt;br /&gt;Tadi kan empat faktor. Anda mau, ada tekad yang bulat, ada keberanian, dan tidak cengeng. Jadi kalau mau mulai sesuatu dan memegang empat faktor ini dan terutama faktor yang terakhir yaitu tidak cengeng, saya katakan pasti akan jadi Edam. Pasti. Tidak ragu-ragu lagi. Terus bagaimana kamu mau jadi seperti Made, gampang. Datang saja ke saya. Atau kalau tidak mau bikin burger dengan merek sendiri, tahu laku atau tidak, tapi yang jelas Edam laku ya sudah pergi ke Edam. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bapak, pendidikan tinggi itu penting bagi pengusaha?&lt;br /&gt;Pendidikan itu racun buat saya. Saya kasih contoh. Orang dagang rata-rata cari apa. Katanya cari untung. Kalau saya bilang saya dagang cari rugi, logis tidak. Ada yang bilang tidak logis. Kemudian kalau orang dagang cari untung, apakah untung terus. Kan tidak. Kalau saya bilang tadi cari rugi, apakah rugi terus. Kan tidak. Lalu apa bedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat pengusaha kita banyak yang bermain untuk kalangan menengah atas dengan modal yang besar. Masih sedikit yang punya visi seperti Made. Kalau bapak lihat banyak pengusaha kita yang seperti Made.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meniru visi Edam kan tidak susah. Edam sudah ada contoh, kenapa tidak ditiru. Kalau ditanya banyak atau sedikit, saya akan jawab begitu. Tentunya Indonesia membutuhkan lebih banyak Made. 100 Made tidak cukup. Kalau kamu tidak berani, tidak akan kemana. Itu faktor kan. Entrepreneur harus punya keberanian. Keberanian mengambil peluang. Kalau saya ditanya faktor apa yang menjadi kunci keberhasilan, jawaban saya sederhana. Karena saya tidak sekolah. Karena saya bodoh, makanya saya berhasil. Karena kamu pintar kamu mikir dulu, tunggu dulu. Jadi ngitung. Entrepreneur itu tidak pakai hitung-hitungan begitu. Saya tidak pernah ngitung dari dulu. Saya suruh orang yang hitung. Karena saya bodoh saya suruh orang lain yang hitung. Di mana letak kepintaran saya adalah menyuruh orang menghitung. Kenapa, karena saya bodoh. Di mana letak kebodohan Anda, karena Anda pintar, jadi Anda ngitung. Jadi kita sebenarnya bolak-balik saja. Saya bisa sukses karena saya bodoh dan kamu tidak bisa sukses karena kamu pintar. Jadi tidak usah ngitung. Jalan saja. Kalau salah ya belok. Salah lagi ya belok lagi. Saya jamin orang yang belajar itu tidak bisa kaya. Saya jamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saran Bapak untuk calon pengusaha?&lt;br /&gt;Tidak usah pakai rencana. Tidak usah mikir. Jalankan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: www.purdiechandra.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-6685520762743494458?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/6685520762743494458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=6685520762743494458' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6685520762743494458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6685520762743494458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/bob-sadino-kalo-mau-kaya-jangan-pintar.html' title='Bob Sadino, &quot;Kalo mau kaya, jangan pintar pintar&quot;'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-7219086400894081054</id><published>2008-07-15T06:46:00.000-07:00</published><updated>2008-07-15T06:47:17.371-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemasaran'/><title type='text'>Ketika Brand adalah Segalanya</title><content type='html'>Oleh : Teguh Poeradisastra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era ekonomi citra sekarang ini, brand menjadi aset terpenting yang memukau konsumen dan menentukan sukses atau gagalnya perusahaan. Tak heran, brand-brand kuat menjadi rebutan pebisnis dan diperjualbelikan sebagai jalan pintas meraih sukses. Namun, mengapa banyak perusahaan kita yang masih setengah hati membangun brand-nya? &lt;br /&gt;What is in a name? begitu penggalan ucapan William Shakespeare yang paling banyak dikutip. Mawar tetaplah harum meski namanya diganti dengan apa pun, lanjut pujangga Inggris ini. William keliru besar. Mawar memang tetap harum seandainya namanya diganti. Namun, yang dicari orang adalah mawar  bukan bunga yang beraroma harum, berwarna indah, dan memiliki kelopak berlapis-lapis. Mawar sudah menjadi representasi dan asosiasi dari keharuman dan keindahan itu sendiri. Jika namanya diganti, para pecintanya akan menampik dan berpaling darinya.&lt;br /&gt;Nama, brand atau merek adalah representasi dan asosiasi sebuah produk  baik mutu, harga, nilai, maupun gengsinya. Sepotong nama ini bisa berarti banyak. Brand adalah pukau, daya pikat, pesona sekaligus pembeda produk yang satu dari yang lain. Brand inilah yang memikat orang hingga mengagumi, memburu dan membeli sebuah produk atau karya. Tanpa brand yang menancap kuat di benak konsumen, sebuah produk hanyalah komoditas yang dihargai rendah meski mungkin dari sisi fungsional manfaatnya sama. Namun dengan brand yang kuat, harga produk yang sama tadi bisa menjadi berlipat ganda  bahkan priceless. Inilah yang membuat Kent Wertime dalam buku larisnya Building Brands &amp; Believers menyebut di era ekonomi citra (the image economy) kini, peranan brand sebagai aset terpenting perusahaan akan kian berlipat ganda.&lt;br /&gt;Stephen King, CEO WPP Group, London, mendefinisikan produk sebagai barang yang dihasilkan pabrik, sementara merek adalah sesuatu yang dicari pembeli. Produk amat mudah ditiru, sementara merek selalu memiliki keunikan dan nilai tambah yang sangat signifikan. Produk cepat usang, sementara merek yang sukses akan bertahan sepanjang zaman, katanya.&lt;br /&gt;Simak saja brand GE (General Electric) dan Coca-Cola. Kedua merek ini bisa bertahan hingga ratusan tahun. Bahkan ketika tulang-belulang Dr. Thomas Alva Edison (pendiri GE) dan Dr. John S. Pemberton (pendiri Coca-Cola), telah memutih bahkan menyatu dengan tanah, kedua brand ini justru makin belia dan menguasai dunia.&lt;br /&gt;Toh, untuk membangun brand yang kokoh dan mampu menggerakkan pembeli dengan suka rela mengeluarkan uangnya tidak mudah. Perlu usaha keras dan waktu relatif panjang untuk membuktikan keperkasaan merek, dan menjadikannya sebagai itik bertelur emas, yang terus-menerus menghasilkan keuntungan bagi pemiliknya. Alhasil, untuk memperoleh merek yang bagus, orang tak ragu membeli merek itu; mengakuisisi seluruh atau sebagian besar saham perusahaan; atau menjalin kemitraan dengan pemilik merek cemerlang tadi. Ketiga pola ini banyak diterapkan perusahaan yang ingin menguasai atau turut merasakan sawab merek ini.&lt;br /&gt;Pola pertama dilakukan The Coca-Cola Company ketika membeli brand AdeS, air minum dalam kemasan (AMDK) yang saat itu (tahun 2000) menduduki peringkat kedua pangsa pasar AMDK. Perusahaan ini rela menggerojokkan dana US$ 19,9 juta untuk mengambil alih brand AdeS dan beberapa merek lainnya (Desca, Desta dan Vica) di bawah PT Ades Alfindo Putra Setia. Pola ini juga dilakukan Unilever pada Sariwangi.&lt;br /&gt;Pola kedua dilakukan Danone ketika mengakuisisi sebagian saham PT Aqua Golden Mississippi. Ketika itu, tahun 1999, produsen AMDK bermerek Aqua ini sedang kesulitan keuangan akibat krisis moneter yang melambungkan harga patokan eceran tertinggi kemasan AMDK, yang harus diimpor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: majalah swa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-7219086400894081054?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/7219086400894081054/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=7219086400894081054' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7219086400894081054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7219086400894081054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/ketika-brand-adalah-segalanya.html' title='Ketika Brand adalah Segalanya'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-6879474848436929228</id><published>2008-07-14T09:18:00.001-07:00</published><updated>2008-07-14T09:18:59.767-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><title type='text'>4 Mahasiswa Sukses "Tela-tela"</title><content type='html'>Empat orang mahasiswa di Jogjakarta setelah selesai kuliah tertarik untuk membuka usaha secara patungan,dimulai sejak tahun 2002 yang sukses dengan usaha waralabanya “Tela-tela”. Bisnis ini mereka tekuni awalnya hanya iseng tertarik dengan kentang goreng dengan saus yang disajikan oleh KFC atau Mikky Donuld. Mereka menyajikanya mirip tapi berdasarkan bahan baku berbeda. Kalau di KFC dengan kentang yang digoreng namun mereka mencoba membuat gorengan ala kentang KFC berbahan dasar singkong. Walaupun berbahan singkong namun dengan disajikan menarik seperti kentang KFC dan dijual dengan gerobak khusus yang dicat merah-kuning layaknya Mikkey Donuld, membuat  masyaakat sekitar jadi tertarik. Awalnya hanya ditawarkan dikampus sesama para mahasiswa namun karena laris akhirnya membuka kios kecil dan hasilnya luar biasa, singkong gorengnya laris manis luar biasa!. Sampai mereka di Undang diacara Kick Andy di Metro TV dan mereka menceritakan hal ilhkwal bisnis gorenganya sampai di tahun 2008 sekarang ini, jumlah Otlet dengan sistem waralabanya berjumlah lebih dari seribu unit dan berpenghasilan atau omset milyaran rupiah tiap bulanya. Hebat bukan?. Sungguh tak percaya singkong yang murahan dikampung , disajikan dengan kemasan berbeda dan dikembangkan dengan sistem manajemen waralaba, yaitu dibuka untuk siapa saja untuk bergabung dengan menggunakan lisensi dagangya “tela-tela” dengan mendaftar  dengan modal 8 juta rupiah,menjadi bisnis beromset milyaran rupiah perbulan, merupakan hasil luar biasa yang tidak mungkin diperoleh oleh karyawan biasa bukan?.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-6879474848436929228?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/6879474848436929228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=6879474848436929228' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6879474848436929228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6879474848436929228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/4-mahasiswa-sukses-tela-tela.html' title='4 Mahasiswa Sukses &quot;Tela-tela&quot;'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-8064159670395772868</id><published>2008-07-14T04:40:00.000-07:00</published><updated>2008-07-14T04:41:24.571-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Memahami Aspek Penting Sebelum Usaha</title><content type='html'>Memulai bisnis bagi kebanyakan orang bukanlah hal yang mudah. Hal yang klasik, banyak pertimbangan di sana sini sehingga tak jarang membuat orang urung memulai bisnis. Semestinya memulai bisnis tidak menjadi salah satu sumber ketakutan bagi setiap orang. Untuk menghilangkan ketakutan dalam memulai bisnis, seseorang bisa membuat persiapan bisnis yang matang sehingga dapat menjalaninya dengan optimistis. Salah satu seminar Gerald Abraham salah seorang penasehat bisnis pada sebuah firma hukum, juga pemilik dan direktur sebuah konsultan keuangan di tahun 2006, berisi tentang menjadi sukses dengan memahami 9 aspek penting sebelum memulai usaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik&lt;br /&gt;Sebelum memulai suatu usaha maka hal yang terpenting adalah pemahaman kita akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Kita perlu memahami bukan hanya secara teknis produksi tetapi juga pasar dan prospek mulai daripada lingkungan yang terkecil kepada lingkungan yang terbesar. Dalam topik ini dibahas secara menyeluruh aspek-aspek yang penting dalam melakukan analisa atas kelayakan dan prospek produk termasuk produk-produk yang sama sekali baru dengan melihat sisi human behavior, kebutuhan pasar dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membuat visi dan misi bisnis&lt;br /&gt;Setiap orang yang mau memulai bisnis harus mengetahui visi dan misi yang akan menjadi panduan seseorang untuk tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi yang awal. Seringkali suatu usaha pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bidang usaha lain yang baru. Dalam topik ini setiap orang akan belajar bagaimana membuat visi dan misi dalam kaitannya dengan latar belakang pribadi dan pengetahuan usaha yang akan anda rintis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perlunya winning, positive dan learning attitude untuk menjadi sukses&lt;br /&gt;Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha anda selain daripada pemahaman usaha anda. there is no over night success sesuatu yang harus dicamkan daripada setiap calon “entrepreneur” karena dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kesinambunga, dan melihat permasalahan secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan.Anda akan belajar untuk mengembangkan sikap-sikap diatas untuk menjadi “bisnis entrepreneur” yang sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif akan menghindari usaha daripada risiko bisnis dan keuangan.&lt;br /&gt;Secara statistik hampir seluruh kegagalan bisnis kecil dan menengah disebabkan karena tidak adanya atau kurang efektifnya perencanaan bisnis yang anda buat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan dan proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon entrepreneur untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan dan membuat langkah-langkah pengendalian untuk dapat menghindari setiap resiko tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem akan menghindari usaha daripada risiko manajemen.&lt;br /&gt;Setiap usaha dari yang paling kecil sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi. Dalam topik ini kami akan memberikan pengetahuan dasar dan aspek-aspek yang sangat penting yang harus dipelajari oleh calon bisnis entrepreneur untuk menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Optimalisasi sumber daya manusia maka 50% usaha Anda sudah berhasil.&lt;br /&gt;Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha yang sangat penting. Banyak pakar yang menyadari bahwasanya untuk memulai usaha seringkali apabila kita merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka kita sudah setengah jalan untuk menjadi sukses. Topik ini akan membantu kita untuk memahami kriteria pegawai yang baik dan sesuai dengan kebutuhan usaha, manajemen SDM secara umum termasuk sistim penilaian kinerja pegawai sehingga setiap pegawai akan merasa puas dan juga bagaimana memotivasi pegawai baik secara psikologi umum maupun dengan sistim insentif untuk mengoptimalkan kinerja pegawai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mengapa kreativitas, kepemimpinan dan proses pembuatan keputusan sangat penting?&lt;br /&gt;Dalam memulai usaha umumnya setiap calon entrepreneur akan mengalami banyak permasalahan dan krisis. Banyak kegagalan terjadi karena kurangnya kreativitas, kepemimpinan dan pembuatan keputusan yang tepat untuk mencari solusi yang baik. Kreativitas seperti “thinking outbox” atau kemampuan melakukan analisa permasalahan di luar pemahaman yang sudah ada dan mencari alternatif solusi yang kreatif akan sangat membantu usaha anda untuk berhasil. Kreativitas juga akan sangat membantu anda untuk menyesuaikan produk-produk anda agar dapat diterima oleh pasar dan juga melihat berbagai peluang dalam membangun usaha anda. Kepemimpinan sangat penting dalamkrisis untuk membuat setiap pegawai dan semua orang yang terlibat dalam usaha anda percaya bahwasanya anda tidak panik, menjadi tempat last resort solusi atas semua Permasalahan dan menjadi panutan. Proses Pembuatan Keputusan akan membantu anda dalam mencari alternatif solusi dan memilih yang terbaik untuk usaha dan organisasi anda. Dalam topik ini anda akan mendapatkan cara-cara mengembangkan kreativitas usaha anda, ciri-ciri kepemimpinan yang cocok dengan latar belakang pribadi anda dan bagaimana proses yang benar dalam membuat keputusan dalam setiap permasalahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pengetahuan dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan&lt;br /&gt;Pemahaman atas aspek ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha anda. Seringkali produksi terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Dalamtopik ini akan dibahas pengetahuan dasar atas cash flow atau arus kas yang seperti darah dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi, struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pemasaran, pelayanan dan product brand&lt;br /&gt;Pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan penjualan produk atau jasa. Sebaik apapun produk atau jasa tanpa pemasaran yang baik maka akan sangat sukar untuk meningkat penjualan dan keuntungan usaha. Di lain pihak tanpa pelayanan yang baik kepada pelanggan maka akan sangat sukar suatu usaha untuk memperoleh pelanggan yang loyal yang merupakan kunci perkembangan usaha. Dengan pelanggan yang loyal maka pekerjaan pemasaran akan lebih mudah karena pelayanan yang baik akan menciptakan product brand yang baik kepada calon pelanggan baru. Dalam topik ini akan dibahas secera menyeluruh semua aspek penting dalam membuat strategi pemasaran, identifikasi pelayanan yang dibutuhkan pelanggan dan bagaimana menciptakan product brand dan efeknya kepada keberhasilan usaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-8064159670395772868?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/8064159670395772868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=8064159670395772868' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8064159670395772868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8064159670395772868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/memahami-aspek-penting-sebelum-usaha.html' title='Memahami Aspek Penting Sebelum Usaha'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-9058115061097384165</id><published>2008-07-13T09:39:00.002-07:00</published><updated>2008-07-13T09:40:24.714-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Franchise'/><title type='text'>Point-point kesuksesan usaha waralaba</title><content type='html'>1 Pada fase pemilihan waralaba, pilihlah jenis waralaba yang sesuai dengan hasrat dan minat Anda, yang Anda yakin akan berkembang dan menguntungkan di masa dekat dan jangka panjang. Hindari memilih jenis waralaba untuk sekedar ikut trend dan sedang banyak digemari semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Miliki Goal yang jelas dan terukur, dengan jangka waktu yang masuk akal/realistis, dan sesuaikan kebijakan-kebijakan jangka pendek Anda dengan tujuan yang telah dirumuskan tersebut. Pilah-pilah hal yang perlu dilakukan sekarang, ditunda, atau dihapuskan sama sekali untuk menghemat waktu dan sejalan dengan prioritas kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rumuskan rencana-rencana yang akan mendukung goal Anda tersebut, dan lakukan dengan kegigihan dan semangat, jangan lupa berdoa dan tingkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, jangan lupa bahwa dalam setiap kesuksesan, selalu ada kepedulian terhadap sesama dan pelayanan untuk meningkatkan kualitas hidup orang lain, makin banyak seseorang berkontribusi, maka makin banyak pula seseorang akan menerima imbalannya, hal ini berlaku dalam setiap bisnis, termasuk bisnis franchise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dapatkan info sebanyak-banyaknya dari pewaralaba dalam setiap kesempatan, baik dalam training, dalam pertemuan, khususnya dalam pertemuan awal, misalnya pada saat franchise expo. Bertanya sebanyak mungkin untuk memperoleh pengetahuan maksimal mengenai bidang usaha yang akan dijalani. Hadiri pameran dan seminar yang berhubungan dengan franchise sebanyak mungkin untuk memperoleh pembanding dan alternatif yagn terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kerjakan segala sesuatu se-efisien mungkin. Dengan melakukan proses franchise, banyak pihak penerima franchise (terwaralaba) masuk ke dalam pola pemikiran bahwa mengeluarkan uang adalah cara untuk menghemat usaha dan tenaga, dalam titik yang ekstrem hal ini dapat mengakibatkan pengeluaran yang tidak perlu dan pemborosan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bina hubungan baik dan pertahankan kontak yang intensif dengan pihak pewaralaba dan pihak lain yang telah berhasil di bidang tersebut, dimana kita ketahui bahwa kesuksesan seringkali meninggalkan jejak untuk diikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bersikap jujur dan mempertahankan reputasi. Hal ini perlu diterapkan terhadap semua pihak, baik terhadap pewaralaba, terhadap staff, konsumen, dan bahkan anggota keluarga. Dengan bersikat jujur dan berintegritas tinggi, seorang pengusaha akan memperoleh rasa hormat dari lingkungannya yang akhirnya akan memberikan kemudahan dalam berbagai hal dan aspek usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Gali potensi dan kreativitas, walau dalam sebuah sistem waralaba telah digariskan banyak hal yang dapat mempermudah pelakunya untuk menjalankan usaha, bukan berarti membatasi diri dengan tidak melakukan inovasi dan memanfaatkan kreativitas yang dimiliki, tentunya dengan catatan hal tersebut masih ada dalam ruang lingkup standar yang diberlakukan pewaralaba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Orientasi konsumen, dalam setiap bisnis tentunya harus berfokus terhadap kepuasan konsumen selain juga pada proses pengadaannya. Terlebih lagi pada sebuah usaha waralaba, konsumen akan memandang pelayanan dan kepuasan terhadap produk adalah sebagai bagian dari sebuah citra merk secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tetap semangat, bekerja secara berkesinambungan dan terus mengembangkan diri demi tercapainya tujuan hidup, peningkatan dan pertumbuhan secara konstan, yang membuahkan hasil yang pasti dan bukan diperoleh dari jalan pintas dan tidak dapat bertahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: franchise-id.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-9058115061097384165?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/9058115061097384165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=9058115061097384165' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/9058115061097384165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/9058115061097384165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/point-point-kesuksesan-usaha-waralaba.html' title='Point-point kesuksesan usaha waralaba'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-3629626695471496530</id><published>2008-07-13T09:39:00.001-07:00</published><updated>2008-07-13T09:39:39.703-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Franchise'/><title type='text'>Beberapa hal mendasar mengenai waralaba</title><content type='html'>Waralaba adalah kerjasama usaha antara usaha yang telah ada (franchisor) dengan pelaku bisnis baru (franchisee) yang menjadi pemilik dari usaha yang telah berjalan tersebut dalam format lisensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terwaralaba membeli ijin usaha untuk melakukan bisnis yang sama persis dengan usaha yang telah ada sebelumnya dari pewaralaba, untuk jangka waktu tertentu, dengan menerima dukungan penuh dalam hal pelatihan dan saran-saran dalam kegiatan operasional yang tercakup dalam sebuah sistem yang telah dibuat sebelumnya dan terbukti keberhasilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pewaralaba menyediakan produk dan jasa yang siap untuk dipasarkan oleh terwaralaba, (telah teruji dan terbukti berhasil) termasuk diantaranya merk usaha, sistem pembukuan, sistem operasi, standar pelayanan, standar proses pembuatan produk, pelatihan, dan lain lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terwaralaba mendapatkan penghematan waktu dan usaha dalam rangka riset produk/tempat/kebutuhan karyawan, pembuatan merk dan sistem, jaringan pemasaran, dan lain-lainnya yang memungkinkan terwaralaba lebih cepat untuk menjalankan usahanya tanpa perlu memulai dari nol dan melakukan 'trial dan error'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan dari sebuah sistem waralaba adalah relatif lebih amannya daripada memulai dari awal, lebih adanya struktur dalam usaha, dapat dikatakan sebagai sebuat usaha mandiri karena adanya juga batasan campur tangan dari pihal pewaralaba, merk yang relatif lebih mudah dikenal karena jumlah cabang yang dengan mudah bertambah, dengan kualitas produk yang sama dan telah dikenal oleh konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pewaralaba memperluas usahanya dengan lebih cepat dan efektif dengan adanya investasi dan permodalan dari pembeli/terwaralaba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: franchise-id.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-3629626695471496530?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/3629626695471496530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=3629626695471496530' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/3629626695471496530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/3629626695471496530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/beberapa-hal-mendasar-mengenai-waralaba.html' title='Beberapa hal mendasar mengenai waralaba'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-5090737690906292790</id><published>2008-07-11T03:57:00.001-07:00</published><updated>2008-07-11T03:57:59.321-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>”Finding Never Land”</title><content type='html'>Finding Never Land. Bukan, ini bukan judul film nominasi Oscar yang diperankan oleh Johnny Depp. Ini merupakan salah satu prinsip untuk mencetak sukses. Ingin tahu rahasianya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA ”FINDING NEVER LAND”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingatkah Anda ketika baru pertama kali bisa naik sepeda, menyetir mobil? Masih ingatkan Anda ketika pertama kali ke suatu tempat yang sekarang menjadi tempat favorit Anda? Masih ingatkah Anda ketika pertama kali merasakan secara nyata bagaimana naik kelas, lulus sekolah, ataupun mendapatkan gaji pertama? Nah, apa yang Anda dapatkan dari semua ”pengalaman pertama” tersebut?&lt;br /&gt;Kepuasan. Ketika pertama kali kita lulus ujian, berhasil mengendarai sepeda, menyetir mobil, naik ke kelas yang lebih tinggi, mendapat gaji pertama, kita merasakan kepuasan. Kepuasan karena berhasil melakukan sesuatu yang baru untuk pertama kalinya ini ternyata memiliki pengaruh yang luar biasa. Karena kita puas, kita ingin mencoba lagi. Jika pertama kali kita belum terlalu mahir, kali-kali berikutnya kita berusaha untuk menjadi lebih baik dari yang pertama kali. Akhirnya, kita bisa menjadi mahir. Jadi kepuasan, mendorong kita untuk maju. Kepuasan juga mendorong kita untuk mencoba lagi dengan cara yang lebih baik. Kepuasan memberi semangat bagi kita untuk mengasah keterampilan, dan belajar. &lt;br /&gt;Penemuan Baru. Dengan mencoba sesuatu yang baru, seringkali kita menemukan hal-hal baru. Kita menemukan mana yang bisa menyebabkan kegagalan, mana yang bisa membawa keberhasilan. Ketika kita mencoba naik sepeda untuk pertama kali, biasanya kita akan jatuh. Dari kejatuhan ini, kita belajar bagaimana lain kali agar tidak jatuh lagi. Motivasi ini menyebabkan kita terdorong untuk mengeksplorasi cara-cara baru lagi yang belum pernah kita lakukan sebelumnya agar terhindar dari kejatuhan kedua kalinya. Jika, ternyata kita masih jatuh juga, kita terdorong untuk mencoba cara lain lagi, sampai akhirnya kita bisa menemukan cara untuk mengendalikan sepeda dengan baik. Jadi, mencoba sesuatu yang baru akan memberikan inspirasi bagi kita untuk mendapatkan temuan-temuan baru yang bermuara pada pencarian terhadap keberhasilan. Jika kita mencari, pasti kita akan mendapatkannya.&lt;br /&gt;Pandangan Baru. Dengan mencoba sesuatu yang baru, pandangan dan wawasan kita juga menjadi lebih terbuka. Jika pada awalnya kita hanya mengenal kota kelahiran kita semata, setelah kita pertama kali mengunjungi kota lain, ternyata kita mendapatkan pandangan baru terhadap dunia dan kehidupan ini. Ternyata, udara masih ada yang terasa segar, tidak terpolusi seperti di Jakarta. Ketika kita pertama kali belajar di universitas, kita banyak bertemu dengan orang-orang dari berbagai daerah yang ikut belajar di tempat yang sama. Di sini kita belajar bahwa, terdapat berbagai macam karakter orang, termasuk juga karakter yang positif. Kita juga bisa belajar dari kualitas positif yang dimiliki orang lain yang baru pertama kali kita kenal. Dengan demikian, wawasan kita menjadi lebih diperkaya, demikian juga dengan pengetahuan kita, dan keahlian kita (kita bisa saling membagi pengetahuan, dan keterampilan dengan orang-orang yang pertama kali kita temui).&lt;br /&gt;Prestasi baru. Dengan mencoba melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, kita tidak akan tahu bahwa kita ternyata mampu mengukir prestasi baru. Seorang atlet yang pernah meraih medali perak, akan berusaha mengukir prestasi yang lebih unggul yang belum pernah ia raih sebelumnya. Hanya dengan semangat seperti inilah, rekor-rekor lama di pertandingan olah raga nasional dan internasional berhasil ditumbangkan oleh rekor-rekor baru. Hanya dengan mencoba melakukan suatu hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, kita bisa mendorong kemampuan kita melebihi apa yang kita perkirakan. Tanpa mencoba yang lebih, kita tidak akan pernah bisa mengukur kemampuan maksimal kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RISIKO?&lt;br /&gt;Selain hal-hal yang positif, tentunya, mencoba sesuatu yang sebelumnya belum pernah kita lakukan, mengandung risiko.&lt;br /&gt;Salah atau gagal. Ketika mencoba sesuatu pertama kali, kita menghadapi risiko salah. Salah jalan, salah alamat, salah langkah, salah pengertian, salah perkiraan, dan masih banyak kemungkinan kesalahan lainnya. Ketika pertama kali membangun bisnis, tidak sedikit pebisnis yang melakukan berbagai kesalahan: salah dalam membuat perencanaan, salah dalam memprediksi biaya dan pendapatan, salah dalam menebak selera pasar. Kesalahan yang bertumpuk bisa juga mengarah pada kegagalan: gagal dalam ujian, gagal dalam membangun bisnis, gagal dalam membukukan memecahkan rekor. Namun, dari kesalahan ini kita juga bisa banyak belajar, agar kali berikutnya, kesalahan tidak perlu diulang lagi. &lt;br /&gt;Tidak nyaman. Apa pun yang dilakukan untuk pertama kalinya, pasti tidak langsung sempurna. Ada proses ketidaknyamanan yang terlibat (jatuh, ragu-ragu, berbuat kesalahan, kegagalan, tersesat). Semua ini memang bagian dari pertumbuhan. Ketika gigi bayi pertama kali akan tumbuh, sang bayi juga mengalami demam. Jika seorang anak kelas 6 SD ingin naik ke Sekolah Menengah, ia juga harus mengalami ketidaknyamanan belajar untuk ujian, dan mengambil ujian tersebut, sebelum akhirnya dinyatakan lulus melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya yang lebih tinggi. Demikian pula dengan sukses. Ketika kita akan meraih sukses, kita harus berani mengambil risiko untuk merasa tidak nyaman. Karena sukses terjadi, ketika kita melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya: membuat barang dengan kualitas yang lebih baik, melayani pelanggan dengan layanan yang lebih prima, memasarkan produk dan jasa dengan strategi yang lebih efektif. Semua kelebihan ini hanya bisa diraih jika kita mau mengambil risiko untuk merasa tidak nyaman ketika mencoba sesuatu untuk pertama kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA?&lt;br /&gt;Setelah kita sadar bahwa melakukan sesuatu untuk pertama kali (sesuatu yang belum pernah kita lakukan sebelumnya) bisa membuka jalan menuju sukses, lalu apa yang harus kita lakukan? &lt;br /&gt;Mimpi. Manusia bisa mencapai bulan, karena Jules Vernes yang menuliskan mimpinya dalam buku cerita tentang tokoh yang berhasil pergi ke bulan. Manusia bisa menikmati perjalanan dari satu benua ke benua lain melalui udara, hanya dalam bilangan jam, karena dua bersaudara Wright yang berhasil merealisasikan mimpi mereka untuk terbang seperti burung. Mimpi inilah yang akan menjadi pendorong kita untuk mencoba hal-hal yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Tanpa mimpi, kita tidak akan punya keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru. Tanpa mimpi, kita tidak akan pernah punya keinginan untuk mencoba kemampuan baru, untuk membukukan sukses.&lt;br /&gt;Keberanian. Mimpi hanyalah tinggal mimpi jika kita tidak punya keberanian untuk mewujudkannya. Ray Kroc yang sudah memasuki usia 50 tahun tidak akan pernah menjadi seorang yang superkaya yang memiliki gerai makanan cepat saji yang tersebar di seluruh benua, jika ia tidak memiliki keberanian untuk mencoba membangun usaha sendiri yang belum pernah ia lakukan sebelumnya (sebelumnya ia hanyalah seorang karyawan yang bekerja untuk orang lain ataupun perusahaan lain). Dengan keberanian, Ray Kroc mencoba membangun usaha sendiri, dengan membeli restoran McDonald bersaudara yang dianggapnya menjalankan usaha makanan yang unik (cepat saji).&lt;br /&gt;Perencanaan. Keberanian tanpa perencanaan adalah bunuh diri. Perencanaan tanpa keberanian adalah sia-sia. Jadi kedua elemen ini harus ada jika kita ingin meraih sukses. Seperti para atlet menyusun rencana sukses untuk memenangkan pertandingan, seperti tentara di medan perang menyusun rencana untuk mengalahkan lawan, demikian pula dengan orang-orang yang ingin meraih sukses. Suskes perlu dipetakan dalam sebuah rencana. Peta inilah yang akan dijadikan pedoman untuk mengeksplorasi daerah-daerah baru, kemampuan baru, pengalaman baru, strategi baru yang belum pernah dicoba sebelumnya. Semua hal-hal yang baru ini membuka pintu kesempatan yang tidak terbatas untuk meraih sukses.&lt;br /&gt;Jadi, sudahkah Anda melakukan sesuatu untuk pertama kali hari ini? Belum? Mengapa tidak Anda coba sekarang? Sesuatu yang baru membuka wawasan baru dan kemungkinan sukses baru. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copyright: Sinar Harapan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-5090737690906292790?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/5090737690906292790/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=5090737690906292790' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/5090737690906292790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/5090737690906292790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/finding-never-land.html' title='”Finding Never Land”'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-2894662809277765278</id><published>2008-07-09T09:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-11T03:57:07.644-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>”It’s Now or Never!”</title><content type='html'>Oleh: Roy Sembel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s Now or Never (Sekarang atau Tidak Sama Sekali). Ini memang seperti judul sebuah lagu Zadul (baca: zaman dulu). Tetapi ternyata kalimat pendek ini mengandung banyak petuah yang bisa kita renungkan dan praktikkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus sekarang? Ada banyak manfaat yang dapat kita petik jika kita mau mulai sekarang.&lt;br /&gt;Kesempatan. Every opportunity is a golden opportunity. Tiap kesempatan adalah peluang emas. Kita tidak pernah tahu apakah kesempatan sekarang akan lebih buruk atau lebih baik dari kesempatan berikutnya. Jadi, jika mendapat atau melihat kesempatan untuk mencetak prestasi, meraih keuntungan, ataupun mendapat manfaat positif dari apa yang ditawarkan sekarang, mengapa tidak kita coba? Paling tidak kita tidak akan menyesal karena telah mencobanya. Jika ternyata dugaan kita meleset, kita bisa meraih kesempatan berikutnya. Tapi, jika dugaan kita benar, kita telah berhasil mendapat manfaat dari kesempatan tersebut, dan jika ada kesempatan lain, kita bisa menambah perolehan manfaat dari kesempatan baru lagi.&lt;br /&gt;Selain itu, dengan mengambil kesempatan sekarang, jika ada kesempatan lain berikutnya, kita bisa membandingkan kesempatan yang datang dengan kesempatan yang telah kita manfaatkan, sehingga kita bisa membuat keputusan lebih bijak.&lt;br /&gt;Pengalaman. Pengalaman adalah guru yang paling efektif. Semakin awal kita memulai atau melakukan sesuatu, semakin banyak pengalaman yang bisa kita gali, semakin banyak pula manfaat dan pelajaran yang bisa kita petik dari pengalaman tersebut. Pelajaran dari pengalaman ini tentunya akan sangat berguna bagi kita untuk mengambil keputusan penting di masa yang akan datang. Misalnya: Miftah mendapat kesempatan magang tanpa dibayar di toko pamannya sebagai pemegang buku. Miftah tidak menyia-nyiakan tawaran ini. Walaupun ia tidak "dibayar" dengan uang, ia tidak mempermasalahkannya. Miftah yang baru saja lulus dari akademi perbankan menerima tawaran ini. Sambil bekerja ia juga mengajukan lamaran kerja di tempat lain. Dalam lamaran ini ia menuliskan pengalamannya bekerja sebagai pemegang buku di perusahaan sang paman. Miftah akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan bermodalkan pengalaman kerja satu tahun di perusahaan sang paman. Pengalaman kerja ini menjadikannya kandidat yang lebih baik dari pelamar lain yang belum punya pengalaman kerja. &lt;br /&gt;Uang. Waktu adalah uang. Semakin banyak waktu yang kita habiskan untuk "menunggu" kesempatan yang baik, semakin banyak potensi untuk mendapatkan "uang" yang terbuang. Misalnya: Manuela kehilangan pekerjaan ketika krisis besar melanda perekonomian Indonesia di awal tahun 2000. Beberapa tawaran pekerjaan sudah diperolehnya, tetapi ia selalu ragu untuk mengambilnya karena gaji tidak sebesar yang diinginkan, tempat terlalu jauh, jenis pekerjaan kurang diminati, atau alasan lainnya. Akibatnya, sampai sekarang pun Manuela masih "menunggu" pekerjaan yang dianggap paling pas untuknya. Padahal jika ia mencoba saja salah satu pekerjaan yang ditawarkan, tentu ia sudah bisa banyak menimba pengalaman, dan yang pasti dapat uang dari hasil kerjanya. Pengalaman ini bisa ia masukkan dalam CV-nya untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi di masa mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”What Now?”&lt;br /&gt;Okay, sekarang kita telah yakin bahwa "sekarang"lah waktu yang tepat untuk memulai sesuatu. Lalu, apa yang harus kita mulai? Masih bingung? Banyak yang bisa Anda lakukan sekarang. Beberapa diantaranya adalah yang berikut. &lt;br /&gt;Kebiasaan Baik. Hasil yang baik diperoleh dari kebiasaan yang baik. Jadi, jika kita ingin meraih sukses, mulailah sekarang untuk membiasakan diri melakukan kebiasaan-kebiasaan positif yang bisa menelurkan sukses. Mungkin saja kebiasaan positif ini pada mulanya sulit dilakukan atau bahkan tidak menyenangkan untuk dilakukan. Namun demikian, bukan senang atau tidak senang yang jadi pilihan, tetapi penting atau tidak penting untuk dilakukan. Prinsip ini juga didukung oleh Albert Gray, dalam pidatonya pada sebuah seminar di Amerika Serikat: "Successful people form habits of doing things that failures don’t like to do. They don’t like them either, but their disliking is subordinated by the strength of their purpose". (Orang sukses membentuk kebiasaan yang tidak disukai oleh mereka yang gagal. Orang sukses ini mungkin juga tidak menyukai kebiasaan tersebut, tetapi rasa tidak suka ini berhasil dikalahkan oleh kekuatan tujuan yang telah mereka tetapkan). &lt;br /&gt;Contoh: Disiplin dalam waktu merupakan salah satu kebiasaan positif orang-orang sukses. Mereka menetapkan target hasil, dan dengan disiplin dalam waktu mewujudkan target yang telah ditetapkan. Untuk itu, mereka membiasakan diri untuk secara reguler menyediakan waktu menuliskan rencana kerja (tahunan, per semester, per bulan, per minggu, ataupun per hari). Rencana kerja disusun berdasarkan prioritas (mana yang paling penting dalam menunjang tercapainya target yang telah ditetapkan).&lt;br /&gt;Karya Terbaik. Karya terbaik tidak bisa diukur dengan uang. Jadi, apapun pekerjaan yang menjadi tanggung jawab kita, kita perlu melakukan yang terbaik (tidak perlu menunggu sampai ada orang yang mau menghargai karya kita dengan nilai yang tinggi). Orang lain akan menghargai jika mereka sudah melihat hasil kerja kita. Jika kita hanya menunggu kompensasi terlebih dulu sebelum menunjukkan karya terbaik, orang tidak akan mudah percaya pada kita karena kita belum bisa memberikan bukti bahwa apapun yang kita lakukan adalah yang terbaik. Sebaliknya, jika kita selalu melakukan dan menunjukkan hasil karya terbaik mulai sekarang, maka orang akan percaya akan kualitas kerja kita yang prima, sehingga mereka nantinya tidak akan segan untuk memberikan kompensasi yang tinggi juga untuk karya kita yang berikutnya. &lt;br /&gt;Prinsip ini juga dipegang teguh oleh Walt Disney, kaisar dunia hiburan. Dalam bisnis hiburan, para pemain biasanya sangat fokus pada uang untuk menghasilkan karya dengan kualitas terbaik. Tidak demikian dengan Disney. Dari awal, Disney mengedepankan kualitas terbaik di atas uang. Hasilnya? Setiap produk hiburan yang diluncurkan Disney selalu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, dan tentu saja sambutan ini mempersembahkan pemasukan uang yang luar biasa juga. &lt;br /&gt;Investasi Kebaikan. Utang budi dibalas budi. Ini kata pepatah kuno. Pepatah ini agaknya tidak berlaku lagi sekarang. Kita tidak perlu menunggu sampai kita punya utang budi baik sebelum kita melakukan kebaikan. Justru biarkanlah kita membuat orang lain "berutang" budi baik pada kita. Dengan demikian, kita bisa membina hubungan baik dengan mereka dan merekapun akan dengan senang hati membantu kita tanpa kita minta, atau merekomendasikan kita pada orang lain untuk membantu kita, juga tanpa kita minta. Investasi pada perbuatan dan hubungan baik juga diterapkan oleh Oprah Winfrey. Dalam perjalanan karirnya, Oprah tidak pernah menunda untuk selalu berinvestasi kebaikan pada orang-orang sekitarnya. Kebiasaan ini jugalah yang memberinya inspirasi untuk memulai program TV nya yang terkenal "The Oprah Winfrey Show" yang menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia. Dengan investasinya pada kebaikan, banyak orang merasa tertolong dan mendapat manfaat setiap kali menonton acara ini. Orang-orang inipun merekomendasikan acara ini pada teman, kerabat mereka. Hasilnya: Acara TV Oprah mendapat peringkat tinggi di dunia pertelevisian.&lt;br /&gt;Investasi Finansial. Seorang teman kami baru saja membeli rumah seharga Rp. 1,5 milyar. Apa kehebatan teman ini? Ia bukanlah pimpinan perusahaan. Ia juga bukan pemilik usaha. Ia juga tidak mendapat warisan (orang tua masih lengkap) ataupun memenangkan undian. Lalu, dari mana ia mendapatkan uang begitu banyak? Apakah ia ikut-ikutan melakukan korupsi? Karena kagum, penulis menanyakan rahasia "kekayaan finansial"nya tersebut? &lt;br /&gt;Jawabannya sebenarnya tidak terlalu mengejutkan: dari uang investasinya dalam asuransi. Sejak muda (ketika ia masih berada di usia 25an), ketika ia baru saja masuk dunia kerja, ia sudah berinvestasi dalam beberapa asuransi yang mempunyai fitur tambahan sebagai tabungan. Setelah sepuluh tahun masa ‘menabung’ berlalu, sebagian uang asuransi yang telah beranak pinak dicairkan—sebagian diinvestasikan lagi dalam asuransi dan sebagian dalam rumah. Uang yang diperoleh dari asuransi dan penjualan rumah yang nilainya juga sudah berlipat, diinvestasikan kembali dengan cara yang sama. Lambat laun, jumlah rumah yang dimiliki makin banyak dan dana investasi dalam asuransinya juga makin meningkat, sampai akhirnya ia bisa membeli rumah dengan harga yang "wah" pada usia yang masih relatif muda (40 tahunan).&lt;br /&gt;Mewujudkan Mimpi. Ingin beli rumah, mobil, laptop tercanggih; ingin memulai usaha sendiri; ingin berkeliling dunia? Mengapa tidak kita coba mulai sekarang untuk mewujudkannya. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, apa yang kita perlukan? Informasi, uang, dukungan moril, tenaga? Nah, paling tidak kita bisa memulai dengan mendata apa yang kita perlu lakukan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Setelah data kita peroleh, kita bisa menyusun rencana untuk memulai mengumpulkan atau melakukan hal-hal yang kita perlukan tersebut sekarang. &lt;br /&gt;Tanpa kita sadari, dengan disiplin diri yang tinggi, satu persatu mimpi kita dapat wujudkan.&lt;br /&gt;Seorang pekerja bangunan yang sederhana mempunyai "mimpi" yang bersifat rohani yang luar biasa, yaitu mendoakan orang-orang yang disekitarnya yang belum bertobat agar bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Untuk itu, ia tidak menunda perwujudan mimpi. Ia berguru pada banyak orang untuk mempersiapkan diri dan sesuai dengan usulan pemuka agama yang menjadi penasehatnya, ia lalu membeli buku dan membuat dua kolom: Kolom pertama berisi nama-nama orang yang akan didoakannya, sedangkan kolom kedua berisi tanggal orang tersebut bertobat. Setelah 40 tahun masa berlalu, hasilnyaluar biasa: daftar nama yang telah didoakan dan telah bertobat mencapai ribuan orang (sekitar 2000 orang lebih).&lt;br /&gt;Apakah prinsip "Lakukan Sekarang" ini sudah menjadi atau akan kita jadikan prinsip hidup kita? Kita harus segera memutuskannya sekarang. Alasannya sederhana: It’s Now or Never. Jadi, jika ada pilihan untuk memulai sekarang, mengapa kita harus menunggu untuk memulai nanti? Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: sinarharapan.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-2894662809277765278?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/2894662809277765278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=2894662809277765278' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/2894662809277765278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/2894662809277765278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/its-now-or-never.html' title='”It’s Now or Never!”'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-6819852964748826029</id><published>2008-07-08T03:36:00.001-07:00</published><updated>2008-07-08T03:36:51.778-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Franchise'/><title type='text'>Definisi Franchise</title><content type='html'>Masing-masing negara memiliki definisi sendiri tentang waralaba. Amerika melalui International Franchise Association (IFA) mendefinisikan franchise sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchise, dimana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara kontinyu pada bidang usaha yang dijalankan oleh franchisee misalnya lewat pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor), dimana franchisee menamankan investasi pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut British Franchise Association sebagai garansi lisensi kontraktual oleh satu orang (franchisor) ke pihak lain (franchisee) dengan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengijinkan atau meminta franchisee menjalankan usaha dalam periode tertentu pada bisnis yang menggunakan merek yang dimiliki oleh franchisor. &lt;br /&gt;Mengharuskan franchisor untuk melatih kontrol secara kontinyu selama periode perjanjian. &lt;br /&gt;Mengharuskan franchisor untuk menyediakan asistensi terhadap franchisee pada subjek bisnis yang dijalankan—di dalam hubungan terhadap organisasi usaha franchisee seperti training terhadap staf, merchandising, manajemen atau yang lainnya. &lt;br /&gt;Meminta kepada franchise secara periodik selama masa kerjasama waralaba untuk membayarkan sejumlah fee franchisee atau royalti untuk produk atau service yang disediakan oleh franchisor kepada franchisee. &lt;br /&gt;Sejumlah pakar juga ikut memberikan definisi terhadap waralaba. Campbell Black dalam bukunya Black''s Law Dict menjelaskan franchise sebagai sebuah lisensi merek dari pemilik yang mengijinkan orang lain untuk menjual produk atau service atas nama merek tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David J.Kaufmann memberi definisi franchising sebagai sebuah sistem pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan dibawah asistensi franchisor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Reitzel, Lyden, Roberts &amp; Severance, franchise definisikan sebagai sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor) seperti merek yang diberikan kepada orang lain (franchisee) untuk menggunakan barang (merek) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain definisi menurut kacamata asing, di Indonesia juga berkembang definisi franchise. Salah satunya seperti yang diberikan oleh LPPM (Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen), yang mengadopsi dari terjemahan kata franchise. IPPM mengartikannya sebagai usaha yang memberikan laba atau keuntungan sangat istimewa sesuai dengan kata tersebut yang berasal dari wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti keuntungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, menurut PP No.16/1997 waralaba diartikan sebagai perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut, dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa. Definisi inilah yang berlaku baku secara yuridis formal di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.franchise-indonesia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-6819852964748826029?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/6819852964748826029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=6819852964748826029' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6819852964748826029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6819852964748826029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/definisi-franchise.html' title='Definisi Franchise'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-4396820829421550409</id><published>2008-07-08T03:35:00.000-07:00</published><updated>2008-07-08T03:36:12.602-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Franchise'/><title type='text'>Franchise di Indonesia</title><content type='html'>Di Indonesia franchise dikenal sejak era 70an ketika masuknya Shakey Pisa, KFC, Swensen dan Burger King. Perkembangannya terlihat sangat pesat dimulai sekitar 1995. Data Deperindag pada 1997 mencatat sekitar 259 perusahaan penerima waralaba di Indonesia. Setelah itu, usaha franchise mengalami kemerosotan karena terjadi krisis moneter. Para penerima waralaba asing terpaksa menutup usahanya karena nilai rupiah yang terperosok sangat dalam. Hingga 2000, franchise asing masih menunggu untuk masuk ke Indonesia. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi dan politik yang belum stabili ditandai dengan perseteruan para elit politik. Barulah pada 2003, usaha franchise di tanah air mengalami perkembangan yang sangat pesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Franchise pertama kali dimulai di Amerika oleh Singer Sewing Machine Company, produsen mesin jahit Singer pada 1851. Pola itu kemudian diikuti oleh perusahaan otomotif General Motor Industry yang melakukan penjualan kendaraan bermotor dengan menunjuk distributor franchise pada tahun 1898. Selanjutnya, diikuti pula oleh perusahaan-perusahaan soft drink di Amerika sebagai saluran distribusi di AS dan negara-negara lain. Sedangkan di Inggris waralaba dirintis oleh J Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg pada dekade 60an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.franchise-indonesia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-4396820829421550409?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/4396820829421550409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=4396820829421550409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/4396820829421550409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/4396820829421550409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/franchise-di-indonesia.html' title='Franchise di Indonesia'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-5734870084368550022</id><published>2008-07-07T09:27:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T09:28:01.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><title type='text'>BILL GATES</title><content type='html'>Sekitar tahun 1975,  ketika Bill William Henry Gates bersama Paul Allen  menyiapkan program software pertama untuk mikrokomputer, mereka berdua yakin bahwa software adalah masa depan. Inilah awal Microsoft. Ketika itu tak ada orang yang memperhatikan sungguh-sungguh pendapat keduanya.  Tetapi, semuanya berubah dalam dua dekade terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu terjadi sewaktu mereka masih sekolah bersama-sama di Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki.   Begitulah  cerita di Popular Electronics mengenai “era komputer di rumah-rumah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Lakeside itulah Henry Gates untuk pertama kalinya diperkenalkan dengan dunia komputer pada 1968, dalam bentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu. Mesin  yang disebut ASR-33, keadaannya masih pasaran. Pada pokoknya ini sebuah mesin ketik yang ke dalamnya siswa bisa memasukkan perintah yang dikirimkan kepada komputer; jawaban kembali diketikkan ke gulungan kertas pada teletype. Proses ini merepotkan, tetapi mengubah kehidupan Gates. Ia dengan cepat menguasai BASIC, bahasa pemograman komputer. Bersama para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, ia melewatkan waktu ber-jam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer. “Ia adalah seorang ‘nerd’ (eksentrik),” kata salah seorang guru memberikan julukan pada Gates. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill seorang anak yang cerdas, tetapi terlalu penuh semangat dan cenderung sering mendapat kesulitan di sekolah. Ketika berumur sebelas tahun, orangtuanya memutuskan untuk membuat perubahan dan mengirimnya ke Lakeside School. Gates, anak kedua dari tiga bersaudara,  lahir di Seattle, Washington, pada  1955, dalam keadaan sosialnya terkemuka. Ayahnya seorang pengacara dengan perusahaan yang punya banyak koneksi di kota, dan ibunya seorang guru, yang aktif dalam kegiatan amal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kehidupannya telah berubah, Gates masih tetap menyukai junk food. Tetapi,  ia juga menghabiskan waktu dua jam sehari untuk membaca dan menjawab  electronic mail yang dikirim 15.000 karyawan Microsoft. Selain itu, banyak sekali e-mail dari  luar Microsoft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya beragam. Mulai dari bagaimana pengalaman orang berkeluarga (menyenangkan!), film apa yang saya sukai (Schindler’s List dan Shadowlands), sampai pertanyaan rumit yang harus membuka buku dulu untuk bisa menjawabnya (dan kebetulan saja juga menulis buku!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya, Gates menghabiskan waktu sepanjang hari menjawab e-mail dan berceramah atau mengelola perusahaannya. Gates mencoba menjalankan keduanya, tetapi ia tidak berkesempatan banyak berkomunikasi dengan kelompok yang beragam dan banyak sekali e-mail yang tidak sempat dijawab.  Gates senang sekali menulis, karena melalui tulisan ia bisa berkomunikasi dengan kelompok yang lebih beragam tanpa harus teredit hingga terpotong-potong, atau tersaring oleh persepsi seseorang. Kenyataannya tidak semua pertanyaan diajukan melalui e-mail. Kadang  orang mencegat Gates di Bandar Udara atau mendesaknya untuk menjawab pertanyaan di pameran-pameran komputer atau anak sekolah mengirim surat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang mahasiswa baru-baru ini bahkan menanyakan satu pertanyaan yang penting untuknya. Yang ingin diketahuinya bukanlah sesuatu yang sangat filosofis, seperti yang mungkin Anda duga misalnya mengenai ekonomi pasar bebas. Ia hanya ingin tahu, “Apakah Gates sudah terlambat terjun ke industri software dan membangun sebuah perusahaan kemudian menjadi kaya?”.Gates senang mendapat pertanyaan itu dan jawabannya selalu sama, “Inilah saatnya terjun ke bisnis software.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gates tidak mengatakan Anda bisa membangun Microsoft lainnya. Tetapi, paling tidak Anda bisa mendapatkan omset penjualan dua juta dolar setahun dengan menjual 10.000 kopi produk senilai 200 dolar AS. Cukup lumayan dan bisa terjadi kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Gates ingat bagaimana menariknya memulai sebuah perusahaan software, ia juga menikmati cerita keberhasilan orang lain. Perusahaan software yang kecil selalu perlahan-lahan memulainya.Dimulai dari seseorang yang memiliki gagasan. Ia, pria atau wanita, mencari beberapa teman yang tahu bagaimana membuat program dan  kemudian menelorkan sebuah produk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali karya kesenian yang mereka lakukan, karena mereka peduli dengan pekerjaan itu.  Biasanya, mereka membuat produk untuk satu pelanggan dan karena hasilnya memuaskan, mereka segera mendapat pembeli lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin memulai sebuah perusahaan, strategi utamanya temukan lingkungan sosial yang pas. Lupakan keinginan menciptakan program pengolah kata untuk menulis, atau program spreadsheet  untuk menganalisis keuangan, atau produk utama lainnya yang saingannya sudah banyak. Sebaliknya, ciptakan produk yang bisa menolong penggunanya mengerjakan pekerjaan spesifik atau bisa memberikan informasi praktis dalam bidang seperti obat-obatan, asuransi, akunting, arsitektur atau bidang pemerintahan.  Software seperti itu mendatangkan peruntungan yang kecil-kecilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tidak puas dengan peruntungan yang kecil-kecilan itu, Anda harus sampai pada tahapan peralihan generasi. Kali ini mahal dan berisiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap beberapa tahun satu generasi teknologi memberikan jalan baru. Ingat munculnya IBM PC di awal tahun 1980-an. Microsoft bertaruh IBM PC akan menjadi penting. Kemudian Microsoft menciptakan sistem operasi MS-DOS untuk IBM PC. Hasilnya Microsoft menjadi pelopor dalam software sistem operasi. Tidak ada yang pernah mendengar mengenai Lotus sampai satu pemikiran cemerlang melaksanakan perubahan generasi menciptakan Lotus 1-2-3 spreadsheet pertama yang dirancang khusus untuk IBM PC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apple’s Macintosh dan Microsoft Windows adalah sang pemenang selanjutnya, ketika dunia menginginkan pengolahan grafik dan meninggalkan program lama yang hanya menampilkan teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan kemenangan besar, Anda pun harus mengonsentrasikan diri pada perubahan generasi, sesuatu yang diabaikan perusahaan besar. Dan taruhannya mahal sekali. Baru-baru ini sejumlah wiraswastawan berspekulasi, software yang bisa digunakan pemakai komputer dengan cara menulis dengan tangan, bukan lagi menekan pada huruf, akan menjadi generasi baru software pengolah kata ada spreadsheet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mulai menciptakan produk baru yang mereka pikir akan memenangkan persaingan. Mereka salah. Suatu spekulasi besar. Apa yang harus saya anjurkan pada seorang mahasiswa yang ingin menjadi wiraswastawan software? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajari untaian sebuah perusahaan yang sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah lingkungan sosial Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubunganlah dengan modal ventura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temukanlah orang yang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jangan lupakan coke dan pizza. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, akan ada banyak pekerjaan di malam yang larut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-5734870084368550022?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/5734870084368550022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=5734870084368550022' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/5734870084368550022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/5734870084368550022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/bill-gates.html' title='BILL GATES'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-4817325562326079648</id><published>2008-07-07T09:25:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T09:26:29.133-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><title type='text'>JERRY YANG &amp; DAVID FILO (YAHOO)</title><content type='html'>Yahoo! Bermula dari hobi mahasiswa yang berubah menjadi brand global yang telah mengubah cara orang untuk berkomunikasi satu sama lain, mencari dan mendapatkan informasi, serta  membeli berbagai macam barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua pendiri Yahoo!, David Filo dan Jerry Yang, kandidat doktor bidang teknik elektro di Universitas Stanford, yang memulainya di trailer kampus pada Februari 1994, sebagai jalan untuk tetap dalam ketertarikan pribadi mereka terhadap internet. Jauh sebelum mereka menghabiskan lebih banyak waktu dalam daftar jaringan favorit mereka, dibanding dengan disertasi doktor mereka. Bagaimanapun juga, daftar Jerry and David menjadi sangat panjang dan mereka mengklasifikasikan dalam bentuk kategori. Ketika kategori semakin panjang, mereka membuatnya menjadi subkategori. dan lahir konsep inti di balik Yahoo!  Web site dimulai sebagai “Jerry’s Guide to the World Wide Web” &lt;br /&gt;Saat ini, Yahoo! Inc. telah menjadi pemimpin komunikasi global lewat internet, komersil dan perusahaan media yang telah menjadi brand jasa jaringan lebih dari 232 juta individu setiap bulannya di dunia maya. Sebagai navigasi pertama secara online yang memandu dalam Web, www.yahoo.com adalah pemimpin pemandu dalam konteks lalu-lintas; periklanan; keperluan rumah tangga, dan jangkauan pengguna bisnis. Yahoo! adalah brand internet global pertama dan menjangkau pemirsa paling besar dalam dunia maya. Jaringan perusahaan Web global termasuk dalam 25 World properties. Dengan kantor pusat di Sunnyvale, California, Yahoo! juga telah mempunyai kantor di Eropa, Asia, Amerika Latin, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Yahoo! merupakan akronim untuk “Yet Another Hierarchical Officious Oracle”, tetapi Filo dan Yang memilih nama yang mereka pilih, karena mereka suka dengan definisi umum dari yahoo: “rude, unsophisticated, uncouth”. Yahoo! sendiri pertama kali dibuat di workstation mahasiswa Yang, “Akebono”, ketika software dibuat di komputer Filo, “Konishiki”, keduanya nama pemain sumo yang melegenda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerry dan David segera menemukan bahwa mereka tidak sendiri untuk menemukan web site yang sangat berguna. Jauh sebelum ratusan orang yang mengakses panduan mereka dari trailer di Stanford. Dengan dukungan kolega netter membuat usaha yang digulirkan semakin banyak peminat komunitas internet yang terlibat. Yahoo! Merayakan pertama kali jutaan klik per harinya pada tahun 1994, yaitu tak kurang dari 100 ribu macam pengunjung yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tingkat lalu-lintas dan antusias penerimaan terhadap Yahoo!, para pendiri menyadari mereka mempunyai bisnis yang potensial.. Pada  Maret 1995, mereka melakukan kerja sama bisnis dengan para pemilik lembaga modal ventura Silicon Valley. Mereka kemudian menjalin kerja sama dengan Sequoia Capital, perusahaan yang mempunyai reputasi dalam bidang investasi, termasuk untuk Apple Komputer, Atari, Oracle dan Cisco Systems. Mereka setuju untuk mendanai Yahoo! pada April 1995 dengan investasi awal mendekati dua juta dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realisasi perusahaan baru mereka mempunyai pertumbuhan potensial yang cepat, Jerry dan David mulai membuat tim manajemen. Mereka merekrut Tim Koogle, seorang veteran Motorola dan alumni jurusan teknik Stanford, sebagai chief executive officer dan Jeffrey Mallett, pendiri Novell’s Divisi konsumen WordPerfect, sebagai chief operating officer. Mereka berhasil menyelamatkan perputaran pendanaan yang kedua pada 1995 dari investor Reuters Ltd. dan Softbank. Yahoo! Diluncurkan dalam go public dengan sangat sukses pada  April 1996 dengan jumlah total 49 karyawan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-4817325562326079648?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/4817325562326079648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=4817325562326079648' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/4817325562326079648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/4817325562326079648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/jerry-yang-david-filo-yahoo.html' title='JERRY YANG &amp; DAVID FILO (YAHOO)'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-4077927801648135667</id><published>2008-07-07T09:23:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T09:24:25.062-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>EMPLOYEE OR ENTREPRENEUR</title><content type='html'>Seorang rekan pernah menanyakan sebuah pertanyaan yang kira-kira bunyinya demikian, “Anda mau menjadi kepala ular atau ekor naga?” Pertanyaan ini memberikan dua pilihan kepada Anda. Ekor naga berarti Anda menjadi karyawan yang bekerja pada sebuah perusahaan dengan aturan main yang didefinisikan perusahaan yang bersangkutan. Sedangkan kepala ular berarti Anda menjadi seorang wirausaha yang mengelola perusahaan Anda sendiri meskipun bermula dari kecil. &lt;br /&gt;Tidak mudah menjawab pertanyaan ini. Ketika Anda bekerja pada sebuah perusahaan, Anda tidak perlu repot-repot karena segala sesuatu sudah diatur untuk Anda. Anda memiliki kepastian, paling tidak setiap bulan Anda akan menerima pendapatan. Sementara konsekuensi menjadi seorang wirausaha, belum tentu Anda memiliki pendapatan yang pasti. Dari sisi waktu Anda memiliki aturan tetap from 9 to 5 ketika Anda menjadi seorang karyawan, Anda tidak bisa semaunya. Lain pula dengan wirausaha, Anda cukup fleksibel dengan waktu. Paling tidak itulah selintas yang terpikir ketika kita bicara tentang employee or entrepreneur? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jawaban yang saya berikan ke rekan saya? Saya mau jadi kepala naga sambil tertawa. Pada artikel kali ini, bukan kedua fungsi tersebut yang mau saya bahas, karena masing-masing memiliki nilai tersendiri bagi para pelakunya. Saya coba mendekatinya dari sisi yang berbeda. Dari beberapa kali diskusi dengan banyak rekan, saya berkesimpulan bahwa masih banyak diantara kita yang mendasari pilihan menjadi employee atau entrepreneur semata-mata karena ingin memiliki penghasilan lebih atau memiliki kepastian pendapatan. Berapa banyak di antara kita yang benar-benar melakoninya karena memang itulah passion kita? Banyak yang menjadi employee terpaksa semata-mata karena kebutuhan hidup. Beberapa mahasiswa saya bahkan melamar pekerjaan untuk posisi apa pun. Yang penting dapat pekerjaan dulu. Begitulah kira-kira yang ada di pikiran mereka. Ironis memang. Alhasil, tidak banyak yang benar-benar berhasil. Di sisi lain banyak juga entrepreneur yang tidak terlalu mencintai usahanya sehingga lebih banyak berorientasi pada profit semata tanpa memperdulikan nilai tambah. Bidang usaha yang digeluti belum tentu adalah hal yang benar-benar disenangi oleh wirausaha tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan atau sukses ukurannya tidak hanya pada seberapa banyak Anda dapat menghasilkan tapi pada seberapa Anda sungguh-sungguh menyenangi apa yang Anda lakukan. Anda tetap dapat berhasil baik sebagai employee atau entrepreneur. Apa pun yang Anda kerjakan saat ini, apakah itu sebagai seorang karyawan atau sebagai pengusaha, lakukanlah itu dengan semangat karena memang Anda menyenanginya. Jika Anda belum merasa bahwa itulah yang Anda sukai, ambil keputusan besar dalam hidup Anda saat ini juga. Life is too short. Go out and do something that you like![mj] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: majalah People &amp; Business&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-4077927801648135667?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/4077927801648135667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=4077927801648135667' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/4077927801648135667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/4077927801648135667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/employee-or-entrepreneur.html' title='EMPLOYEE OR ENTREPRENEUR'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-6997119536401072923</id><published>2008-07-07T09:20:00.001-07:00</published><updated>2008-07-07T09:21:33.357-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Jiwa Wirausaha Dipengaruhi Gen?</title><content type='html'>Tidak semua orang mau dan bisa menjadi entrepreneur (pengusaha). Menurut kajian para peneliti, salah satu faktor yang berpengaruh besar adalah sifat genetiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakan pengaruh lingkungan dan pola pengasuhan di keluarga. Penelitian yang dilakukan terhadap anak-anak kembar di Inggris dan AS menunjukkan lingkungan keluarga hanya sedikit berpengaruh. Sekitar 50 persen prospek seseorang menjadi pekerja mandiri atau pengusaha dipengaruhi gen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hubungan keturunan yang tinggi menunjukkan pentingnya memahami faktor genetik untuk menjelaskan mengapa beberapa orang memiliki jiwa wirausaha sedangkan lainnya tidak," kata Profesor Tim Spector dari RS St. Thomas di London. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spector adalah direktur Unit Penelitian Anak Kembar di RS tersebut. Sekitar 10 ribu anak kembar telah berhasil didaftar dan dilibatkan dalam berbagai penelitian mengenai penyakit, kepribadian, dan kemampuan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, Spector dan para ilmuwan di Imperial College London dan Case Western Reserve University di Cleveland menganalisis pengaruh genetik dan lingkungan pada pengusaha. Mereka melakukannya dengan cara membandingkan 609 pasangan anak kembar identik, yang memiliki gen relatif sama, dan 657 pasang anak kembar tidak identik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pengusaha di antara anak-anak kembar dengan pengusaha pada populasi secara keseluruhan relatif sama. Spector dan timnya menemukan, anak kembar identik cenderung mengembangkan kemampuan-kemampuan wirausaha yang mirip dibandingkan anak kembar tidak identik. Hal tersebut menunjukkan bahwa gen berpengaruh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukti menunjukkan bahwa faktor genetik memengaruhi berbagai aspek bisnis dari kepuasan kerja hingga keterampilan dan kualitas kerjanya," kata Spector. Para peneliti yakin gen memiliki pengaruh terhadap bentuk kepribadian dan kemampuan yang berperan untuk membentuk seseorang menjadi pengusaha. Temuannya dipresentasikan pada pertemuan di Sekolah Bisnis London.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-6997119536401072923?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/6997119536401072923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=6997119536401072923' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6997119536401072923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6997119536401072923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/jiwa-wirausaha-dipengaruhi-gen_07.html' title='Jiwa Wirausaha Dipengaruhi Gen?'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-3196675385945807679</id><published>2008-07-06T09:13:00.000-07:00</published><updated>2008-07-06T09:14:33.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><title type='text'>Pandji Pragiwaksono: Bisnis Yes, Manajer No</title><content type='html'>"Hole in the wall, sreeezep!!" seru pembawa acara di RCTI itu sambil berlagak terempas ke dinding. Kocak. Itulah gaya Pandji Pragiwaksono, yang belakangan ini banyak dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggeluti dunia hiburan bukan niat Pandji. Cita-citanya saat SMA adalah menjadi komikus. Beberapa goresan tangannya masih bisa ditemui di blognya. Ya, kartunlah sarana Pandji berkisah tentang hidupnya yang unik, lucu, kacau, aneh, atau kesedihannya yang tersembunyi. Tapi, menjelang akhir kuliah, Pandji mengubur keinginan menjadi kartunis. Proyek tugas akhirnya memakan banyak biaya. "Pokoknya lagi kere banget, saya butuh uang tidak sedikit," ucapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, dari iklan di koran, Pandji melihat lowongan pekerjaan di Hard Rock FM, Bandung. Banyak hal berubah pada diri Pandji setelah menjalani pelatihan penyiar radio, misalnya ketebalan suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi penyiar radio juga lumayan menjawab khayalan remajanya. Dari radio, hokinya berlanjut ke televisi. Dulu ia selalu takjub melihat penampilan Ary Sudarsono, pembawa acara olahraga basket di televisi. "Asyik lihat dia ngomong basket dengan gaya, berjas di studio yang sejuk," katanya. Sayang, saat Pandji justru bisa merambah ke dunia televisi, ia tak berjodoh dengan program olahraga. Lewat acara reality show Kena, Deh!, orang mulai mengenalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, meski belakangan ini jadwalnya kian padat, Pandji tak punya manajer atau asisten untuk membantu. Segala urusan bisnis, proyek, atau wawancara diaturnya sendiri. "Nggak kebayang aja ada orang yang mengambil keputusan untuk hidup saya," kata pria yang telah meluncurkan album pertamanya, Provocative, Proactive, beberapa bulan lalu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah berbagai kesibukan dunia hiburan, ada hal yang patut dicontoh dari lelaki bertubuh tonjang ini. Ia aktif di Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia atau Community for Children with Cancer. Keterlibatannya di organisasi tersebut berawal saat diajak seorang teman menengok anak-anak pengidap kanker di Rumah Sakit Dharmais. Pengalaman itu meninggalkan bekas yang mendalam di hatinya sehingga ia memutuskan berkiprah lebih serius untuk membantu anak-anak yang menderita kanker. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandji sering merasa jengah ketika orang menganggap membantu anak-anak pengidap kanker sebagai usaha sia-sia, "Kita memang nggak bisa bilang bantuan kita pasti menjamin mereka tetap hidup dan sembuh," ucapnya. "Umur itu memang urusan Tuhan. Tapi apa salahnya membagi sedikit kebahagiaan dalam hidup mereka?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, kegemarannya berbagi kebahagiaan itu tak berlaku ketika ia meninggalkan acara humor Lenong Betawi di Trans TV. "Waktu itu saya tak memiliki kepercayaan diri sebesar saat ini. Lagi pula mungkin Pandji ternyata nggak lucu," katanya terkekeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu berjalan dengan tangan melambai layaknya waria, sambil berujar, "Eh, mau difoto, kan? Pandji dandan dulu ah…." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Koran Tempo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-3196675385945807679?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/3196675385945807679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=3196675385945807679' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/3196675385945807679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/3196675385945807679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/pandji-pragiwaksono-bisnis-yes-manajer.html' title='Pandji Pragiwaksono: Bisnis Yes, Manajer No'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-8847914426409723702</id><published>2008-07-04T09:32:00.001-07:00</published><updated>2008-07-04T09:32:41.115-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Franchise'/><title type='text'>Perlu Teliti Memilih Waralaba</title><content type='html'>Bisnis waralaba kini semakin marak. Bagi sebagian orang yang tidak terlalu percaya diri merintis bisnis dengan merek sendiri, waralaba menjadi salah satu pilihan investasi menarik. Walau berprospek cerah, waralaba mesti dipilih dengan cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesatnya pertumbuhan jaringan waralaba membuktikan maraknya bisnis ini. Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) memperhitungkan, dari sekitar 450 jaringan waralaba lokal pada tahun 2007, setahun terakhir sudah terdapat tambahan 150 hingga 250 jaringan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waralaba asing pun bertambah dari 220 jaringan pada 2007 menjadi sekitar 250 jaringan. Namun, jangan dulu terkecoh. Dari sekitar 450 waralaba lokal tersebut, Ketua AFI Anang Sukandar memperkirakan, baru sekitar 60 waralaba lokal yang benar-benar memenuhi kriteria sistem manajemen waralaba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang sama terdapat pada waralaba asing. Departemen Perdagangan mencatat, dari 250 waralaba asing yang beroperasi di Indonesia, baru 88 waralaba yang mendaftarkan prospektus dan perjanjian waralabanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2007 mewajibkan pendaftaran itu. Pendaftaran yang dibuktikan dengan kepemilikan surat tanda pendaftaran usaha waralaba ini diperlukan agar pemerintah bisa turut memastikan bisnis waralaba itu dijalankan sesuai kriteria yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pendaftaran waralaba dimaksudkan untuk memberi perlindungan kepada pemberi dan penerima waralaba. Jadi, kalau mau berwaralaba ikutlah waralaba yang sudah terdaftar," papar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Ardiansyah Parman beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PP No 42/2007 menetapkan, waralaba harus memenuhi sejumlah kriteria, yakni memiliki ciri khas usaha, sudah terbukti mengantongi keuntungan, memiliki standar tertulis untuk pelayanan dan kualifikasi barang atau jasa yang ditawarkan, manajemennya mudah diajarkan dan diaplikasikan, terdapat dukungan berkesinambungan kepada penerima waralaba, serta mempunyai hak kekayaan intelektual yang telah terdaftar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kunci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memutuskan bergabung dengan sebuah bisnis waralaba, beberapa pertanyaan kunci, menurut Anang, mesti ditanyakan oleh calon penerima waralaba (franchisee) kepada si pemberi waralaba (franchisor). "Pertama, pastikan dulu kapan usaha itu didirikan sebelum berkembang jadi franchise. Lebih baik kalau sudah terbukti bisa bertahan paling enggak lima tahun," tutur Anang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan berikutnya adalah kapan sistem waralaba mulai dijalankan dan siapa penerima waralaba pertamanya. "Franchisee pertama perlu diwawancarai. Tanyakan juga daftar franchisee lainnya dan lakukan survei atau wawancara ke mereka. Franchisor mesti punya contoh cabang untuk dikunjungi," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketelitian dibutuhkan untuk memastikan transparansi manajemen waralaba, baik asing maupun lokal. "Ada juga franchise makanan asing yang bilang punya cabang di New York ternyata enggak," ujar Anang. Jenis usaha yang ditawarkan kini amat bervariasi, mulai dari usaha pendidikan seperti Primagama, toko ritel seperti Alfamart, pencucian mobil ala Auto Bridal, hingga beragam waralaba makanan dan minuman. Modal yang dibutuhkan pun tak kalah bervariasi, dari ratusan juta rupiah plus penyediaan lahan hingga belasan juta, cukup dengan gerai saji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-8847914426409723702?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/8847914426409723702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=8847914426409723702' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8847914426409723702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8847914426409723702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/perlu-teliti-memilih-waralaba.html' title='Perlu Teliti Memilih Waralaba'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-7771278444546690843</id><published>2008-07-03T09:18:00.000-07:00</published><updated>2008-07-03T09:19:42.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><title type='text'>Suganda: Sukses Mengeruk Untung Kerupuk</title><content type='html'>Hampir 20 tahun lamanya menekuni bisnis kerupuk. Selama itu pula, pengusaha yang satu ini berhasil menghimpun laba dan membesarkan usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerupuk memang makanan yang berbobot enteng. Tapi, potensi usahanya jangan dianggap enteng. H. Suganda sudah membuktikannya. Bisnis kerupuk yang ditekuninya dari nol sejak 1982, menghantarkannya sebagai pengusaha yang sukses merajai pasar kerupuk di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, di seantero Jakarta, kerupuk buatan Suganda yang diberi merek SHD pada kalengnya, sudah sangat terkenal. Bahkan, saking terkenalnya, kemudian banyak pengusaha kerupuk lain yang ikut-ikutan mencantumkan merek "SHD" pada kaleng kerupuknya. Mungkin ingin mencantol sukses kerupuk Suganda di pasar. Tapi, bagi Suganda, penjiplakan merek itu bukan merupakan persoalan serius. Sebab, pemasaran kerupuknya toh tetap berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suganda mengawali usaha kerupuknya dengan modal pas-pasan plus peralatan sederhana pemberian orang tuanya. Untuk tempat produksi yang sekaligus berfungsi sebagai tempat tinggal, diperoleh dengan cara mengontrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi awal, menghabiskan setengah kuintal tepung tapioka, yang dicampur sedikit dengan terigu. Penjualannya, yang disebar melalui para pedagang, ternyata berjalan lancar. Setiap keuntungan yang diperoleh, dikumpulkan. Dari situ, Suganda membeli berbagai barang seperti peralatan pabrik, sampai tanah dan bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suganda berprinsip, daripada menabung lebih baik diwujudkan dalam bentuk barang. Karena itulah, kemudian dia bisa memiliki rumah dan sebuah pabrik kerupuk dengan peralatan lengkap, serta tempat pengeringan yang cukup luas, di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, kerupuk SHD disebar oleh sekitar 40 pedagang ke wilayah Pasar Minggu, Mampang, bahkan sampai ke daerah Kota. Tak heran jika krupuk SHD dijumpai di mana-mana. Produksinya rata-rata menghabiskan 4 kuintal tepung per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kuintal tepung, menghasilkan sekitar 7.000 biji krupuk. Bahan baku krupuk putih, adalah tepung tapioka murni. Untuk membuat krupuk coklat/opak, setiap 50 kg tepung tapioka ditambah 7 kg tepung terigu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengoperasikan kegiatan produksinya, Suganda memperkerjakan 20 karyawan, yang ditampung di sebuah bangunan samping rumahnya. Namun, sampai sekarang, Suganda masih mengontrol secara ketat bumbu adonan, sehingga kualitas rasa kerupuknya selalu terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemasaran kerupuknya, Suganda menyediakan gerobak dan kaleng, yang bisa digunakan oleh pedagang. Jadi, para pedagang yang mau menjual, tinggal mengambil kerupuk mentah dan minyak, lalu menggoreng sendiri. Seorang pedagang, rata-rata membawa sekitar 100 kaleng krupuk, untuk dititipkan di warung-warung. Kepada pedagang, Suganda menjual kerupuknya Rp 150. Sedangkan para pedagang, bebas menetapkan harga jualnya ke warung atau toko-toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sudah bisa melenggang sendiri sebagai pengusaha kerupuk yang sukses, namun Suganda tetap peduli pada sesama pengusaha kerupuk di Jakarta. Kebetulan mereka kebanyakan dari Ciamis, Jawa Barat, daerah asal Suganda. Salah satu bentuk kepedulian itu, diwujudkan dengan inisiatif Suganda untuk membentuk paguyuban pengrajin krupuk wilayah Jakarta Selatan, sekaligus memimpinnya sebagai ketua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu upaya yang sekarang tengah dilakukan paguyuban, adalah menyeragamkan harga. "Jangan sampai terjadi persaingan tak sehat, dengan cara saling banting harga," kata Suganda. Ret&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUNCI SUKSES H. SUGANDA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekun menjalankan usaha dari nol. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal sudah mencantumkan merk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memanfaatkan keuntungan untuk pembelian asset berharga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengontrol mutu produksi secara langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONTAK H. SUGANDA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jl.Batumerah I RT/RW:04/02 No.11&lt;br /&gt;Kalibata, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Fax. (021) 7974565&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Wacana Mitra Boga Sari&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-7771278444546690843?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/7771278444546690843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=7771278444546690843' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7771278444546690843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7771278444546690843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/suganda-sukses-mengeruk-untung-kerupuk.html' title='Suganda: Sukses Mengeruk Untung Kerupuk'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-6640631418507873630</id><published>2008-07-02T08:36:00.001-07:00</published><updated>2008-07-02T08:37:35.611-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah sukses'/><title type='text'>Kisah Sukses CEO Darwin E Smith</title><content type='html'>Untuk menjadi pemimpin hebat, zuhud adalah prasyarat utama. Inilah kisah sukses CEO yang tak begitu dikenal, tapi ternyata berprestasi lebih hebat ketimbang Jack Welch dan eksekutif selebriti lain. &lt;br /&gt;Suatu siang pada 1971, Darwin E. Smith terpilih menjadi CEO Kimberly-Clark, perusahaan kertas tua, yang selama 20 tahun terakhir nilai sahamnya anjlok 36% dibanding pasar secara umum. Smith yang pengacara di Kimberly-Clark itu tak yakin ia pilihan tepat. Apalagi, seusai pemilihan, seorang direktur menghampiri dan mengingatkan bahwa ia sebenarnya tidak memenuhi beberapa prasyarat untuk jabatan eksekutif puncak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, sejarah mencatat, Smith bukan hanya mampu bertahan sebagai CEO selama 20 tahun. Lebih dari itu, dalam dua dasawarsa kepemimpinannya, lelaki santun tersebut berhasil mengibarkan Kimberly-Clark jadi perusahaan produk konsumer berbasis kertas yang memberikan return saham kumulatif 4,1 kali lipat rata-rata pasar ? mengalahkan baik pesaing lama (Scott Paper) maupun baru (Procter &amp; Gamble), bahkan lebih tinggi tinggi ketimbang kampiun industri seperti Coca-Cola, Hewlett-Packard, 3M, dan General Electric.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Kinerja yang mengesankan,? tulis Jim Collins dalam bukunya yang laris, Good to Great. ?Salah satu contoh terbaik dari sukses membawa perusahaan yang bagus menjadi perusahaan yang hebat, pada abad ke-20.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati demikian, tak banyak orang ? bahkan dari kalangan pemerhati sejarah manajemen dan korporasi ? yang tahu siapa itu Darwin Smith. Musababnya? Mungkin karena Smith sendiri lebih suka tetap tak dikenal. Ia lebih suka bergaul dengan penebang kayu dan menghabiskan liburannya dengan berkeliling naik traktor di tanah pertaniannya Wisconsin ketimbang melobi kalangan pers. Tak heran kalau namanya tak pernah berkibar sebagai selebriti, apalagi pahlawan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang wartawan bertanya tentang gaya manajemennya, Smith yang berpenampilan sederhana dengan jas usang dari J.C. Penney ? department store kelas menengah bawah ? cuma menatap bingung dari balik kaca matanya yang tebal. Setelah terdiam beberapa lama, baru dari mulutnya keluar jawaban singkat: ?Eksentrik.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smith memang sangat pemalu dan rendah hati. Tetapi, bukan berarti ia lembek. Lahir dari keluarga petani miskin, siang hari Smith muda harus bekerja di International Harvester agar bisa kuliah malam di Indiana University. Suatu hari terpotong. Dan, ceritanya, ia tetap masuk kuliah malam harinya, lalu masuk kerja lagi keesokan harinya. Hebatnya lagi, walau kuliah sambil kerja full time, Smith diterima di salah satu program pascasarjana ilmu hukum paling bergengsi di dunia: Harvard Law School.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan, hanya dua bulan menduduki kursi CEO, Smith didiagnosis menderita kanker hidung dan tenggorokan, dan diramalkan tak akan bertahan hidup sampai setahun. Ia memberi tahu Dewan Direksi tetapi meyakinkan mereka, ?Aku belum mati dan tak berencana mati dalam waktu dekat.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Smith membuktikan ucapannya. Ia memenuhi seluruh jadwal kerjanya yang ketat, walau setiap akhir pekan harus melakukan perjalanan dari Wisconsin ke Houston, Texas, untuk radioterapi dan hidup sampai 25 tahun kemudian ? sebagian besar sebagai CEO. Yang lebih hebat lagi, ia menunjukkan kegigihan yang sama ketika mengibarkan kembali Kimberly-Clark yang terpuruk, terutama ketika menuntaskan keputusan paling dramatis dalam sejarah perusahaan kertas tersebut: Melego pabrik kertas yang merupakan sumber utama pendapatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah menduduki kursi CEO, Smith dan timnya menyimpulkan bahwa bisnis inti tradisional mereka ? coated paper ? tak bisa diandalkan lagi. Matematika bisnisnya jelek dan daya saingnya lemah. Di sisi lain, mereka melihat, kalau Kimberly-Clark berani terjun ke industri konsumer produk kertas, pesaing kelas dunia seperti P&amp;G akan memaksa mereka untuk besar atau, sebaliknya, hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel: Swa Majalah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-6640631418507873630?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/6640631418507873630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=6640631418507873630' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6640631418507873630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/6640631418507873630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/kisah-sukses-ceo-darwin-e-smith_02.html' title='Kisah Sukses CEO Darwin E Smith'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-7138626039518536127</id><published>2008-07-01T04:38:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T04:41:23.846-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Uang: Tidak Perlu Dicari?</title><content type='html'>Oleh: Roy Sembel, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, masa iya? Bayar tagihan telepon, listrik, air, uang sekolah anak-anak, keperluan rumah tangga, bahan bakar dan perawatan mobil, keperluan makan, minum. Semua menggunakan uang. Jadi, uang tetap perlu dicari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini menjadi argumentasi Anda ketika membaca judul artikel ini. Anda tidak salah, tetapi juga tidak 100% benar. Semua ini memang perlu uang, tapi bukan berarti uang yang diperlukan harus dicari atau dikejar. Yang perlu dilakukan adalah membuat uang mengejar ataupun mencari Anda. &lt;br /&gt;Jika Anda Mengejar atau Mencari Uang. &lt;br /&gt;Sesuatu yang dikejar biasanya larinya lebih kencang. Sesuatu yang dicari, biasanya tidak terlihat, atau sedang dalam keadaan "hilang". Mengejar dan mencari merupakan dua aktivitas yang tidak mudah dilakukan karena banyak hambatan yang akan ditemui.&lt;br /&gt;Mengejar Uang. Dalam kegiatan "mengejar", faktor kunci sukses adalah kecepatan dan stamina. Siapa mempunyai stamina untuk secara konsisten (terus-menerus) memacu kecepatan yang lebih tinggi dari yang dikejar maka dia mungkin akan berhasil. &lt;br /&gt;Demikian pula dengan orang yang "mengejar" uang. Ia harus selalu menjaga stamina untuk memacu kecepatannya untuk mendapatkan uang yang dikejar. Sekali ia lengah, maka ia akan tertinggal jauh. Jika ia tertinggal jauh, maka uang semakin tak terkejar, bahkan mungkin ia akan tersingkir dari pertarungan mengejar uang. &lt;br /&gt;Ini jugalah yang terjadi pada orang ataupun perusahaan yang semata mengejar uang (baca: keuntungan finansial). Mereka akan berusaha melakukan apa pun juga (termasuk juga yang tidak positif) untuk menjegal lawan. Mereka juga akan berusaha melakukan apa pun juga untuk mendapatkan uang (memotong biaya, meningkatkan pendapatan) secepatnya. Keputusan ini se ringkali terikat pada keuntungan jangka pendek saja. Akibatnya kelangsungan hidup di jangka panjang menjadi korban. Perusahaan ataupun orang yang menerapkan prinsip ini tidak akan bertahan lama. Pada suatu saat mereka akan tersingkir dari arena "pertandingan" lari untuk mengejar uang.&lt;br /&gt;Misalnya, perusahaan yang hanya mengejar uang, akan cenderung berusaha mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya tanpa memikirkan lebih jauh dampak dari tindakan ini di masa datang. Mereka mungkin akan menaikkan harga, menurunkan kualitas agar dapat memperoleh laba besar. Mereka juga akan membujuk target pasar dengan segala cara (termasuk menipu target pasar) untuk membeli produk mereka. Akibat dari kedua praktik pengejaran uang ini adalah kekesalan pelanggan: ketika pelanggan sadar bahwa apa yang mereka dapatkan jauh di bawah standar yang ditawarkan perusahaan, pelanggan akan marah dan jera membeli produk perusahaan yang sudah dianggap menipu mereka tersebut. &lt;br /&gt;Mencari Uang. Bagi mereka yang berusaha mencari uang, segala sesuatu cenderung akan diukur dengan uang. Kualitas yang mereka tawarkan akan diukur dengan uang yang mereka dapatkan. Jika mereka hanya mendapatkan uang dalam jumlah kecil, maka mereka juga akan memberikan kualitas kerja yang rendah. &lt;br /&gt;Mereka merasa rugi jika harus berusaha yang terbaik sementara gaji yang mereka dapatkan dianggap belum memadai. Waktu yang mereka dedikasikan juga mereka ukur dengan uang. Jika mereka harus memberi waktu banyak, maka mereka juga akan mengharapkan upah yang lebih banyak. Mereka tidak akan mau bekerja melebihi waktu bayaran mereka. &lt;br /&gt;Misalnya, sebut saja seorang karyawan yang bernama Rahayu yang berprinsip bekerja untuk mencari uang. Ketika mendapat kesempatan dari perusahaan untuk menunjukkan kualitas yang lebih tinggi dari apa yang ada pada job description yang telah ditanda-tangani, Rahayu dengan tegas menolak karena ia tidak mau bekerja "lebih" dari bayaran yang diterima. Akibatnya, kesempatan ini diberikan kepada Dewi yang dengan senang hati menerima kesempatan "emas" tersebut. Dewi berprinsip, jika ia bisa membuktikan bahwa ia bisa melakukan tanggung jawab yang lebih tinggi, maka ada kemungkinan ia akan dipercaya untuk mendapat posisi dengan tanggung jawab baru tersebut. Dengan sendirinya pasti kompensasi finansial pun akan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda Tidak Mengejar Uang&lt;br /&gt;Jika Anda tidak mengejar uang, tetapi kualitas dan kepuasan kerja, maka Anda akan mendapatkan keduanya (kualitas dan kepuasan kerja). Selain kedua hal ini, uang pun akan dengan sendirinya mengejar Anda. &lt;br /&gt;Berikan Bantuan. Jika Anda membantu cukup banyak orang untuk sukses, maka sukses akan mengikuti Anda. Orang-orang yang Anda bantu akan menceritakan kehandalan Anda dalam membantu mereka. "Kesaksian" orang-orang ini tentang reputasi Anda yang positif akan menjadi senjata promosi yang ampuh untuk Anda, sehingga orang lain juga tidak akan ragu untuk berbisnis dengan Anda. &lt;br /&gt;Misalnya, setelah pekerjaan utama yang menjadi tanggung jawabnya selesai, Arief yang bekerja sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan, tidak segan-segan untuk membantu siapa pun yang membutuhkan bantuannya. Bantuan ini ia berikan tidak hanya ketika diminta, tetapi juga ketika ia melihat orang lain membutuhkannya (tanpa diminta). Sehingga Arif menjadi orang yang diandalkan banyak orang di perusahaannya. Tidak heran ketika perusahaan membuka lowongan untuk suatu jabatan yang lebih tinggi, Arief menjadi orang yang ditunjuk untuk menduduki jabatan tersebut. &lt;br /&gt;Melakukan yang Terbaik. Jika Anda selalu melakukan yang terbaik, lebih dari dari orang-orang lain di sekitar Anda, pada setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda, maka sukses tak akan ke mana-mana. Ini yang menjadi prinsip hidup Carly Fiorina, wanita pengusaha, yang menjadi CEO di Hewlett-Packard. Prinsip ini juga selalu dipraktikkan oleh orang-orang sukses lainnya.&lt;br /&gt;Misalnya, Sherry selalu berusaha mempersembahkan kualitas prima pada setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Kinerjanya yang selalu positif mencerminkan potensinya yang juga positif. Inilah yang akhirnya melancarkan laju perjalanan kariernya, sampai akhirnya ia dipercaya menduduki jabatan pimpinan di bidang yang selama ini ditekuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang Tidak Mengejar Uang&lt;br /&gt;Ingin melihat teladan konkret mereka yang tidak mengejar uang, tetapi sukses dan mendapatkan uang berlimpah? Simak yang berikut.&lt;br /&gt;Kazuo Inamori pendiri Kyocera Corporations tahun 1959. Perusahaan ini bergerak di bidang teknologi. Pada saat didirikan, Kyocera hanya memiliki 28 karyawan dan modal $10,000. Namun setelah itu, perusahaan ini mampu berkembang menjadi perusahaan yang menghasilkan suku cadang berteknologi tinggi, seperti semikonduktor yang canggih. &lt;br /&gt;Pendirinya, Inamori, tidak mengejar keuntungan finansial dalam membangun bisnis, melainkan mengejar tujuan yang lebih mulia dari uang: semua bisnis yang dibangunnya selalu berorientasi pada masyarakat, yaitu bisnis yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat banyak. Tujuan mulia ini senantiasa didengungkannya kepada seluruh karyawannya, agar mereka paham bahwa mereka bekerja bukan saja untuk diri sendiri atau perusahaan, tetapi terutama adalah untuk kepentingan masyarakat luar. &lt;br /&gt;Bermodalkan keyakinan, dan tujuan mulia ini yang juga ditularkan kepada seluruh jajarannya, Kazuo Inamori bisa tetap optimis di masa sulit. Ia dan karyawannya tetap memiliki harapan dan semangat juang tinggi untuk melewati masa sulit yang dihadapi. Jika satu cara menemui kegagalan, Inamori tidak putus asa, ia akan mencari ataupun menciptakan cara lain untuk mencapai sasaran yang dituju, sampai akhirnya sukses finansial dengan sendirinya mengikuti Inamori.&lt;br /&gt;"Build people and they will build the business for you," demikian prinsip bisnis Brownie Wise, salesman ulung dari perusahaan Tappeware. Dengan prinsip ini, Wise bekerja tidak semata untuk uang, tetapi terlebih untuk membantu sumber daya manusia agar menjadi lebih baik dan lebih unggul. &lt;br /&gt;Menurut Wise, sumber daya manusia adalah tulang punggung sebuah bisnis. Untuk itu mereka perlu dibangun dan diperlengkapi dengan keterampilan teknis (tentang produk yang akan dijual), terutama non-teknis (motivasi, tujuan, kepercayaan diri, dan visi misi pribadi). Caranya? Melalui keteladanan (dengan mencontohkan sikap sukses dari tingkah laku sang pemimpin), dan pelatihan praktis (baik on-the job maupun pelatihan singkat) di bidang yang menjadi tanggung jawab masing-masing. &lt;br /&gt;Guna memacu agar sumber daya yang direkrut perusahaan bisa berprestasi, Brownie Wise beranggapan bahwa SDM perlu diajak untuk memiliki mimpi yang ingin mereka raih, dan diperlihatkan cara untuk meraih mimpi tersebut melalui pekerjaan mereka di perusahaan. Misalnya, jika seorang karyawan atau distributor ingin membeli rumah, tunjukkan seberapa banyak volume penjualan yang perlu diraih dan bagaimana cara mencapai target tersebut setahap demi setahap untuk dapat mendapatkan apa yang mereka inginkan. Dengan demikian, perusahaan bisa membuat karyawan tetap fokus pada tujuan pribadi yang sejalan dengan tujuan perusahaan. &lt;br /&gt;Prinsip ini telah membantu Wise untuk menolong banyak orang untuk sukses. Kesuksesan orang-orang yang dibantu oleh Wise merupakan kesaksian hidup bagi kualitas Wise yang juga prima. Sehingga orang sekitar percaya akan keandalan Wise dan berani mempercayakan bisnis mereka juga pada Wise.&lt;br /&gt;Uang memang perlu, tapi bukan untuk dijadikan tujuan akhir untuk dikejar. Yang perlu dilakukan adalah membuat uang mencari Anda dengan mendasarkan tujuan hidup dan setiap keputusan yang Anda ambil pada sesuatu yang lebih mulia dari uang: Membantu orang lain untuk sukses agar dengan sendirinya orang lain juga akan membantu Anda untuk sukses. Semakin banyak orang yang Anda bantu untuk sukses, semakin banyak orang yang akan mendukung Anda untuk sukses. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Copyright Sinar Harapan 2003&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-7138626039518536127?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/7138626039518536127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=7138626039518536127' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7138626039518536127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7138626039518536127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/07/uang-tidak-perlu-dicari.html' title='Uang: Tidak Perlu Dicari?'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-882545181007242433</id><published>2008-06-24T05:10:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T08:40:37.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Franchise'/><title type='text'>Bisnis Waralaba Makin Berkembang</title><content type='html'>Bisnis waralaba atau franchise di Indonesia terus tumbuh dan berkembang. Tidak hanya waralaba internasional, waralaba lokal pun mulai tumbuh dan berkembang. Bahkan di kota-kota besar banyak pelaku bisnis waralaba yang muncul.&lt;br /&gt; Banyak tawaran untuk terjun di bisnis waralaba. Pemodal cukup menyetorkan sejumlah uang dan nantinya sudah ada yang akan menjalankannya. Pemilik uang tidak perlu repot memikirkan konsep bisnis. Dia juga tidak perlu punya keahlian khusus untuk terjun ke dunia bisnis. &lt;br /&gt;      Begitu mudahnya menggeluti bisnis waralaba membuat bisnis ini berkembang dengan pesat. Anang mengatakan, tahun 2004 tercatat paling tidak ada 450 bisnis waralaba dan business opportunity (BO) atau bisnis lisensi yang berkembang di Indonesia. Menurut Wikipedia, bisnis waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. &lt;br /&gt;      Dari 450 tersebut, 60 di antaranya adalah bisnis waralaba sedangkan sisanya BO. Diperkirakan tahun 2008 ini ada beberapa BO yang menjadi waralaba sehingga jumlah waralaba sekitar 72 buah.&lt;br /&gt;      Begitu banyaknya bisnis yang ditawarkan ini bisa dilihat dari makin menjamurnya outlet  karena bisnis ini. Dan ini bisa dijumpai tidak hanya di kota besar tetapi juga kota kecil. Mulai dari makanan hingga ke pendidikan. &lt;br /&gt;      Ada 8 kriteria bisnis waralaba, mulai dari usaha yang sudah didirikan cukup lama, minimal lima tahun dan sudah untung. Dan bagi mereka yang ingin terjun dan sudah terpikat dengan bisnis ini harus lebih jeli lagi.&lt;br /&gt;      Sejak kapan bisnis ini berdiri, Sejak kapan mulai diwaralabakan, Siapa waralaba yang pertama dan di mana. Kita juga harus tahu tempat waralaba yang pertama ini karena kita harus bisa melakukan wawancara.&lt;br /&gt;      Dengan melihat sendiri secara langsung beberapa waralaba yang sudah ikut serta melakukan wawancara dan juga pengamatan maka dianalisis tentang bisnis tersebut. Setelah benar-benar yakin, baru terjun ke bisnis ini. &lt;br /&gt;      Biasanya pewaralaba akan mengutip biaya waralaba (franchise fee) dan biaya royalti (royalty fee). Franchise fee adalah biaya penggunaan nama dan sistem bisnis yang dimiliki. Besarnya bervariasi mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah. Biaya ini berlaku selama kontrak berlangsung. Bisa dua tahun, tiga tahun bahkan hingga lima tahun tergantung kesepakatan. &lt;br /&gt;      Sedangkan biaya royalti ini biasanya diambil dari omset kotor perusahaan. Besarnya juga bervariasi. Bisa tiga persen, empat persen atau bahkan lebih dari omset. &lt;br /&gt;      Bagi pemilik modal, usaha macam ini memang bisa menguntungkan. Apalagi pewaralaba biasanya juga melakukan pendampingan, pelatihan dan juga kadang membantu di bidang marketing dan promosi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-882545181007242433?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/882545181007242433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=882545181007242433' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/882545181007242433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/882545181007242433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/06/bisnis-waralaba-makin-berkembang.html' title='Bisnis Waralaba Makin Berkembang'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-5868179175488237415</id><published>2008-06-24T04:44:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T05:10:45.454-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Franchise'/><title type='text'>Memburu Keuntungan Lewat Buburqu</title><content type='html'>Siapa yang tidak kenal bubur, makanan rakyat yang sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu. Bubur ini sangat nikmat jika disantap di pagi hari. Apalagi kalau buburnya sanggup membuat lidah bergoyang.  Penggemarnya pun cukup banyak, dari mulai bayi sampai orang tua. Dan yang menyenangkan adalah tak sulit memperoleh bubur.&lt;br /&gt; Nikmatnya rasa bubur ini yang mengilhami M Suci Mardiko untuk membuka usaha warung bubur. Dan hebatnya dia mencoba memadukan beragam jenis bubur dalam satu gerobak atau istilahnya one stop shoping bubur. Ada bubur Jakarta, bubur Sukabumi, bubur Manado, bubur Champion. Dia mulai usahanya sejak Novemer 2006 dari sebuah kota kecil di Jawa Timur, yaitu Pasuruan. Buburqu dia pilih untuk menjadi nama brand. Mardiko menyajikan beragam bubur sekaligus. &lt;br /&gt; Dengan modal Rp 12 Juta dia membeli 3 gerobak komplit, dengan sistem franchise Buburqu mempunyai 30 outlet yang tersebar hingga berbagai kota seperti di Kediri, Denpasar, Singaraja, Pamekasan, Depok dan lainnya.&lt;br /&gt;       Kesuksesan yang diraih oleh Buburqu ini tidak terlepas dari rasa bubur yang disajikan oleh Mardiko. Bahan baku yang alami dan pilihan, ditambah bumbu super racikan sendiri, menambah kelezatan rasa pada makanan tersebut. Sehingga bubur sebagai produk andalan mereka.&lt;br /&gt;       Konsep lain yang cukup menarik adalah dengan layanan One Minute Service, hal ini menjadi bukti dari cepatnya pelayanan mereka yang tidak ditemui di tempat lain. &lt;br /&gt;       Dengan menerapkan Standar Operational Prosedur (SOP) mulai dari handling customer, delivery systems, pasokan produk baku maka pelayanan di setiap outlet akan sama.&lt;br /&gt;       Dengan pelayanan maksimal dan juga keunggulan rasa, Buburqu menawarkan prospek keuntungan yang cepat bagi mereka yang berniat bermitra. Biaya franchise selama 5 tahun hanya Rp 20 juta akan mendapatkan satu gerobak yang lengkap dengan peralatan dan pelatihan. Selain itu, juga akan mendapat dukungan beragam promosi, seperti marketing tools berupa brosur dan voucher, banner, marketing guidence dan lainnya. &lt;br /&gt;       Bahkan dalam hitung-hitungan mereka maka hanya dalam jangka waktu 7 bulan sudah bisa balik modal. Perhitungan ini sudah termasuk biaya produksi setiap harinya.&lt;br /&gt;       Ada beberapa pilihan tempat yang ditawarkan, seperti di ruko atau juga dengan model tenda. “Tetapi kami akan melihat lokasinya agar modal cepat kembali. Lokasi yang dianjurkan adalah dekat sekolah, perumahan atau pusat keramaian yang lain,’ jelasnya. Harga satu porsi bubur cukup beragam. Biasanya mulai Rp 5.000. Harga ini tergantung lokasi karena memang mereka membidik segmen menengah keatas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buburqu&lt;br /&gt;Jl. Dr. Wahidin No. 79&lt;br /&gt;Pasuruan, Jawa Timur&lt;br /&gt;Telepon (0343) 419508&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-5868179175488237415?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/5868179175488237415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=5868179175488237415' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/5868179175488237415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/5868179175488237415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/06/memburu-keuntungan-lewat-buburqu.html' title='Memburu Keuntungan Lewat Buburqu'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-8472877018926523165</id><published>2008-06-24T04:37:00.000-07:00</published><updated>2008-06-24T04:42:38.574-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Berkilaunya Investasi Emas</title><content type='html'>Sebuah analisis yang dirilis tahun 2003 menyebutkan, pada 10-12 tahun mendatang harga emas akan mencapai 8.000 dollar AS per troy ounce. Harga itu diperkirakan akan terjadi pada 2013-2015 sehingga bila pada 2007 seseorang menginvestasikan Rp 200 juta untuk emas, maka pada 2013-2015 kelak ia akan memiliki emas senilai Rp 2,2 miliar. Dengan kata lain ia meraup untung dari kenaikan harga yang mencapai 1.112 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal itu terjadi, maka tidak ada instrumen investasi yang bisa mengalahkan keperkasaan emas, bahkan deposito, saham, maupun ORI sekalipun. Konsultan manajemen sekaligus motivator ternama, Tung Desem Waringin, sejak dulu hingga kini selalu berpendapat bahwa emas merupakan investasi teraman dan paling menguntungkan. "Sejak 2002 saya sudah bilang emas itu investasi paling menguntungkan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha sukses itu bahkan "mencabut" investasinya di sektor  infrastruktur untuk dialihkan ke emas. Ia bersikukuh bahwa tindakan yang dilakukannya benar meskipun banyak orang memilih sektor infrastruktur sebagai instrumen investasi utama. Hal itu karena tren emas sejak zaman dahulu hingga detik ini selalu mengalami kenaikan harga. Namun, untuk kondisi pasar saat ini, ia masih menyarankan calon investor untuk wait and see. "Saat ini pasar masih bergejolak, jadi lebih baik wait and see sebelum memutuskan untuk terjun ke emas," katanya.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Tercatat kenaikan harga emas paling fantastis terjadi pada 2001 di mana pada saat yang sama mata uang kertas justru mengalami penurunan nilai. Proses kenaikan harga emas itu akan semakin dipercepat oleh laju inflasi dan abusing dollar AS saat ini. Itu karena emas tidak mempunyai efek inflasi atau zero inflation effect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kagak ada matinya&lt;br /&gt;Pilihan investasi emas saat ini tetap dinilai paling menguntungkan dibandingkan opsi yang lain mengingat sifatnya yang "kebal" inflasi. "Investasi emas ibaratnya kagak ada matinya, alias selalu menguntungkan," kata pengamat ekonomi, A Tony Prasetiantono.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;"Namun, investasi emas juga ada beberapa kelemahannya," kata Tony. Menurut dia, calon investor juga harus mempertimbangkan banyak hal untuk mulai menginvestasikan dananya dalam bentuk emas karena relatif tidak praktis atau sulit disimpan, berisiko hilang, dicuri atau dirampok, dan lain-lain. Selain itu, bila penyimpanan kurang baik memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khusus emas berbentuk koin kalau terjatuh sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurangi harga.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Kekurangan lain, return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Investasi emas juga sangat tidak disarankan untuk jangka pendek karena sifatnya sebagai pelindung nilai (hedging). "Oleh karena itu, emas biasanya menjadi salah satu pilihan portofolio yang favorable," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diversifikasi emas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk emas paling umum adalah batangan menyerupai batu bara berkadar 95 persen atau 99 persen (24 karat). Jenis ini dinilai paling menguntungkan untuk investasi karena kapan pun dan di manapun dijual, harganya mengikuti standar internasional. Bentuk lain adalah koin yang ada baiknya saat membelinya pilih produk dari produsen ternama seperti Maples, Krands, atau Eagles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga emas yang berbentuk perhiasan. Bentuk ini sebenarnya kurang  menguntungkan untuk investasi karena investor harus menanggung harga  pembuatan dan sifatnya subyektif sesuai selera. Koin emas ONH juga merupakan bentuk lain investasi emas. Hanya saja bentuk emas ini sifatnya lokal dan kurang mendapat perhatian dunia. Ada pula yang menawarkan tabungan berbentuk emas untuk keperluan investasi jangka panjang, misalnya Bank Syariah Mandiri dan HSBC Syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membeli dan menjual emas bisa dilakukan di toko emas atau Perum Pegadaian. Sementara itu, untuk tren dan perkembangan harga emas dunia terkini dapat dilihat di situs Kitco, Gold Price, atau UBC Gold.&lt;br /&gt;Sangat disarankan, investor membeli emas di PT Antam unit Pengelolaan dan Pemurnian Logam, Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur. Dan lebih disarankan lagi untuk selalu meneliti sertifikat berupa kertas kecil berhologram dan kuitansinya.  Setelah itu cocokkan dengan fisik emas yang dibeli. Umumnya tercantum kode 9999 atau 24 karat, nomor seri, dan berat logam dengan cetakan tenggelam dan logo pembuatnya. (Sumber Antara/Kompas.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-8472877018926523165?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/8472877018926523165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=8472877018926523165' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8472877018926523165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/8472877018926523165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/06/berkilaunya-investasi-emas.html' title='Berkilaunya Investasi Emas'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3983423934840692074.post-7214659968557841824</id><published>2008-06-19T04:37:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T04:39:18.044-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Entrepreneurial Intelligence (Entre Q)</title><content type='html'>Kecerdasan berwirausaha (Entrepreneurial Intelligence) adalah kemampuan seseorang untuk mengenali dan mengelola diri serta berbagai peluang maupun sumber daya di sekitarnya secara kreatif untuk menciptakan nilai tambah maksimal bagi dirinya secara berkelanjutan. Entre Q adalah bagian dari manajemen diri, yaitu bagaimana orang dapat mengendalikan kehidupannya, secara finansial, emosional, sosial dan spiritual pada masa kini maupun masa depan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The spirit and ability to create added value from the implementation of creativity and personal strengths into a sustainable and profitable business venture,” yaitu Sebuah dorongan hati dan kemampuan seseorang untuk memanfaatkan kreativitas dan kekuatan pribadinya menjadi sebuah usaha yang bisa memberi nilai tambah bagi dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entre-Q bukan sekedar keterampilan membangun bisnis semata, tetapi lebih dari itu yaitu sebuah pola pikir dan pola tindak yang menghasilkan kreativitas dan inovasi yang bertujuan untuk memberikan nilai tambah dari setiap sumber daya yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi entrepreneur yang sukses, hal pertama yang harus dimiliki adalah keyakinan dan keberanian untuk memulai langkah pertama kita (action), keluar dari zona kenyamanan kita dan mulai mengubah diri (transformasi) melalui serangkaian kebiasaan-kebiasaan baru menjadi seorang entrepreneur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh kebiasaan yang dilakukan sehari-hari, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Find Your Purpose and Dream All the Time&lt;br /&gt;Sukses adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan. Setiap saat kita mencapai target impian kita, maka segeralah membuat impian baru yang dapat memacu, memberi semangat dan antusiasme untuk mencapainya. Biasakanlah untuk memiliki target, harian, bulanan maupun tahunan. Apa pun impiannya, “minumannya selalu” kata SMART (specific, measurable, achieveable, Reality-based, Time frame): harus spesifik dan jelas, terukur, dapat dicapai berdasarkan realitas dan memiliki waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2: Never-ending Innovation&lt;br /&gt;Impian saja tidak cukup. Impian harus ditunjang oleh inovasi tiada henti. Terjemahkan impian itu menjadi inovasi untuk pengembangan bisnisnya. Jika impian dan tujuan hidup merupakan fondasi bisnis, inovasi diibaratkan pilar yang menunjang kokohnya bisnis itu. Setiap impian harus diikuti dengan inovasi sebagai kerangka pengembangan, kemudian diikuti dengan product management, customer management, cashflow management, systems, dll. Untuk berinovasi kita memerlukan kecerdasan kreatif (creative intelligence). Caranya adalah dengan berlatih untuk mencapai conscience kita sebagai sumber kreativitas dan intuisi bisnis kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3: Learn – Change and Grow &lt;br /&gt;Belajar, belajar dan belajar. Kehidupan ini penuh dengan berbagai peluang dan kesempatan untuk kemajuan, penyempurnaan dan pertumbuhan. Apa pun yang terjadi dalam kehidupan kita adalah bagian dari sebuah proses alami untuk membantu kita dalam belajar, berubah dan bertumbuh ke arah yang lebih baik.&lt;br /&gt;Manakala seorang entrepreneur berhenti untuk belajar dan memperbaiki diri, saat itulah berarti dia mengambil keputusan untuk berhenti menjadi seorang entrepreneur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4: Accumulate Your Assets&lt;br /&gt;Tujuan seorang entrepreneur bukanlah menjadi business owner maupun investor. Tetapi untuk mencapai kebebasan finansial dan dapat meraih impiannya. Untuk mencapai kebebasan finansial adalah dengan memiliki kebiasaan untuk mengakumulasikan atau menambah aset di balance sheet sehingga menambah pemasukan ke dalam income statementnya. Cara termudah adalah dengan menabung. Dan yang penting bukan berapa jumlah ditabung, melainkan kesadaran untuk menjadi lebih kaya. Balance sheet pribadi maupun usaha yang kita miliki harus senantiasa menunjukkan penambahan aset kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5: Use Leverage Concept to Build Your Business&lt;br /&gt;Seorang entrepreneur harus mampu menggunakan tenaga dan waktu orang lain untuk mencapai impiannya. Sebagai ilustrasi kekuatan dari leverage (pengungkit) adalah restoran waralaba hamburger MacDonalds. Bagaimana mereka dapat menjadi besar. Bayangkan betapa efisien dan canggihnya para eksekutif dan karyawan MacDonalds sehingga mampu membangun satu outlet restoran setiap beberapa jam saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6: Nurture-Equip-Develop Your People&lt;br /&gt;Untuk memanfaatkan waktu dan tenaga orang lain, seorang entrepreneur harus memiliki kemampuan dan passion untuk mengembangkan orang-orang di sekelilingnya. Seorang pemimpin yang baik tidak diukur dari berapa banyak pengikutnya atau pegawainya, tetapi dari kualitas orang-orang yang mengikutinya serta berapa banyak pemimpin-pemimpin baru di sekelilingnya. Inilah proses yang disebut dengan developing, yang tidak sekedar meningkatkan keterampilan tetapi lebih penting adalah mengembangkan karakter dan kemampuan intra maupun inter-personal sebagai pemimpin bisnis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7: Systemize Your Business&lt;br /&gt;Sebuah usaha baru dapat dikatakan established ketika sudah dapat membangun sistem bisnis yang efektif dan efisien. Dengan menyiapkan dan menyempurnakan sistem-sistem tersebut pada akhirnya organisasi tidak tergantung pada orang semata, tetapi sistem yang dijalankan oleh sumber daya manusia yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8: Build Network &amp; Alliances&lt;br /&gt;Apa yang paling penting untuk memulai usaha adalah memiliki jaringan yang cukup kuat untuk membantunya, baik dari segi peluang bisnis, modal, maupun akses. Memang, memiliki jaringan saja tidak cukup. Tetapi jaringan merupakan prasyarat penting untuk memulai segala sesuatunya ketika kita tidak memiliki apa pun. Sekecil apa pun jaringan yang kita miliki, bangunlah, rawatlah dan peliharalah. Kita tidak pernah tahu kapan kita membutuhkan jaringan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9: Be A Smart Investor&lt;br /&gt;Kebiasaan untuk selalu belajar dan melakukan investasi bisnis yang tepat dalam pengelolaan portofolio aset kita merupakan hal yang sangat penting. Menjadi entrepreneur yang sukses bukanlah sekedar memiliki usaha sendiri namun juga mampu mengelola portofolio aset kita dan mengembangkan bisnis secara vertikal dan horisontal. &lt;br /&gt;Salah satu kekuatan entrepreneur yang cerdas dan sukses adalah kemampuannya dalam mengelola portofolio asetnya sehingga senantiasa berkembang dan bertambah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10: The Power of Giving: Give and Be Grateful&lt;br /&gt;Beramal dan mengucap syukur. Inilah yang menjadi rahasia mengapa orang-orang sukses seperti Andrew Carnegie, Bill Gates, John Rockefeller, Alfred Nobel, dan sebagainya adalah philanthropist (dermawan) sejati. Mereka memahami benar makna memberi dan mengucap syukur (charity and gratitude). Proses penciptaan realitas kehidupan kita diawali dengan keyakinan. Cara menunjukkan keyakinan atau iman tersebut adalah dengan mengucap syukur atas kelimpahan berkat yang diberikan Tuhan (thankfulness in advance – to be grateful before the creation). &lt;br /&gt;Seringkali kita justru berdoa dalam kerangka berpikir kekurangan (statement of lack), padahal justru sebaliknya kita harus berdoa dengan penuh rasa syukur atas segala berkat kelimpahanNya dalam kehidupan kita (statement of gratitude).&lt;br /&gt;Beramal (charity) adalah pengungkapan syukur (gratitude) kita atas anugerah kelimpahan dari Tuhan, sehingga bawah sadar kita berpikir bahwa kita berkecukupan bahkan berkelimpahan (prosperity consciousness). (Disarikan dari berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3983423934840692074-7214659968557841824?l=rahasia-pengusaha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/feeds/7214659968557841824/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3983423934840692074&amp;postID=7214659968557841824' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7214659968557841824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3983423934840692074/posts/default/7214659968557841824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rahasia-pengusaha.blogspot.com/2008/06/entrepreneurial-intelligence-entre-q.html' title='Entrepreneurial Intelligence (Entre Q)'/><author><name>The Team of Spirit</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
